Archive for Juli, 2010

IKLIM DAN KESEHATAN DALAM ORGANISASI


Iklim organisasi merupakan hal yang sangat perlu menjadi perhatian seorang pemimpin organisasi, karena faktor tersebut dapat mempengaruhi keefektivitasan kinerja karyawannya. Telah banyak usaha yang dilakukan untuk memisahkan, menerangkan dan menentukan tempat konsepsi ini dalam teori organisasi.

Sementara itu organisasi yang muncul dari kelahirannya dengan ukuran yang masih sangat kecil dan kemudian berkembang menjadi besar pasti banyak mengalami rintangan yang harus dihadapi. Misalnya seperti banyaknya permasalahan dalam organisasi tersebut.

Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana kaitan antara iklim organisasi dengan keefektivitasan kinerja organisasi serta pengaruh kesehatan organisasi dalam suatu tubuh organisasi. Makalah ini akan membahas tentang hal tersebut.

ORGANISASI

A. Pengertian Organisasi

Pengertian organisasi menurut berbagai para ahli antara lain disebutkan oleh:

1. James D. Mooney (1974)

Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

2. Ralp Currier Davis (1951)

Organisasi adalah sesuatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja ke arah  tujuan bersama di bawah kepemimpinan.

3. Daniel E. Griffths (1959)

Organisasi adalah seluruh orang-orang yang melaksanakan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan dengan yang dikoordinasikan agar sebuah tugas dapat diselesaikan.

Dengan demikian diantara ketiga macam pandangan tentang pengertian organisasi, pandangan yang tepat adalah yang menganggap organisasi sebagai suatu sistem kerjasama, sistem hubungan, sistem sosial. Guna memudahkan penangkapan pengertian, dapatlah kiranya disusun suatu definisi organisasi secara sederhana dan dapat diterapkan dalam praktek sebagai berikut :

“ Organisasi adalah suatu sistem yang saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu “.

Dari definisi sederhana ini dapat ditemukan adanya berbagai faktor yang dapat menimbulkan organisasi, yaitu orang-orang, kerjasama, dan tujuan tertentu. Berbagai faktor tersebut tidak dapat saling lepas berdiri sendiri, melainkan saling kait merupakan suatu kebulatan. Maka dalam pengertian organisasi digunakan sebutan sistem yang berarti kebulatan dari berbagai faktor yang terikat oleh berbagai asas tertentu.

Tujuan Organisasi

Pentingnya perumusan tujuan bagi organisasi telah lama disadari orang. pentingnya perumusan tujuan tersebut terutama karena :

a.       Tujuan untuk bertindak sebagai titik rujukan bagi usaha yang dilaksanakan organisasi.

b.      Tujuan diperlukan untuk mengkoordinasikan usaha.

c.       Organisasi yang berharap dapat berkembang dan bersaing dengan efektif harus segera terus menerus memperbaharui tujuannya.

d.      Tujuan organisasi merupakan tempat seluruh tindakan organisasi diarahkan.

e.       Tujuan merupakan prasyarat penetapan kebijaksanaan, strategi, prosedur, metode dan peraturan.

Karena tujuan itu amat penting dirumuskan, maka kita perlu memahami benar

sifat-sifat utama tujuan organisasi itu. Sifat tujuan organisasi yang utama diantaranya adalah :

a.       Tujuan organisasi berstruktur dalam suatu hierarki.

b.      Tujuan itu memperkuat tujuan perseorangan dan sebaliknya.

c.       Tujuan itu hendaknya berpadu dengan tujuan perseorangan.

d.      Tujuan yang lebih tinggi berisi tujuan-tujuan yang lebih bawah dan dapat dicapai dengan efektif hanya melalui kerjasama.

IKLIM ORGANISASI DAN KEEFEKTIVITASAN ORGANISASI

Sebelum membahas lebih jauh tentang kaitan antara iklim organisasi dengan keefektivitasan organisasi, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari iklim organisasi dan keefektivitasan organisasi. Iklim organisasi merupakan keadaan mengenai karakteristik yang terjadi di lingkungan kerja yang dianggap mempengaruhi perilaku orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut. oleh karena itu, iklim organisasi dapat dikatakan sebagai lingkup organisasi.

Menurut Owens (1991) dan Hoy and Miskel (1987) bahwa iklimorganisasi adalah persepsi anggota tentang lingkungan kerja organisasi. Scheider (1991) berpendapat bahwa iklim organisasi menunjuk pada gaya material yang mempengaruhi pandangan anggota mengenai nilai dan tujuan organisasi. Menurut Rossow (1990) iklim organisasi menunjuk pada karakteristik organisasi secara keseluruhan dan berhubungan dengan perasaan anggota yang bersangkutan. Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi tidak hanya menyangkut aspek sosial saja tetapi juga aspek fisik dalam organisasi. Iklimorganisasi juga berkenaan dengan persepsi anggota organisasi, baik secara individual maupun kelompok, tentang sifat-sifat dan karakteristik organisasi yang mencerminkan norma serta keyakinan dalam organisasi.

Banyak hal yang berpengaruh di dalam organisasi sehingga terbentuklah iklim

organisasi, hal tersebut adalah :

  1. Bekerja keras

Beban kerja yang berat serta tidak diimbangi dengan hasil yang diharapkan pada akhirnya, juga akan mempengaruhi orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut.

  • Kerja sama

Antara pemimpin dan karyawan tidak saling membeda-bedakan, bersama-sama menciptakan suasana dalam organisasi menjadi nyaman, sehingga kesertaan dan keserasian kerja di dalamnya semakin meningkatkan kinerja organisasi tersebut.

  • Peraturan

Peraturan yang dibuat dijadikan sebagai pedoman sehingga hendaknya benar-benar mentaati dan bila ada penyelewengan harus benar-benar ditindak dengan tegas, baik memberikan peringatan ataupun hukuman.

Sedangkan keefektivitasan organisasi dapat dilakukan dengan cara melihat seberapa jauh pencapaian tujuan yang diharapkan organisasi itu. Pendeskripsian mengenai efektivitas kinerja organisasi meliputi produktivitas dan pemanfaatan terhadap organisasi tersebut serta masyarakat. Setiap anggota organisasi dalam melaksanakan tugasnya dinilai sudah memperoleh keuntungan dari apa yang telah dikerjakan, berupa kepuasan batin dan penyelesaian tugas sesuai dengan job descriptionnya.

Teori Tentang Iklim Organisasi

1. Halpin and Crroft

berdasarkan anggapan bahwa iklim organisasi merupakan persepsi dari anggotanya, maka ada beberapa faktor yang membentuk iklim organisasi, yaitu : keterpisahan, rintangan, keakraban, kejauhan, tekanan pada hasil, dorongan (motifasi) dan semangat.

