Pengertian dan Pentingnya manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu (Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan).

Pada dasarnya manajemen itu penting, sebab:

  1. Pekerjaan itu berat dan tidak dapat dikerjakan sendiri, sehingga diperlukan pembagian tugas, kerja dan tanggungjawab dalam penyelesaiannya.
  2. Perusahaan dapat berhasil baik jika manajemen diterapkan dengan baik.
  3. Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
  4. Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan-pemborosan.
  5. Manajemen menetapkan tujuan dan usaha untuk mewujudkan dengan  memanfaatkan 6M dalam proses manajemen tersebut.
  6. Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
  7. Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur.
  8. Manajemen merupakan suatu pedoman, pikiran, dan tindakan.
  9. Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap kerja sama sekelompok orang.

Filsafat dan Asas-Asas Manajemen

Filsafat manajemen adalah kerjasama saling menguntungkan, bekerja efektif dan dengan metode kerja yang terbaik dan mencapai hasil yang optimal (Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan).

Menurut F. W. Taylor, filsafat manajemen adalah kumpulan pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar atau basis yang luas untuk menentukan pemecahan terhadap masalah-masalah manjer.

Asas-asas manajemen menurut Henry Fayol:

  1. Division of work (asas pembagian kerja)
  2. Authority and responsibility (asas wewenang dan tanggungjawab)
  3. Discipline (asas disiplin)
  4. Unity of command (asas kesatuan perintah)
  5. Unity of direction (asas kesatuan jurusan atau arah)
  6. Subordination of individual interest into general interest (asas kepentingan umum di atas kepentingan pribadi)
  7. Renumeration of personnel (asas pembagian gaji yang wajar)
  8. Centralization (asas pemusatan wewenang)
  9. Scalar of chain (asas hierarki atau asas rantai rantai berkala)
  10. Order (asas keteraturan)
  11. Equity (asas keadilan)
  12. Initiative (asas inisiatif)
  13. Esprit de corps (asas kesatuan)
  14. Stability of turn-over personnel (asas kestabilan masa jabatan)

Ilmu dan Seni manajemen

Ilmu manajemen, science management (manajemen ilmiah) adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disistematisasi, dikumpulkan, dan diterima menurut pengertian kebenaran-kebenaran universal mengenai manajemen.

Ciri-ciri scientific management:

  1. Tersusun secara sistematis/teratur
  2. Dapat dipelajari dan diajarkan
  3. Menggunakan metode-metode ilmiah
  4. Dapat dijadikan suatu teori
  5. Objektif dan rasional

Seni manajemen meliputi kecakapan untuk melihat totalitas dari bagian-bagian yang terpisah dan berbeda-beda, kecakapan untuk melihat sesuatu gambaran tentang visi tertentu, kecakapan untuk menyatukan visi tersebut dengan skills (keterampilan) atau kecakapan efektif.

Tujuan, Bidang dan Mazhab Manajemen

Tujuan Manajemen

Tujuan merupakan hal terjadinya proses manajemen dan aktifitas kerja, tujuan beraneka macam, tetapi harus ditetapkan secara jelas, realistis dan cukup menantang berdasarkan analisis data, informasi dan pemilihan dari informasi-informasi yang ada. Kecapakan manajer dalam menetapkan tujuan dan kemapuannya memanfaatkan peluang, mencerminkan tingkat hasil yang dapat dicapainya.

Perlu diketahui dan dihayati bahwa intisari manajemen adalah mencapai tujuan yang optimal dengan meningkatkan daya guna serta hasil guna dari potensi-potensi yang dimilikinya.

  1. Bidang-Bidang Manajemen
  2. Manajemen sumber daya manusia (MSDM)

Ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja, agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan.

  1. Manajemen permodalan : Mengelola/mengatur dana/uang, supaya mendapatkan keuntungan yang wajar.
  2. Manajemen akuntansi biaya : Membahas masalah pemakaian material, supaya efisien dan efektif sehingga pemborosan dapat dihindarkan seminimal mungkin.
  3. Manajemen produksi : Membahas pengertian produksi, tata ruang perusahaan, perawatan dan lain sebagainya.
  4. Manajemen pemasaran : Mengaqtur bagaimana barang dan jasa dapat terjual seoptimal mungkin dan dengan mendapat laba yang wajar.