2. Likert

Likert teori yang disebut Likert’s Management System Theory. Dari sistem tersebut Likert mengungkapkan bahwa ada empat sistem manajemen yang membentuk iklim organisasi, yaitu :

a.      Sistem exploitative-authoritative (sistem penguasa pemeras)

Sistem ini menunjukkan bahwa pemimpin bersifat sangat otokrasi, sedikit kepercayaan terhadap bawahan dan bersifat paternalistik. Bawahan diberi motivasi dengan cara ditakut-takuti dan memberi hukuman. Sistem komunikasi cenderung berbentuk komunikasi ke bawah.

b.      Sistem benevolent-authoritative (sistem penguasa pemurah)

Dalam sistem manajemen ini, pemimpin memiliki kepercayaan yang terselubung dengan bawahan. Motivasi terhadap bawahan dengan cara diberi hadiah, menakuti-nakuti, dan pemberian hukuman. Pemimpin sudah memperbolehkan komunikasi ke atas (up-ward communication), mendengarkan pendapat bawahan, serta melimpahkan wewenang pengambilan keputusan.

c.       Sistem consultative (sistem penasehat)

Pemimpin sedikit memiliki kepercayaan terhadap bawahan terutama jika membutuhkan informasi atau ide. Pemberian motivasi kepada bawahan dilakukan dalam bentuk penghargaan atau hukuman. Komunikasinya berpola ke atas dan ke bawah.

d.      Sistem participative-group (sistem kelompok partisipasi)

Pemimpin memiliki kepercayaan yang cukup besar terhadap bawahan. Setiap pemecahan masalah melibatkan ide-ide bawahan secara konstruktif. Pola komunikasi yang digunakan berpola ke atas, ke bawah dan horizontal.

KESEHATAN ORGANISASI

Kesehatan Organisasi Melalui Pengembangan Organisasi

Keadaan kesehatan organisasi bila dicapai karena tingkat pengelolaan profesional yang relatif tinggi. Hal ini membutuhkan penerapan konsep dan teknik-teknik yang tidak dapat diciptakan melalui imajinasi atau pengalaman dalam waktu singkat, walaupun seorang manager berbakat. Konsep serta teknik-teknik initelah dikembangkan selama bertahun-tahun oleh berbagai pemikir dan baru disusun dalam kesatuan pemikiran manajemen. Tidak ada salahnya bagi seorang manager atau pemimpin menjadi orang baru dalam pekerjaannya serta meniti karirnya, sambil banyak belajar tentang bidang tertentu, tetapi tidak belajar banyak tentang pengelolaan.

Sehingga dalam mempelajari organisasi yang sehat dan teliti, kita bisa menemukan beberapa hal umum yang cenderung membuat organisasi itu tetap sehat. Kita dapat menyimpulkan sifat-sifat organisasi yang sehat hanya dalam empat proses penting, yaitu :

  • Evaluasi

Merupakan suatu proses periodic dan sistematis untuk meninjau seluruh sistem organisasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan :

·      Apa perbedaan antara yang ada sekarang dengan yang seharusnya menurut tuntutan keadaan ?

·      Apa yang perlu kita lakukan dengan cara lain ?

·      Perubahan apa yang mesti kita lakukan dalam organisasi untuk memenuhi tuntutan masa datang ?

  • Penyesuaian

Merupakan proses perencanaan yang formal dan teratur, yang menghasilkan keputusan-keputusan konkrit tentang organisasi dan perkembangannya serta mengarah ke tindakan-tindakan konkrit yang ditugaskan pada individu tertentu, bersama dengan hasil dan target waktu tertentu.

  • Kaderisasi

merupakan proses yang sistematis, relatif formal dan umum. Dengan proses itu organisasi menemukan dan mengembangkan pemimpin-pemimpin masa datang untuk menyiapkan bakat pengelolaan sebelum kebutuhan muncul dan memiliki orang-orang yang ahli sehingga cukup tersedia untuk dipilih.

  • Inovasi kebijaksanaan yang disadari benar-benar

Untuk mendorong orang-orang di semua tingkat organisasi agar menemukan cara-cara baru dalam mencapai hasil yang tanggung jawabnya dibebankan oleh manajemen, sebagai alat untuk mengakui dan memberi kepada pikiran-pikiran dan tingkah laku inovatif, bukan hanya dalam mengembangkan produk, namun dalam semua aspek pekerjaan.

Penyakit Ketidakmampuan Menyelesaikan Diri Dalam Organisasi

1. Penyakit yang timbul dalam organisasi

Dalam organisasi yang mengisyaratkan ketidakmampuan suatu organisasi untuk menyelesaikan diri menyebabkan munculnya penyakit yang berakibat kurang berfungsinya organisasi, atau keadaan tidak selaras, tampaknya benar-benar terjadi dalam organisasi bisnis, baik di bidang komersial maupun segi pengelolaannya. Inilah sembilan penyakit yang mengisyaratkan ketidakmampuan suatu organisasi untuk menyelesaikan diri, yaitu :

  1. Sindrom amuba

Suatu penyakit organisasi yang timbul karena kurang pengarahan yang kuat dari pimpinan organisasi, tidak memadainya struktur, perintah atau bimbingan agar pimpinan tingkat menengah dan supervisor mampu memberikan pengarahan yang memadai kepada anggota stafnya dan keadaan organisasi secara keseluruhan mengalami kemerosotan serta manajemen puncak tidak dapat memberikan bimbingan yang dapat menggerakkan organisasi ke arah yang konstruktif.

2. sindrom anarkhi

Penyakit organisasi yang timbul karena kepemimpinan organisasi berada dalam pertentangan pendapat yang diakibatkan oleh “perang dalam istana”, dengan para pimpinan bersenjata kapak di tangan kiri dan kanan. Atau pergolakan penempatan di mana masalah tanggung jawab, fungsi dan sumber sedang di pertentangkan.

3.  Sindrom cambuk pedati

penyakit organisasi yang timbul karena organisasi tergan tung pada produk pelayanan yang sudah usang, sudah tidak mempunyai kekuatan lagi di pasaran.

4.   Sindrom dedlock

penyakit organisasi yang timblu karena keadaan renggang terjadi karena antara manajemen dengan pemimpin serikat buruh, yang disebabkan dedlock atau jalan buntu dan ketidakmampuan dalam mengatasi masalah.

5.   Sindrom mama dan papa

penyakit organisasi yang timbul karena pemimpin kurang profesional dalam menguasai mekanisme penyesuaian dengan perkembangan pasaran terhadap hasil produksi sehingga mengalami kemacetan dalam pemasaran.

6.   Sindrom rabun dekat

penyakit organisasi yang timbul karena para pemimpin organisasi yang mengelola perusahaan berpandangan sempit dan tidak berorientasi ke masa depan dan cenderung menyepelekan pemikiran strategi, arah atau proses perencanaan. Mereka hidup atas dasr kegiatan rutin saja.

7.   Sindrom lomba tikus

penyakit organisasi yang timbul karena iklim sosial buruk disebabkan oleh manager yang suka menindas dan menghukum dalam berbagai tingkat. Juga kurangnya minat pimpinan puncak terhadap kepentingan sah pegawai atau kebijakan yang cenderung pada “perbudakan”, yang oleh pegawai tidak adil, tidak manusiawi dan tanpa imbalan.

8.   Sindrom kontrol jauh dekat

penyakit organisasi yang timbul karena organisasi harus bertindak dengan pengendalian wewenang dan administrasi yang sangat ketat dari organisasi indukna sehingga otonomi dalam mengambil keputusan sangatlah kurang.

9.   Sindrom rigor-moris

penyakit organisasi yang timbul karena organisasi bersifat kaku mayat berlaku kondisi kelembaban dan kegiatan yang menyempit, karena nilai utama organisasi itu adalah struktur dan perintah.

Organisasi adalah suatu sistem yang saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. . Iklim organisasi merupakan keadaan mengenai karakteristik yang terjadi di lingkungan kerja yang dianggap mempengaruhi perilaku orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut. oleh karena itu, iklim organisasi dapat dikatakan sebagai lingkup organisasi.

Adapun penyakit-penyakit yang timbul dalam berorganisasi adalah sebagi berikut:

1.     Sindrom amuba

2.     Sindrom anarkhi

3.     Sindrom cambuk pedati

4.     Sindrom dedlock

5.     Sindrom mama papa

6.     Sindromrabun dekat

7.     Sindrom lomba tikus

8.     Sindrom  control jauh dekat

9.     Sindrom rigor noris

Dari bahasan di atas kami menyarankan agar masyarakat yang telah bergabung dengan suatu organisasi dapat lebih meningkatkan efisiensi kerja suatu organisasi dan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam suatu organisasi. Ciptakanlah iklim kerja yang sehat untuk meningkatkan keefektivitasan kinerja organisasi.


DAFTAR PUSTAKA

Al-Brench, Karl. 1985. Pengembangan Organisasi. Bandung : Angkasa.

Kamaruddin. 1981. Analisa Organisasi Menejemen Modern. Jakarta : Rajawali.

Stoner, James A. F. 1982. Menejemen edisi ke dua (revisi). Jakarta :Erlangga.

Sutarto. 2002. Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta : Gajah mada.

Arni, M. 1989. Komunikasi Organisasi. Jakarta : Depdikbud.

DEFINISI ORGANISASI


Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah unt tujuan bersama.

Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen.[1] Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis).

Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.[1] Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya (uang, material, mesin, metode, lingkungan) , sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi

Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi  serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarkat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran

Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus.Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup.Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

“Inti organisasi belajar adalah kemampuan organisasi untuk memanfaatkan kapasitas mental dari semua anggotanya guna menciptakan sejenis proses yang akan menyempurnakan organisasi”
(Nancy Dixon, 1994)

“Organisasi di mana orang-orangnya secara terus-menerus mengembangkan kapasitasnya guna menciptakan hasil yang benar-benar mereka inginkan, di mana pola-pola berpikir baru dan berkembang dipupuk, di mana aspirasi kelompok diberi kebebasan, dan di mana orang-orang secara terus-menerus belajar mempelajari (learning to learn) sesuatu secara bersama” (Peter Senge, 1990)

”Organisasi belajar adalah organisasi yang mampu melaksanakan proses transformasi pengetahuan secara siklikal-berkelanjutan, dari pengetahuan pekerja sebagai hasil belajar mandiri menjadi pengetahuan organisasi sebagai hasil belajar organisasional, untuk menumbuh kembangkan modal organisasi”. (diana siregar, ITB)

Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan “organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang / beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut dengan bawahan.”

Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan “organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”
Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu.

James D Mooney berpendapat bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama.

Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama.

Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.” (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).

Sebuah kesatuan yang terdiri dari sekelompok orang yang bertindak secara bersama-sama dalam rangka mencapai tujuan bersama (Burky dan Perry, 1998).

Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).

Menurut Kochler, organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

Organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi lewat hirarki otoritas dan tanggungjawab (Schein). Karakterisitik organisasi menurut Schein meliputi : memiliki struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain untuk mengkoordinasikan aktivitas di dalamnya.

Menurut W.J.S. Poerwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, organisasi adalah susunan dan aturan dari berbagai-bagai bagian (orang dsb) sehingga merupakan kesatuan yang teratur.

Definisi Organisasi Perusahaan (Kast & Rosenzweig) :
1. Suatu subsistem dari lingkungannya yang lebih luas.
2. Terdiri dari orang-orang yang berorientasi pada tujuan.
3. Suatu subsistem teknik, yaitu orang-orang yang menggunakan pengetahuan, teknik, peralatan & fasilitas.
4. Suatu subsistem struktural, yaitu orang-orang yang bekerja bersama dalam berbagai kegiatan yang terpadu.
5. Suatu subsistem psikososial, yaitu orang-orang yang terlibat dalam hubungan sosial
6. Suatu subsistem manajerial yang merencanakan & mengendalikan semua usaha.

Organisasi Belajar adalah organisasi dimana sekumpulan orang secara berkelanjutan mengembangkan kapasitas mereka untuk membuat hasil yang benar-benar mereka inginkan, dimana pola pikir yang baru dan telah diperluas kemudian dipelihara, dimana aspirasi kolektif dibebaskan, dan dimana semua orang secara berkelanjutan belajar untuk melihat secara keseluruhan bersama-sama (Peter Senge).

Definisi Organisasi Perusahaan (Kast & Rosenzweig) :
1. Suatu subsistem dari lingkungannya yang lebih luas.
2. Terdiri dari orang-orang yang berorientasi pada tujuan.
3. Suatu subsistem teknik, yaitu orang-orang yang menggunakan pengetahuan, teknik, peralatan & fasilitas.
4. Suatu subsistem struktural, yaitu orang-orang yang bekerja bersama dalam berbagai kegiatan yang terpadu.
5. Suatu subsistem psikososial, yaitu orang-orang yang terlibat dalam hubungan sosial
6. Suatu subsistem manajerial yang merencanakan & mengendalikan semua usaha.

Daniel E. Griffths (1959)

Organisasi adalah seluruh orang-orang yang melaksanakan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan dengan yang dikoordinasikan agar sebuah tugas dapat diselesaikan.

Dengan demikian diantara ketiga macam pandangan tentang pengertian organisasi, pandangan yang tepat adalah yang menganggap organisasi sebagai suatu sistem kerjasama, sistem hubungan, sistem sosial. Guna memudahkan penangkapan pengertian, dapatlah kiranya disusun suatu definisi organisasi secara sederhana dan dapat diterapkan dalam praktek sebagai berikut :

“ Organisasi adalah suatu sistem yang saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu “.

Pengertian organisasi

Organisasi adalah sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pengertian Pengorganisasian.

Seperti telah diuraikan sebelumnya tentang Manajemen, Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi.