Mazhab-Mazhab Manajemen

Menurut G.R. Terry mazhab-mazhab manajemen itu adalah:

  1. Mazhab manajemen berdasarkan kebiasaan
  2. Mazhab manajemen ilmiah
  3. Mazhab perilaku
  4. Mazhab sosial
  5. Mazhab manajemen sistem
  6. Mazhab manajemen berdasarkan keputusan
  7. Mazhab pengukuran kuantitatif
  8. Mazhab proses manajemen
  9. Mazhab manajemen menurut keadaan.

Sistem, Pendekatan dan Fungsi-Fungsi Manajemen

  1. Sistem-Sistem Manajemen
  2. Manajemen bapak

Setiap usah dan aktifitas organisasi para pengikut (bawahan) selalu mengikuti jejak bapak. Apa yang dikatakan (diperintahkan) bapak itulah yang benar. Tidak ada alternatif lain kecuali mengikuti perintah bapak.

Manajemen tertutup

Manajer tidak memberitahukan atau menginformasikan keadaan perusahaan kepada para bawahannya walaupun dalam batasan-batasan tertentu saja. Keputusan diambil tanpa melibatkan partisipasi para bawahannya dalam proses pengambilan keputusan.

Manajemen terbuka

Atasan banyak menginformasikan keadaan perusahaan kepada bawahannya, sehingga bawahan dalam batas-batas tertentu mengetahui keadaan perusahaan (organisasi). Manajer mengajak para bawahan berpartisipasi dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, keputusan terakhir tetap berada di tangan manajer.

Manajemen demokrasi

Pelaksanaan manajemen demokrasi hampir sama dengan manajemen terbuka, khususnya dalam proses pengambilan keputusan, para anggota/bawahan diajak dan diikutsertakan berpartisipasi memberikan saran-saran, pemikiran-pemikiran dan cara-cara pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi.

Pendekatan-Pendekatan Manajemen

    1. Pendekatan berdasarkan kebiasaan
    2. Pendekatan berdasarkan kelakuan antar individu
    3. Pendekatan berdasarkan kelakuan kelompok
    4. Pendekatan sistem kerjasama sosial
    5. Pendekatan sistem sosio teknik
    6. Pendekatan teori keputusan
    7. Pendekatan pusat komunikasi
    8. Pendekatan matematis
    9. Pendekatan situasional
    10. Pendekatan sumber daya manusia
    11. Pendekatan kombinasi

Fungsi-Fungsi Manajemen

Fungsi-fungsi manajemen yang diungkapkan para penulis tidak sama. Hal ini disebabkan latarbelakang penulis, pendekatan yang dilakukan tidak sama. Berikut perbandingan fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan para ahli, sebagai bahan perbandingan.

Menurut:

G.R. TERRY JOHN F. MEE LOUISE A. ALLEN MC NAMARA
1 Planning Planning Leading Planning
2 Organizing Organizing Planning Programming
3 Actuating Motivating Organizing Budgeting
4 Controlling Controlling Controlling System
HENRY FAYOL HAROLD KOONTZ & CYRIL O’DONNEL DR. S.P. SIAGIAN PROF. DRS. OEY LIANG LEE
1 Planning Planning Planning Perencanaan
2 Organizing Organizing Organizing Pengorganisasian
3 Commanding Staffing Motivating Pengarahan
4 Coordinating Directing Controlling Pengkoordinasiaan
5 Controlling Controlling Evaluating Pengontrollan
W.H. NEWMAN LUTHER GULLICK LYNDALL F. URWICK JOHN D. MILLEY
1 Planning Planning Forecasting Directing
2 Organizing Organizing Planning
3 Assembling resources Staffing Organizing Facilitating
4 Directing Directing Commanding
5 Controlling Coordinating Coordinating
6 ————- Reporting Controlling
7 ————- Budgeting —————

Pemimpin dan Pengambilan Keputusan

Pengertian dan Tugas Pemimpin

Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaanya dalam mencapai tujuan. Manajer adalah seseorang yang mencapai tujuannya melalui kegiatan-kegiatan orang lain.

Pemimpin adalah sumber aktifitas dan mereka harus merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan semua kegiatan, agar tujuan tercapai. Pemimpin harus memberikan arah kepada perusahaan/organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin harus memikirkan secara tuntas misi perusahaan/organisasi, menetapkan sasaran-sasaran, strategi, dan mengorgasisasi sumberdaya-sumberdaya untuk tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

  1. Beberapa Pendekatan tentang Manajer
  2. Pendekatan tingkatan dan tugas-tugas manajer
  3. Pendekatan luas pekerjaan manajer
  4. Pendekatan sifat kerja manajer
  5. Pendekatan sifat-sifat seorang manajer

Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah proses bagaimana menetapkan suatu keputusan yang terbaik, logis, rasional, dan ideal berdasarkan fakta, data, dan informasi dari sejumlah alternatif untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dengan resiko terkecil, efektif, dan efisien untuk dilaksanakan pada masa yang akan datang.

Pengambilan keputusan oleh manajer biasanya didasarkan atas:

  1. keyakinan
  2. intuisi (suara hati)
  3. fakta-fakta
  4. pengalaman
  5. kekuasaan

Wewenang, Tanggungjawab, dan Pendelegasian Wewenang

  1. Wewenang (Authority)

Wewenang adalah kekuasaan yang sah dan legal yang dimiliki seseorang untuk memerintah orang lain, berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Wewenang merupakan dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktifitas dalam suatu perusahaan.

Jenis-jenis wewenang (authority):

  1. Wewenang garis (line authority)
  2. Wewenang staf (staff authority)
  3. Wewenang fungsional (functional authority)
  4. Wewenang wibawa (personal authority)

Sumber-sumber wewenang:

  1. Teori wewenang formal
  2. Teori penerimaan wewenang
  3. Wewenang diperoleh seseorang karena situasi
  4. Wewenang karena jabatan/posisi dalam organisasi
  5. Wewenang diperoleh seseorang karena keahlian khusus  sebagai akibat dari pengalaman, popularitas, kemampuan mengambil keputusan yang jitu
  6. Wewenang diperoleh seseorang karena hukum atau undang-undang

2. Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah keharusan melakukan semua kewajiban/tugas-tugas yang dibebankan kepada seseorang zsebagai akibat dari wewenang yangt dimiliki atau diterimanya. Setiap wewenang akan menimbulkan hak tanggung jawab, kewajiban-kewajiban untuk melaksanakan dan mempertanggungjawabkan. Tegasnya tanggung jawab tercipta karena pemberian wewenang. Wewenang mengalir dari atasan ke bawahan sedangkan tanggung jawab mengalir dari bawah ke atas.

3. Pendelegasian Wewenang

Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang kepada seseorang untuk dilaksanakan atas nama pemberi pekerjaan atau wewenang( delegator). Seorang pemimpin walaupun telah mendelegasikan sebagian tugas-tugas dan wewenangnya masih tetap memiliki wewenang tersebut. Hal i nilah yang menyebabkan seorang pemimpin masih punya hak memerintah, mengkoordinasi, dan mengintegrasikan tugas-tugas dalam organisasi.

Asas-asas pendelegasian wewenang:

  1. Asas kepercayaan
  2. Asas hasil yang diharapkan
  3. Asas penentuan fungsi atau asas kejelasan tugas
  4. Asas rantai berkala
  5. Asas tingkat wewenang
  6. Asas kesatuan komando
  7. Asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
  8. Asas pembagian kerja
  9. Asas kemutlakan tanggung jawab

Koordinasi Manajemen

Arti dan Pentingnya Koordinasi

Koordinasi adalah adalah suatu upaya yang dilakukan seseorang agar pekerjaan/program berlangsung melalui suatu proses yang telah ditentukan sebelumnya.