Pengertian Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan meninjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan.

Manajemen Perkantoran


Kantor adalah setiap tempat yang biasanya dipergunakan untuk melaksanakan pekerjaan tata usaha atau pekerjaan tulis menulis.

Manajemen perkantoran adalah pengarahan menyeluruh terhadap aktivitas-aktivitas ketatausahaan dari sebuah kantor untuk mencapai tujuan dengan cara yang sehemat-hematnya ( seefisien mungkin).

Fungsi-fungsi kantor yang bersifat kepemerintahan yaitu :

1. Untuk menerima keterangan berupa surat-surat, warkat-warkat dan lain-lain.
2. Untuk mencatat keterangan
3. Untuk menyusun keterangan : pembukuan, inventarisasi, perbekalan.
4. Untuk memberi keterangan
5. Untuk menjamin barang-barang yang ada di dalam kantor.

Fungsi-fungsi kantor yang bersifat perusahaan

1. Untuk menerima keterangan berupa surat-surat, warkat-warkat dan lain-lain.
2. Untuk mencatat keterangan
3. Untuk menyusun keterangan : pembukuan, inventarisasi, perbekalan.
4. Untuk memberi keterangan
5. Untuk menjamin barang-barang yang ada di dalam kantor
6. Melengkapi tujuan pokok perusahaan mis : penyusunan upah, metode pelaksanaan, produktivitas.
7. bentuk pengawasan faktor-faktor produksi.

SEGI-SEGI MANAJEMEN PERKANTORAN

* Segi Tujuannya

Dalam pembentukan sebuah kantor sangat penting menilai dan menentukan tujuan kantor.

* Segi Pengorganisasian

Penyusunan tenaga kerja dan pembagian tugas-tugas tenaga kerja tersebut. Mis : karyawan pegawai ® staf ® manajer

* Segi Kepegawaian

Yang berhubungan dengan perusahaan tenaga kerja, penempatan, latihan, kenaikan pangkat,dan pemberhentian tenaga kerja.

* Segi Metode / prosedur

Suatu sistem urutan pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan bagaimana, dimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.

* Segi Mesin-Mesin dan Perlengkapan

Mesin-mesin dan semua benda-benda atau barang mati yang dipergunakan dalam kantor-kantor untuk membantu atau mempermudahpelaksanaan pekerjaan.

* Segi Lingkungan

Lingkungan gedung kantor dan kondisi-kondisi fisik dalam gedung.

Tugas seorang manajer kantor adalah mengawasi kantor untuk mencapai tujuannya dan memberikan pengarahan-pengarahan kepada para bawahannya.

TUGAS-TUGAS POKOK MANAJER

1. Memberi instruksi untuk melaksanakan pekerjaan.
2. mengawasi pegawai-pegawai dalam melaksanakan tugasnya
3. Melatih pegawai-pegawai untuk melaksanakan tugasnya.
4. mengembangkan metode-metode baru untuk melaksanakan pekerjaan.

TUGAS MANAJER KANTOR DALAM HUBUNGANNYA DENGAN BAWAHAN

1. Mendamaikan perselisihan-perselisihan bawahan / perorangan .
2. Memelihara disiplin, memberi ujian atau memberi celaan jika perlu.
3. memelihara hubungan antar manusia yang baik dengan bawahan.
4. Jika perlu memberi hutang.

TUGAS MANAJER KANTOR DALAM HUBUNGANNYA DENGAN ATASAN

1. Menerima tanggung jawab atas pekerjaan kantor dengan para atasan
2. Bekerja sama dengan pengawas-pengawas lainnya
3. Mengijinkan dan menolak permintaan para pegawai.
4. Melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan terhadap lingkunagn kantor.

LINGKUNGAN KANTOR

Lingkungan kantor terdiri dari gedung kantornya, perkakas atau perabot, tata ruang kantor, dan kondisi-kondisi fisik dari kantor tersebut dimana pegawai-pegawai melaksanakan pekerjaan.

Kondisi-kondisi fisik disini maksudnya adalah kondisi diluar gedung mis : puskesmas, kantin dan lain sebagainya.

SYARAT-SYARAT PENDIRIAN KANTOR

1. Letak : Dekat dengan pengangkutan, fasilitas-fasilitas bank, kantor pos, pasar, rumah makan dan konsumen.
2. Kepatutan : Ukuran luas atau besarnya gedung kantor dan lahanya kalau bisa luas.
3. Pertimbangan-pertimbangan tentang biaya : Biaya pemeliharaan, biaya penggantian-penggantian dari gedung lama.
4. Faktor-faktor fisik : Eskalator, lif, alat pemanas, dan penerangan.

KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN PERUSAHAAN JIKA DIDIRIKAN SESUAI DENGAN SYARAT

1. Biaya biaya gedung yang lebih murah.
2. Udara yang lebih bersih dan biaya pemeliharaan yang lebih murah.
3. Fasilitas-fasilitas pengangkutan yang lebih baik.
4. Ruang dapat diperluas.

KANTOR YANG BERSIFAT TERBUKA

Terbuka disini maksudnya suatu ruangan yang terbesar dimana beberapa seksi saling kerjasama sehingga bisa saling mengikat.

KEUNTUNGAN KANTOR BERSIFAT TERBUKA

1. Pengawasan yang bisa dipantau dalam satu ruang.
2. Penghematan dalam luas pantai
3. Penempatan dan pengguruan mesin-pmesin dan perlengkapan yang baik.
4. Penghematan dalam penerangan.

KERUGIAN KANTOR TERBUKA

1. Suasana yang ada tidak berhubungan dengan orang perorangan.
2. Suasana gaduh ( berisik)
3. Mendorong kondisi-konsdisi yang ramai
4. Bingung karena teman-teman atau tamu-tamu

PERABOT-PERABOT KANTOR

Di dalam membeli perabot-perabot kantor harus diperhitungkan faktor-faktor berikut :

1. Harus menghemat ruang lantai
2. harus fungsionir dengan pekerjaan yang dilakukan
3. Tidak begitu berat agar mudah dipindah-pindahkan
4. Perabot itu sebaiknya berupa logam-logam agar terhindar dari bahaya-bahaya kebakaran.

PROSEDUR-PROSEDUR PEKERJAAN PERKANTORAN

Prosedur perkantoran adalah sistem-sistem perkantoran atau urutan-urutan dari pada langkah-langkah pelaksanaan –pelaksanaan pekerjaan kantor di dalam mana pekerjaan itu dilakukan dan berhubungan dengan apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya dimana dan siapa yang melakukannya.