Tujuan koordinasi:

  1. Mengarahkan dan menyatukan semua tindakan serta pikiran ke arah tercapainya sasaran perusahaan.
  2. Menjuruskan keterampilan spesialis ke arah sasaran perusahaan
  3. Menghindari kekosongan dan tumpang tindih pekerjaan
  4. Menghindari kekacauan dan penyimpangan tugas dari sasaran
  5. Mengintegrasikan tindakan dan pemanfaatan 6M ke arah sasaran organisasi atau perusahaan
  6. Menghindari tindakan overlapping dari sasaran perusahaan
  7. Syarat-Syarat Koordinasi
  8. Sense of cooperation (perasaan untuk bekerjasama), ini harus dilihat bagian per bagian bidang pekerjaan, bukan orang per orang.
  9. Rivalry, diadakan persaingan antar bagian, agar bagian-bagian ini berlomba-lomba untuk mencapai kemajuan.
  10. Team spirit, satu sama lain dalam setiap bagian harus saling menghargai.
  11. Esprit de corps, bagian-bagian yang diikutsertakan atau dihargai, umunya akan menambah kegiatan yang bersemangat.
  12. Cara-Cara Mengadakan Koordinasi
  13. Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat.
  14. Mengusahakan agar pengetahuan dan penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh anggota tidak menurut masing-masing individu dengan tujuannya sendiri-sendiri.
  15. Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
  16. Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
  17. Membina human relation yang baik antara sesama karyawan.
  18. Manager sering melakukan komunikasi informal dengan para bawahan.

Perencanaan dan Rencana

Pengertian Perencanaan dan Rencana

Perencanaan adalah fungsi dasar managemen karena organizing,staffing,directing,dan controling harus lebih dahulu direncanakan. perencanaan ini ditujukan pada masa depan yang tidak pasti karena adanya perencanaan kondisi dan situasi.

Rencana adalah produk dari sebuah perencanaan. Dalam suatu rencana ditetapkan tujuan yang ingin dicapai dan pedoman-pedoman untuk mencapai tujuan itu.

Asas-Asas Perencanaan (Princple of Planning)

1.         Harus ditujukan pada pencapaian tujuan

2.         Efisien,tujuan dicapai dengan biaya yang sekecil-kecilnya

3.         Azas pengutamaan perencanaan

4.         Azas pemerataan perencanaan

5.         Azas patokan perencanaan

6.         Azas kebijakan pola kerja

7.         Azas waktu

8.         Azas tata hubungan perencanaan

9.         Azas alternative

10.     Azas pembatasan factor

11.     Azas keterikatan

12.     Azas fleksibilitas

13.     Azas ketetapan arah

14.      Azas perencanaan strategis

Jenis-Jenis Rencana

1.            Tujuan (objektif),harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat difahami dan ditafsirkan dengan mudah,wajar,rasional,ideal,dan cukup menantang.

2.            Kebijakan (policy),rencana yang memberikan bimbingan berfikir dan arah dalam pengambilan keputusan.

3.            Prosedur,rentetan tindakan yang diatur secara kronologis atau berurutan.

4.            Rule,aturan-aturan yang telah ditetapkan dan harus ditaati.

5.            Program,merupakan usaha-usaha untuk mengefektifkan rangkaian tindakan yang harus dilaksanakan menurut bidangnya masing-masing.

6.            Budget,rencana yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran yang akan dilakukan pada setiap bidang.

7.            Metode,penentuan cara pelaksanaan suatu tugas dengan suatu pertimbangan yang memadai menyangkut tujuan.

8.            Strategi,penentuan cara yang harus dilakukan agar memungkinkan memperoleh hasil yang optimal,efektif,dan dalam jangka waktu singkat serta tepat menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Prediction and Primacy Planning

Planning prediction merupakan perencanaan yang tidak didasarkan atas analisis dan  perhitungan ilmiah dari data,informasi,dan fakta tetapi hanya didasarkan perkiraan.

Planning premisis adalah perencanaan ilmiah yang didasarkan atas ramalan-ramalan yang menyatakan suatu latarbelakang dari kejadian-kejadian yang akan terjadi diperkirakan akan mempengaruhi rencana.

Keuntungan dan Kerugian Perencanaan

Keuntungan perencanaan :

1.      Tujuan menjadi jelas, objektif,dan rasional

2.      Semua aktifitas terarah,teratur dan ekonomis

3.      Menggambarkan keseluruhan perusahaan

4.      Meningkatkan dayaguna dan hasilguna semua potensi yang dimiliki

5.      Memperkecil resiko yang dihadapi perusahaan.

Kerugian perencanaan :

1.      Membatasi tindakan dan inisiatif para bawahan,karena mereka harus bekerja sesuai dengan pola yang telah ditetapkan.

2.      Menyebabkan terlambatnya tindakan yang perlu diambil dalam keadaan darurat.

3.      Informasi yang dibutuhkan untuk meramalkan masa yang akan datang belum tentu tepat,sehingga manager tidak akan dapat secara pasti meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

4.      Perencanaan mempunyai penghalang-penghalang psikologis, karena orang lebih memperhatikan masa sekarang daripada masa yang akan datang.

Perencana (Planner)

Perencanaan diproses oleh perencana dan hasilnya berupa rencana. Perencanaan sifatnya dinamis, sedangkan rencana sifatnya statis yang di dalamnya telah ditetapkan tujuan dan pedoman pelaksanaannya.

Pada dasarnya semua manajer melaksanakan perencanaan dan menjadi perencana (planner). Perbedaannya hanya terletak pada luasnya rencana yang disusunnya. Semakin tinggi posisi pejabat dalam satu organisasi semakin luas rencana yang disusunnya, seperti rencana menyeluruh (master plan), rencana bagian, dan rencana teknik pelaksanaan.

Pengorganisasian dan Organisasi

Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi

Pengorganisasian adalah fungsi manajemen dan merupakan suatu proses yang dinamis, sedangkan organisasi adalah merupakan alat atau wadah yang statis. Pengorganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan deepartemen-departemen (subsistem) serta penentuan hubungan-hubungan.

Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerjasama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat atau wadah saja ( Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan).

Organisasi terdiri dari:

1.      Pengaturan yang berorientasi sasaran, orang-orang dengan tujuannya

2.      Orang-orang yang berinteraksi dalam kelompok

3.      Orang dengan menggunakan pengetahuan dan teknik

4.      Interaksi kegiatan-kegiatan yang terstruktur serta orang-orang bekerjasama dalam hubungan-hubungan yang berpola

Asas-Asas Organisasi

Untuk mewujudkan suatu organisasi yang baik, efektif, efisien, serta sesuai dengan kebutuhan, harus didasarkan pada asas-asas organisasi sebagai berikut:

1.         Asas tujuan organisasi, harus jelas dan rasional

2.         Asas kesatuan tujuan, harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai

3.         Asas kesatuan perintah, bawahan menerima perintah dan mempertanggungjawabkannya hanya kepada seorang atasan.

4.         Asas rentang kendali, manajer hanya bisa memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu, misalnya 3 orang atau 9 orang.

5.         Asas pendelegasian wewenang, pendelegasian wewenang dari seseorang kepada orang lain harus jelas dan efektif, sehingga ia mengetahui wewenangnya.

6.         Asas keseimbangan wewenang dan tanggungjawab, wewenang yang diberikan dengan tanggungjawab yang timbul karenanya harus sama besarnya.

7.         Asas tanggungjawab, harus sesuai dengan garis wewenang.

8.         Asas pembagian kerja

9.         Asas penempatan personalia

10.     Asas jenjang berangkai, saluran perintah atau wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek.

11.      Asas efisiensi

12.     Asas kesinambungan

13.     Asas koordinasi

Proses (Langkah-Langkah) Pengorganisasian

1.         Manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai, profit motive atau service motive

2.         Penentuan kegiatan-kegiatan

3.         Pengelompokan kegiatan-kegiatan

4.         Pendelegasian wewenang

5.         Rentang kendali

6.         Peranan perorangan

7.         Tipe organisasi

8.         Struktur organisasi

Rentang Kendali

Rentang kendali sangat perlu dalam pengorganisasian karena berhubungan dengan pembagian kerja, koordinasi, dan kepemimpinan seorang pemimpin (manajer). Selain itu karena adanya keterbatasan manusia, yaitu keterbatasan waktu, pengetahuan, kemampuan, dan perhatian.

Faktor-faktor yang membatasi besar kecilnya rentang kendali:

1.         Sifat dan terincinya rencana

2.         Latihan-latihan dalam perusahaan

3.         Posisi pemimpin dalam struktur organisasi

4.         Dinamis atau statisnya organisasi

5.         Kemampuan dan kecanggihan komunikasi

6.         Tipe pekerjaan yang dilakukan

7.         Kecakapan dan pengalaman manajer

8.         Tingkat kewibawaan dan energi manajer

9.         Dedikasi dan partisipasi bawahan

Dasar Pendepartemenan

Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen. Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.