Pentinganya sistem perkantoran karena :

1. Membuat pekerjaan kantor menjadi lebih lancar
2. memberikan pengawasan yang lebih baik melalui pengarahan.
3. Membuat koordinasi yang lebih baik diantara bagian-bagian yang berbeda.
4. Dalam melaksanakan pekerjaan dengan formulir-formulir perkantoran dan alat-alat pekerjaan tata usaha yang sangat penting

PRINSIP-PRINSIP PADA SISTEM PERKANTORAN

1. Sistem-sistem perkantoran hendaknya sederhana sehingga mempermudah pengawasan.
2. Spesialisasi hendaknya dipergunakan sebaik-baiknya.
3. mencegah kekembaran pekerjaan terutama pada formulir-formulir.
4. Sistem-sistem hendaknya flekdsibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang berubah.
5. Pembagian tugas-tugas yang tepat.
6. Penggunaan mesin-mesin perkantoran yang sebaik-baiknya.
7. Pekerjaan tata usaha harus diselenggarakan sampai yang seminim-minimnya.

BUKU PEDOMAN KANTOR SEBAGAI BUKU PEDOMAN PEKERJAAN

Buku pedoman kantor memuat antara lain :

1. Garis-garis besar organisasi yanitu tugas-tugas tiap-tiap jabatan.
2. Metode-metode yang berhubungan dengan pekerjaan.
3. Formulir-formulir yang digunakan dengan cara penggunaanya.
4. Instruksi-instruksi tentang bagaimana menggunakan buku pedoman tersebut.

KEUNTUNGAN BUKU PEDOMAN KANTOR

1. Buku pedoman kantor mempermudah pengawasan
2. Buku pedoman kantor membantu pembagian pekerjaan yang adil.
3. Buku pedoman kantor membantu dalam latihan pegawai-pegawai.

KERUGIAN-KERUGIAN PENGGUNAAN BUKU PEDOMAN KANTOR

1. Prosedur-prosedur tidak lebih baik dari prosdur-prosedur yang tertulis.
2. Isi pekerjaan pada jabatan-jabatan selalu berubah.
3. Menyiapkan buku pedoman memakan waktu yang lama dan sering tidak berlaku lagi.
4. Buku pedoman kantor dapat mematikan inisiatif pegawai-pegawai.

BAGAN-BAGAN PEKERJAAN

Tujuan bagan pekerjaan adalah untuk melukiskan suatu sistem atau aliran pekerjaan dalam suatu cara yang sederhana sehingga dapat dengan mudah dimengerti.

MACAM-MACAM BAGAN PEKERJAAN

1. Bagan analisa pekerjaan
2. Bagan aliran dan distribusi pekerjaan
3. Bagan diagram digerakkan
4. bagan operasi

TUJUAN DARI BAGAN-BAGAN

1. Bertujuan untuk membuat ikhtisar ikhtisar tentang pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan.
2. Memberikan urutan dan waktu-waktu yang dipergunakan untuk masing-masing pelaksanaan pekerjaan.
3. Untuk menunjukan bagaimana formulir –formulir perkantoran berpindah dari satu bagan ke bagan lain.
4. Untuk menunjukan penggunaan mesin dan orang yang menggunakan mesin-mesin tersebut.

PENGORGANISASIAN KANTOR

Organisasi adalah wadah sekelompok norang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan.

Alasan-alasan pendirian organisasi kantor yaitu :

1. Organisasi mengandung delegasi dari pada tugas-tugasnya
2. Organisasi mempengaruhi koordinasi
3. Organisasi menentukan tanggung jawab dari jabatan-jabatan perorangan
4. Organisasi mempengaruhi motivasi dan semangat kerja para pegawai.

PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI KANTOR

1. Harus ada garis-garis otoritas yang jelas dari bagian puncak sampai bagian yang terbawah.
2. Otoritas harus dihubungkan dengan tanggung jawab
3. Pengawasan pusat dan desentralisasi yang maksimum
4. Menjamin adanya garis-garis komunikasi yang baik secara mendatar maupun vertikal.

Sentralisasi adalah titik berat pada pengawasan dari pusat yang dinyatakan dengan instruksi-instruksi secara terperinci dari kantor pusat mengenai pekerjaan-pekerjaan yang terpusat.

Desentralisasi adalah pekerjaan –pekerjaan yang dilakukan dalam unit-unit atau bagian-bagian . keduanya harus dikerjakan.

KEUNTUNGAN DARI SISTEM SENTRALISI

1. Pengawasan administrasi yang lebih baik.
2. Pengawasan dapat sesuai dengan standart
3. Fleksibilitas yang lebih besar dalam penggunaan tenaga kerja.
4. Beban-beban maksimum dapat dikendalikan dengan mudah.

KERUGIAN DARI SISTEM SENTRALISASI

1. Pengawasan yang terlalu ketat dapat mengakibatkan pegawai tidak mempunyai motivasi
2. Adanya birokrasi yang panjang.
3. Pengawasan yang terlalu jauh adalah tidak baik.

PEDOMAN-PEDOMAN TENTAN TUJUAN ORGANISASI

1. Perumusan tentang tujuan organisasi secara jelas. Tujuan harus diketahui secara pasti, harus dirum,uskan dengan jelas dan secara tertulis.

2. Pemeliharaan kesatuan tujuan organisasi . Setiap organisasi sebagai suatu kebulatan dan masing-masing satuan dalam lingkungan harus mengarah kepada tercapainya tujuan organisasi yang tunggal

3. Pengutamaan tujuan organisasi Tujuan organisasi harus diutamakan dari tujuan pribadi masing-masing anggota organisasi tersebut.

BAGAN ORGANISASI

Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.

Menurut Keith Davis ada 6 bentuk struktur organisasi yaitu :

1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk horizontal
3. Bentuk circular
4. Bentuk semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Invented Piramid ( Piramida terbalik)

TIPE-TIPE ORGANISASI

Tipe organisasi ada 4 macam yaitu :

1. Tipe organisasi garis atau line yaitu bentuk / struktur organisasi yang paling tua dan paling sederhana diciptakan oleh Henry Fayol.

Ciri-ciri tipe organisasi garis ini adalah

o Organisasi masih kecil

o Jumlah karyawan sedikit

o Spesialisasi kerja masih kecil

Keuntungannya adalah :

o Mudah dimengerti dan dilaksanakan

o Ada bagian kekuasaan dan tanggung jawab yang jelas

o Merupakan jenis organisasi yang stabil

o Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat

o Solidaritas karyawan yang tinggi karenan saling mengenal

Kerugiannya adalah :

o Seluruh orang terlalu bergantung pada satu orang

o Bersifat otokratis dan dapat menjadi diktatoris

o Kesempatan karyawan untuk berkembang sangat terbatas

o Sulit dilaksanakan dalam suatu organisasi yang besar

1. Tipe organisasi Fungsional

Tipe ini diciptakan oleh F.W.Taylor . Dalam tipe ini ada pimpinan yang mempunyai bawahan yang jelas sebab setiap atasan berwenang memberi komando kepada setiap bawahan sepanjang ada hubungannya dengan fungsi atasan tersebut.