Dasar-dasar pendepartemenan:

1.      Fungsi-fungsi perusahaan

2.      Fungsi-fungsi manajemen

3.      Proses produksi

4.      Dasar produk/hasil

5.      Dasar pasar/langganan

6.      Dasar wilayah/tempat

7.      Dasar waktu/shift

8.      Dasar jumlah

9.      Combination

10.  Matriks

Macam-Macam Organisasi

Berdasarkan proses pembentukannya

1.         Organisasi formal

2.         Organisasi informal

Berdasarkan kaitan hubungannya dengan pemerintah

1.      Organisasi resmi

2.      Organisasi tidak resmi

Berdasarkan ukuran

1.      Organisasi besar

2.      Organisasi sedang

3.      Organisasi kecil

Berdasarkan tujuan

1.      Organisasi sosial

2.      Organisasi perusahaan

Berdasarkan bagan orgaqnisasi

1.      Berbentuk segitiga vertikal

2.      Berbentuk segitiga horisontal

3.      Berbentuk kerucut vertikal/horizontal

4.      Berberntuk lingkaran atau setengah lingkaran

5.      Berbentuk bulat telur

Berdasarkan bentuknya

1.      Organisasi lini

2.      Organisasi lini dan staf

3.      Organisasi fungsional

4.      Organisasi lini, staf, dan fungsional

5.      Orgnaisasi komite

Teori-Teori Organisasi

Untuk mempelajari perkembangan organisasi dilakukan melalui pendekatan-pendekatan sebaqgai berikut :

1.      Pendekatan klasik, didasarkan pada teori mesin, yang onderdilnya setiap saat dapat diganti dan  setiap bagian mempunyai tugas tertentu sesuai fungsinya. Pokok utama dari teori mesin adalah konsep spesialisasi tugas.

2.      Pendekatan tingkahlaku, menekankan pentingnya aspek manusia secara utuh dalam mendesain suatu struktur organisasi. Pendekatan tingkahlaku ini menyatakan bahwa organisasi dapat terus ditingkatkan efisiensinya dengan memperlakukan manusia sebagai manusia.

3.      Pendekatan struktur, organisasi harus dirancang untuk mencapai tujuan bisnis serta untuk memberikan pedoman penempatan tenaga kerja dalam struktur. Drucker membahas dua kaidah struktural, yaitu disentralisasi federal dan disentralisasi fungsional.

4.      Pendekatan sistem, organisasi bukanlahsuatau sistem tertutup tetapi suatu sistem terbuka yang harus berinteraksi dengan lingkungan. Terdapat dua interaksi,yaitu interaksi internal dan interaksi eksternal.

5.      Reorganisasi dan Restrukturisasi Organisasi

Reorganisasi adalah penyudunan kembali suatu organisasi, baik anggaran dasar, anggaran rumah tangga, maupun strukturnya, agar lebih efektif dalam mencapai tujuan.

Restrukturisasi adalah perubahan struktur suatu organisasi baik secara vertikal maupun horizontal, agar lebih efektif membantu tercapainya tujuan.

Fungsi Pengisian Jabatan

Pengertian

Fungsi pengisian jabatan atau fungsi stuffing adalah kegiatan mencari karyawan yang efektif untuk mengisi jabatan-jabatan diorganisasi /perusahaan.

Pokok masalah pada fungsi pengisian jabatn adalah :

  1. Pengadaan
  2. Penarikan
  3. Seleksi
  4. Penempatan
  5. Pemberhentian
  6. Pengadaan

Proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang kualitas maupun kuantitasnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Penarikan (Recruiting)

Kegiatan mencari dan mempengaruhi tenaga kerja agar mau melamar lowongan pekerjaan yang masih kosong diperusahaan. Mencari artinya menetapkan sumber-sumber tenaga kerja yang akan ditarik. Mempengaruhi artinya menetapkan cara-cara penarikannya, seperti melalui iklan atau melalui karyawan yang telah ada.

Seleksi

Suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan.  metode seleksi dikenal atas metode ilmiah dan non ilmiah.

Prosedur seleksi :

1.         Seleksi surat-surat lamaran

2.         Pemeriksaan referensi

3.         Wawancara pendahuluan

4.         Seleksi ilmu pengetahuan

5.         Tes psikologi

6.         Tes kesehatan

7.         Wawancara akhir dengan atasan langsung

8.         Memutuskan diterima atau tidak

9.         Penempatan

Kegiatan menempatkan orang-orang yang telah lulus seleksi pada jabatan-jabatan tertentu sesuai dengan uraian pekerjaan dan klasifikasi-klasifikasi pekerjaannya. Dalam penempatan karyawan harus dilakukan orientasi dan induksi. Orientasi artinya memberitahukan hak dan kewajiban karyawan serta tugas dan tanggungjawabnya. Induksi artinya mempengaruhi karyawan agar mentaati peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.

Pemberhentian

Pemutusan hubungan kerja karyawan dengan suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan perusahaan, keinginan karyawan, kontrak kerja habis, peraturan perburuhan, pensiun, dan atau meninggal dunia. Setiap karyawan yang berhenti selalu membawa biaya-biaya, seperti biaya penarikan, seleksi, dan pelatihan yang merugikan perusahaan. Jika turn over karyawan satu perusahaan sering terjadi, ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan itu kurang baik.

Fungsi Pengarahan

Pengertian Pengarahan

Fungsi pengarahan adalah fungsi managemen yang terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Penerapan fungsi ini sangat sulit, rumit, dan kompleks karena karyawan tidak dapat dikuasai sepenuhnya.

Pengarahan adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerjasama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan. Pengarahan dapat dilakukan dengan cara persuasif dan instruktif tergantung cara mana yang efektif.

Pokok-pokok masalah yang dipelajari pada fungsi pengarahan :

  1. Tingkahlaku manusia
  2. Hubungan manusiawi
  3. Komunikasi
  4. kepemimpinan
  5. Motivasi

Motivasi berasal dari bahasa latin mavere yang berarti dorongan atau daya penggerak.

Pengertian motiv dan motivasi :

1.      Motiv adalah suatu perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang

2.      Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala dayaupayanya untuk mencapai kepuasan.

Tujuan pemberian motivasi :

1.   Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan

2.   Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan

3.   Meningkatkan produktivitas kerja karyawan

4.   Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan

5.   Meningkatkan kedisiplinan menurunkan tingkat absensi karyawan

Asas-asas motivasi :

1.      Asas mengikutsertakan

2.      Asas komunikasi

3.      Asas pengakuan

4.      Asas wewenang

5.      Asas adil dan layak

6.      Asas perhatian timbalbalik

Jenis-jenis motivasi :

1.      Motivasi positif

2.      Motivasi negativ

Metode-metode motivasi :

1.      Metode langsung

2.      Metode tidak langsung

Model-model motivasi :

1.   Model tradisional

2.   Model hubungan manusia

3.   Model sumberdaya manusia

Teori-teori motivasi :

1.   Teori kepuasan

2.   Teori proses

3.   Teori pengukuhan

Fungsi Pengendalian

Pengertian dan Tujuan Pengendalian

Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terselenggara.

Tujuan pengendalian :

1.      Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari rencana

2.      Melakukan tindakan perbaikan jika terdapat penyimpangan

3.      Supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencana

Asas-Asas Pengendalian

1.      Asas tercapainya tujuan

2.      Asas efesiensi pengendalian

3.      Asas tanggungjawab pengendalian

4.      Asas pengendalian terhadap masadepan

5.      Asas pengendalian langsung

6.      Asas refleksi rencana

7.      Asas penyesuaian dengan organisasi

8.      Asas pengendalian individu

9.      Asas standar

10.  Asas pengendalian terhadap strategis

11.   Asas kekecualian

12.  Asas pengendalian fleksibel

13.  Asas peninjauan kembali

14.  Asas tindakan

Jenis-Jenis Pengendalian

1.      Pengendalian karyawan

2.      Pengendalian keuangan

3.      Pengendalian produksi

4.      Pengendalian waktu

5.      Pengendalian teknis

6.      Pengendalian kebijaksanaan

7.      Pengendalian penjualan

8.      Pengendalian inventaris

9.      Pengendalian pemeliharaan

10.  Proses dan Cara-Cara Pengendalian

Proses pengendalian :