Keuntungan Tipe ini adalah :

o Dapat diperolejh manfaat yang sebesar-besarnya dari para ahli

o Ada koordinasi yang baik

o Memudahkan dalam pengawasan

Kerugian tipe ini adalah :

o Banyak mengeluarkan biaya tambahan

o Kekembaran kekuasaan dapat menimbulkan perselisihan / konflik

o Pandangan para pekerja yang merasa terlalu banyak atasan.

1. Tipe organisasi Garis dan Staf

Tipe ini merupakan gabungan dari tipe garis dan fungsional, sehingga menyebar struktur orgasnisasi tersebut.

2. Tipe Organisasi Fungsional dan Staf

Tipe ini adalah perpaduan antara tipe orrganisasi garis, fungsional dan staf.

Mengenal Ilmu Administrasi


Manusia selalu hidup berkelompok dalam menjalankan kehidupannya. Salah satu kelompok itu ialah sebuah usaha kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. Segenap proses penyelenggaraan dalam setiap usaha kerja sama dari sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu dipelajari oleh suatu cabang ilmu, yang disebut ilmu administrasi.

Ilmu administrasi merupakan suatu ilmu yang luas coraknya. Sebab, ilmu ini menerima sumbangan-sumbangan berbagai pengertian, cara pemikiran, dan cara pendekatan dari cabang-cabang ilmu sosial lainnya.

Sebagai pengetahuan sistematis, ilmu ini mewujudkan berbagai pernyataan yang mempunyai bentuk preskripsi dan berbagai proposisi berupa prinsip ilmiah, kaidah ilmiah, dan teori ilmiah.

Berdasarkan 3 unsur utama dari administrasi dikembangkan 3 kelompok pengetahuan utama dalam ilmu ini dibagi menjadi :

1. Ilmu organisasi.

2. Ilmu manajemen.

3. Ilmu komunikasi administratif.

Lima unsur pelengkap dari administrasi telah menumbuhkan kelompok pengetahuan dalam ilmu ini berupa, ilmu administrasi kepegawaian, administrasi keuangan, administrasi perbekalan, administrasi perkantoranm dan administrasi humas .

Dalam ilmu administrasi perkantoran belakangan ini banyak direncanakan sistem informasi manajemen (management information system, MIS).

Secara ringkas sistem ini adalah suatu kebulatan jalinan hubungan dan jaring lalu lintas informasi dalam suatu organisasi mulai dari sumber yang melahirkan bahan keterangan melalui proses pengumpulan, pengolahan, penahanan sampai penyebarannya kepada semua petugas yang berkepentingan agar dapat melaksanakan semua tugas dengan sebaik-baiknya dan terakhir tiba pada pucuk pimpinan organisasi untuk keperluan membuat berbagai keputusan yang tepat.

Tiga kelompok utama, yaitu ilmu organisasi, ilmu manajemen, dan ilmu komunikasi administratif bersama 5 kelompok unsur pelengkap tersebut di atas dalam ilmu administrasi ternyata saling berkaitan satu sama lain.

1.   Ilmu administrasi publik

Ilmu ini tidak mempunyai sasaran tersendiri, melainkan lebih menyerupai suatu rumpun dalam ilmu administrasi yang membawahi semua administrasi dalam lingkungan suasana kenegaraan. Nilai-nilai terakhir dari keberhasilan administrasi bisnis adalah terselenggaranya:

  • Pelayanan yang memuaskan kepada kepentingan umum dan warga negara.
  • Penyelenggaraan pemerintahan yang bertanggung jawab.
  • Adanya pemerintah yang baik.

Ilmu ini menjadi syarat penting yang harus dimiliki oleh para pegawai negeri.

2.   Ilmu Administrasi Bisnis

Berbagai administrasi yang berada dalam lingkungan suasana perusahaan, misalnya:

  • administrasi penjualan dan pemasaran;
  • administrasi produksi ;
  • administrasi periklanan;
  • administrasi perbankan;
  • administrasi perhotelan;
  • administrasi pengangkutan.

Administrasi bisnis merupakan suatu rumpun dalam ilmu administrasi yang membawahi semua administrasi tersebut di atas untuk masing-masing berkembang sendiri-sendiri menjadi pengetahuan sistematis.

Ilmu ini menjadi syarat penting yang harus dimiliki oleh para pegawai swasta yang bekerja dalam berbagai perusahaan.

3.   Ilmu Administrasi Sosial

Berbagai administrasi yang berada dalam lingkungan suasana kemasyarakatan, misalnya:

  • administrasi perhimpunan;
  • administrasi perkumpulan;
  • administrasi yayasan;
  • administrasi koperasi;
  • administrasi serikat buruh;
  • administrasi lembaga fakir miskin;
  • administrasi pekerjaan sosial;
  • administrasi gereja.

Kegiatan-kegiatan dalam lingkungan administrasi kemasyarakatan umumnya mempunyai sifat memajukan sesuatu hal atau memelihara sesuatu kepentingan dari segolongan orang dalam masyarakat.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh lembaga atau badan kemasyarakatan tidak menonjolkan unsur orang-orang sebagai perseorangan.

Ilmu ini merupakan suatu rumpun dalam ilmu administrasi yang membawahi semua administrasi dalam lingkungan suasana kemasyarakatan.

Sumber : http://belajarbareng.unimedcenter.org

Pingin keluar dari kerjaan dengan cepat


Bingung mau di taruh di mana. moga gak repost,ya. kebetulan dapet dari data temen.
ini tips buat bro/sist yang pingin keluar dari kerjaan nya dg cara yang kurang menyenangkan.
tapi kalo gak mau di pecat ya, lakuin yang sebaliknya.

ada 10 tips yang perlu dilakukan:

1. Datang telat, jadi karyawan teladan
Datang tepat waktu itu cuma buat mereka yang gocik atau penakut saja. Apalagi klo sudah senior kan ya wajar datangnya telat. Kalau waktu mau berangkat masih masih ngantuk ya tidur lagi aja dulu ga papa. Dalam perjalanan ngantor, tak ada ruginya mampir dulu ke mana gitu untuk urusan pribadi atau yang lain.

2. Jangan lupakan kopi ama jajanannya
Bukan, bukan buat si bos, untuk diri sendiri! Lha sudah niat telat kok, kenapa ndak sekalian aja mampir ke warung kopi dalam perjalanan ke kantor? Jangan lupa jajan gorengannya, perkara nanti baju belepotan kena petis atau minyak, ya risiko, biasa lah.

3. Ngudap di meja kerja
Ini maksudnya jajanan yang tadi dah dibeli, bukan makan siang dong, ah. Klo udah waktunya makan siang, ngapain juga masih mau kerja? Dan nyantai aja, tak usah keburu-buru pengen cepet kerja.

4. Ngambil jam makan siangnya yang lama
Masa untuk makan siang cuman sejam doang? Gila apa? Sejam itu belum cukup ah buat makan sambil ngobrol-ngobrol, guyon-guyon atau pergi keluar untuk urusan pribadi.

5. Melakukan panggilan pribadi
Klo bukan di kantor, lantas mau di mana lagi bisa cari waktu untuk ngobrol? Dan mumpung pake fasilitas kantor, maka ya dipuas-puasin aja.

6. Asyik internetan
Mengirimkan email untuk urusan pribadi, untuk menyebarluaskan yang lucu-lucu seperti guyonan Ponari Sweat atau gosip-gosip miring seputar produk dan jasa di Indonesia. Oh, iya, dan itu semua menggunakan akun email kantor. Tidak lupa banyak habiskan waktu youtube-an, facebook-an, dan browsing ke mana-mana.

7. Download, download, download…
Koneksi di kantor untungnya lebih cepet ketimbang yang di rumah. Kesempatan, dipake aja buat donlod seluruh seri serial Friends, film-film terbaru dan bahkan software2 bajakan. Habis gitu dibagi-bagikan ke seluruh komputer yg ada, biar nanti kalo ada tuduhan kita bisa bilang, “Lha, ini kan bukan cuma saja aja” sambil berharap bagian IT cukup bodoh untuk bisa membaca kelicikan kita.

8. Buat teman dan terutama client Anda jengkel
Bila ada yang ngajak ngobrol, jangan pedulikan, teruskan saja ngobrol dengan teman Anda atau pura-pura sibuk dengan kerjaan. Jika dia bertanya, tak usah dijawab. Bila Anda lebih sering berbicara melalui telepon, jadikan saluran Anda terus sibuk sehingga penelpon tak bisa masuk. Bila ada yang meninggalkan pesan, jangan repot-repot untuk menelponnya. Jika ada teman yang mengajak Anda berbicara, segera teriakkan, “Lihat, di belakangmu ada apa?!” lalu segeralah berlalu meninggalkan dia.

9. Jangan pernah kerja melebihi job description Anda
Bahkan ketika sebuah proyek sedang dalam tahap kritis dan bantuan Anda sedang diharapkan, ingat-ingatlah: “Itu bukan urusan Anda”. Begitu juga manakala ada yang meminta Anda untuk melakukan sesuatu, katakan, “Itu kan bukan kerjaanku”. Ini akan jadi sangat efektif manakala, semisal saja, seseorang yang kerjanya di cleaning service dan lalu berkata seperti itu kala diminta untuk membersihkan kotoran di wastafel.

10. Pulanglah lebih cepat
Emang yang membuat aturan pulang jam lima itu siapa, sih? Kalau saja Anda pulang 15 menit saja lebih cepat, ntar kan bisa sampe rumah sebelum waktunya makan malam.

sapa tau bisa jadi pelajaran berguna

Manajemen pemasaran : globalisasi, kemajuan teknologi, dan deregulasi.


Dewasa ini dunia bisnis menghadapi tiga tantangan dan peluang utama: globalisasi, kemajuan teknologi, dan deregulasi.

Pemasaran umumnya dilihat sebagai tugas menciptakan mempromosikan, serta menyerahkan barang dan jasa ke konsumen dan perusahaan lain. Pemasaran ang efektif dapat dilakukan melalui banyak bentuk. Bisa berbentuk entrepreneurial, terformulasi, atau intrepreneurial; dan pemasaran memasarkan banyak jenis entitas: barang, jasa, pengalaman, acara khusus (event), orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi, gagasan.

Para pemasar merupakan orang-orang yang terampil dalam mengelola permintaan: Mereka berusaha untuk mempengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan. Untuk melakukan itu, mereka menghadapi sekelompok keputusan, mulai dari yang besar seperti ciri apa yang seharusnya dimiliki sebuah produk sampai ke hal yang kecil seperti warna kemasan, Mereka juga beroperasi dalam empat pasar yang berbeda: pelanggan, perusahaan, global, dan nirlaba.

Bagi tiap-tiap pasar sasaran yang dipilih, perusahaan mengembangkan tawaran pasar yang diposisikan dalam pikiran pembeli sebagai memberikan beberapa manfaat tertentu. Para pemasar harus memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran: Produk atau tawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Istilah pasar meliputi berbagai pengelompokkan pelanggan. Dewasa ini ada tempat pasar fisik dan ada ruang-pasar digital, serta ada pula pasar mega (megamarket).

Pertukaran adalah mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Transaksi adalah perdagangan nilai antara dua atau lebih pihak: Yang mencakup sekurang-kurangnya dua hal yang berharga, persyaratan yang disepakati satu kesepakatan, dan tempat kesepakatan. Dalam pengertian yang paling umum, pemasar harus berusaha keras mendapatkan tanggapan pihak lain yang berwujud perilaku: pembelian, pemberian suara, keanggotaan aktif keikutsertaan dalam aktivitas kepedulian.

Pemasaran relasional mempunyai sasaran membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak utama-pelanggan, pemasok, distributor–supaya bisa memperoleh dan mempertahankan kelebih-sukaan (preferensi) dan bisnis jangka panjang mereka, Hasil terkhir dari pemasaran relasional adalah pembentukan aset perusahaan yang unik dan disebut jaringan pemasaran.

Para pemasar mencapai pasar melalui berbagai saluran komunikasi, distribusi, dan penjualan. Para pemasar beroperasi di lingkungan tugas dan di lingkungan luas.  Mereka menghadapi persaingan tawaran dan barang pengganti dari pesaing yang aktual dan potensial. Perangkat alat yang digunakan oleh pemasar untuk mendapatkan tanggapan yang diinginkan dari pasar sasaran mereka disebut bauran pemasaran.

Ada enam konsep yang bersaing yang digunakan oleh organisasi untuk memilih cara berbisnis yang mereka lakukan: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pelanggan, dan konsep pemasaran masyarakat. Tiga konsep pertama mempunya manfaat yang terbatas dewasa ini. Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi adalah menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan pesaing. Konsep itu dimulai dengan pasar yang didefinisikan dengan baik, berfokus pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua kegiatan yang akan mempengaruhi pelanggan, dan menghasilkan laba dengan cara memuaskan pelanggan, Konsep pelanggan memenuhi kebutuhan individual para pelanggan spesifik dan bertujuan membangun kesetiaan dan nilai selama masa hidup pelanggan.

Konsep pemasaran masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan  pesaing, melalui cara yang dapat mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep itu menuntut pemasar untuk menyeimbangkan tiga pertimbangan: laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen, dan kepentingan publik.

BAB II

Kemajuan teknologi baru dan kekuatan pasar baru menciptakan perekonomian baru. Perusahaan dan pemasar perlu menambah alat dan praktik baru jika mereka mengharapkan keberhasilan.

Empat pendorong khusus perekonomian baru adalah digitalisasi dan konektivitas, disintermediasi dan reintermediasi, kustomisasi dan kustomerisasi, dan konvergensi industri. Digitalisasi secara khusus memperkenalkan kapabiliatas baru yang menggembirakan bagi konsumen dan dunia bisnis.