1.         Menentukan standar yang akan digunakan

2.         Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai

3.         Membandingkan pelaksanaan atau  hasil dengan standar dan menentukan penyimpangan jika ada

4.         Melakukan tindakan perbaikan

Cara-cara pengendalian :

1.      Pengawasan langsung

2.      Pengawasan tidak langsung

3.      Pengawasan berdasarkan kekecualian

4.      Sifat dan Waktu Pengendalian

Sifat dan waktu pengendalian dibedakan atas  :

1.      Prefentif kontrol, pengendalian yang dilakukan sebelum kegiatan dilakukan

2.      Refresif kontrol, pengendalian yang dilakukan setelah terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya

Pengendalian saat proses dilakukan

1.      Pengendalian berkala

2.      Pengendalian mendadak (sidak)

3.      Pengamatan melekat

Macam-Macam Pengendalian

1.      Internal kontrol

2.      Eksternal kontrol

3.      Format kontrol

4.      Informal kontrol

Alat-Alat Pengendalian

Budget, anggaran suatu ikhtisar hasil yang akan diharapkan dari pengeluaran yang disediakan untuk mencapai hasil tersebut.

Tipe-tipe budget :

1.         Sales budget

2.         Production budget

3.         Cost production budget

4.         Step budget

5.         Purchasing budget

6.         Labor budget/personnel budget

7.         Cash and financial budget

8.         Master budget

9.         Non budget

Alat pengendalian non budget :

1.      Personal observation

2.      Report

3.      Financial statement

4.      Statistik

5.      Break even point

6.      Internal audit

Sistem Informasi Manajemen

Pengertian

Sistem informasi manajemen adalah pendekatan-pendekatan yang direncanakan dan disusun untuk memberikan bantuan yang piawai agar memudahkan proses managerial kepada pejabat pimpinan.

Sistem Informasi Manajemen, Komputer, dan Manajemen

Seperti telah diketahui bahwa informasi adalah data yang telah diolah. Jadi untuk memperoleh informasi tindakan pertama adalah mengumpulkan data lalu mengolahnya menjadi informasi.

Teknik mengumpulkan data :

a. Melalui pengamatan  langsung

b. Melalui wawancara

c. Melalui perkiraan koresponden

d. Melalui daftar pertanyaan

Operasi dan pengolahan data

Ada 10 operasi dasar yang menghasilkan keluaran penting :

1.      Capturing

2.      Pemeriksaan (verifying)

3.      Penggolongan (classifying}

4.      Penyusunan atau penyortiran

5.      Peringkasan

6.      Penghitungan

7.      Penyimpanan

8.      Pengambilan kembali

9.      Reprodukisi

10.  Penyebaran pengkomunikasian

Metode pengolahan data :

1.      Metode manual

2.      Metode electromechanical

3.      Metode punched card equipment

4.      Metode electronic computer

Penggunaan Komputer dalam Sistem Informasi Manusia

Komputer adalah suatu perlengkapan elektronik yang digunakan untuk mengolah data mampu menerima masukan dan keluaran, dan mempunyai sifat seperti kecepatan yang tinggi, ketelitian dan mampu menyimpan instruksi-instruksi untuk memecahkan masalah.

Manajemen dan Sistem Informasi Manusia

Manajemen dipandang sebagai suatu kegiatan yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan untuk mencapai tujuan. Dalam hubungannya antara manajemen dan sistem informasi manusia adalah untuk mengambil keputusan.

Unsur pengambilan keputusan :

1.      Model ,

2.      Kriteria ,

3.      Pembatas ,

4.      Optimalisasi

5.      Pengambilan keputusan yang terprogram

6.      Pengambilan keputusan yang tidak terprogram

Tingkat-tingkat pengambilan keputusan :

1.      Pengambilan keputusan tingkat strategis ,

2.      Pengambilan keputusan tingkat taktis ,

3.      Pengambilan keputusan tingkat teknis

SUMBER :

Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah,  Bumi Aksara, Soft Cover, Edisi Revisi, 2009, cetakan kedelapan,  266 hal.

 

About these ads