Perekonomian baru menggeser beberapa praktik bisnis perekonomian lama menuju ke pengorganisasian berdasarkan segmen pelanggan (bukannya hanya berdasarkan produk). Berfokus pada nilai masa hidup pelanggan (bukan pada transakai). Berfokus pada para pemercaya (dan bukan hanya pada pemegang saham), membuat semua orang melakukan pamasaran, membangun merek melalui perilaku (bukannya iklan), berfokus pada mempertahankan pelanggan (sebanyak memperoleh pelanggan), mengukur kepuasan pelanggan, dan menyedikitkan janji tetapi memberikan lebih banyak.

Perusahaan mengadapi banyak pertanyaan dalam mengadopsi e-marketing (pemasar elektronik). Tiga dari antaranya adalah mengetahui cara merancang situs web yang menarik, mengetahui cara beriklan pada web, dan mengetahui cara menyusun model pendapatan dan laba yang sehat bagi bisnis dot com mereka.

Perusahan juga menjadi terampil dalam Manajemen Relasioal Pelanggan(CRM: Customer Relationship Management), yang berfokus pada memenuhi kebutuhan individual para pelanggan yang penting. Keterampilan menuntut pembentukan basis data pelanggan dan melakukan penggalian data untuk melacak tren, segmen dan kebutuhan individual.

BAB III

Pelanggan berperilaku guna memaksimumkan nilai. Mereka membentuk harapan akan nilai dan bertindak berdasarkan harapan itu. Pembeli akan membeli dari perusahaan yang mereka anggap menawarkan nilai bagi pelanggan (customer delivered value) tertinggi, yang didefiniskan sebagai selisih antara nilai pelanggan total dan biaya pelanggan total.

Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari kinerja yang dianggap ada pada produk dan harapan pembeli. Karena menyadari bahwa kepuasan yang tinggi menyebabkan kesetiaan pelanggan yang tinggi, banyak perusahaan kini mengarah ke TCS–Total Customer Satisfaction (Kepuasan Pelanggan Total). Bagi perusahaan tersebut, kepuasan pelanggan merupakan sasaran sekaligus alat pemasaran.

Perusahaan yang kuat mengembangkan kapabilitas/kecakapan guna mengelola proses bisnis inti: merealisasi produk baru, mengelola sediaan, mencari dan mempertahankan pelanggan. Mengelola proses-proses inti itu secara efektif berarti mencipatkan jaringan kerja pemasaran yang melalui jaringan itu perusahaan bekerja sama secara erat dengan semua pihak didalam rantai produksi dan distribusi, dari pemasok bahan baku sampai distributor pengecer. Perusahaan-perusahaan tidak lagi bersaing-yang bersaing kini adalah jaringan–jaringan pemasaran.

Kehilangan pelanggan yang mampu menghasilkan laba dapat berdampak pada laba perusahaan secara dramatis. Biaya menarik pelanggan baru diperkirakan sebesar lima kali lipat biaya menyenangkan pelanggan yang ada. Kunci untuk mempertahankan pelanggan adalah pemasaran relasional. Untuk senantiasa menyenangkan pelanggan, para pemasar dapat menambakan manfaat keuangan dan sosial ke produk, atau menciptakan ikatan struktural antara perusahaan dan para pelanggannya.

Mutu adalah keseluruhan fitur dan sifat produk atau pelayanan yang mempengaruhi kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat. Perusahaan-perusahaan masa kini tidak mempunyai pilihan selain melakukan program manajemen mutu total jika mereka ingin mempertahankan solvabilitas dan profitabilitasnya. Mutu total adalah kunci untuk penciptaan nilai dan kepuasan pelanggan.

Diperusahaan yang berpusat pada mutu, para manajer pemasaran mempunyai dua tanggung jawab. Pertama, mereka harus berpartisipasi guna merumuskan strategi dan kebijakan yang dirancang untuk membantu perusahan supaya unggul dalam persaingan melalui kehebatan mutu total. Kedua, mereka harus memberikan mutu pemasaran selain mutu produksi. Tiap-tiap kegiatan pemasaran–penelitian pemasaran, pelatihan penjualan, periklanan, pelayanan pelanggan, dan sebagainya–harus dilaksanakan dengan standar yang tinggi.

BAB IV

Perencanaan strategis yang berorientasi pasar adalah proses manajerial untuk mengembangkan dan mempertahankan kesesuaian yang menghasilkan keberhasilan antara tujuan, keahlian, dan sumber daya organisasi dengan sejumlah peluang pasar yang terus berubah. Tujuan perencanaan strategis adalah membentuk serta menyempurnakan bisnis dan produk perusahaan sehingga mampu mencapai sasaran laba dan pertumbuhan. Perencanaan strategis dilaksanakan pada empat level: korporasi, divisi, unit bisnis, dan produk.

Kantor pusat korporasi bertanggung jawab atas pelaksanaan proses perencanaan strategis. Strategi korporasi menjadi kerangka kerja bagi divisi dan unit bisnis dalam menyiapkan recana strategis mereka. Penetapan strategi korporasi mencakup empat kegiatan? mendefinisikan misi korporasi; menyusun unit bisnis strategis (strategic business units, SBU); membebankan sumber daya ke tiap-tiap unit bisnis berdasarkan daya tarik pasar dan kekuatan bisnis; merencanakan bisnis baru dan merampingkan bisnis lama.

Perencanaan strategis atas bisnis tertentu mencakup kegiatan berikut ini: mendefinisikan misi bisnis, menganalisis peluang dan ancaman eksternal, menganalisis kekuatan dan kelemahan internal, merumuskan sasaran, merumuskan strategi, merumuskan program pendukung, melaksanakan program, dam mengumpulkan umpan balik serta melaksanakan pengendalian.

Proses pemasaran terdiri dari empat langkah: menganalisis peluang pasar, menyusun strategi pemasaran; merencanakan program pemasaran; dan mengorganisasikan, melaksanakan, serta mengendalikan upaya pemasaran.

Tiap-tiap level produk dalam unit bisnis tertentu harus membuat rencana pemasaran guna mencapai sasarannya. Rencana pemasaraan itu merupakan hasil yang paling penting dari proses pemasaran, dan rencana itu harus berisi unsur-unsur berikut ini: ikhtisar eksekutif dan daftar isi; tinjauan situasi pemasaran terkini; analissis peluang dan isu yang dihadapi produk; ikhtisar tujuan keuangan dan pemasaran pada rencana itu; tinjauan strategi pemasaran yang akan digunakan untuk mencapai tujuan rencana; gambaran program kegiatan yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan recana; proyeksi laporan rugi-laba; dan ikhtisar pengendalian yang akan digunakan untuk memantau kemajuan rencana itu.

BAB V

Tiga perkembangan yang semakin meningkatkan kebutuhan akan informasi pemasaran saat ini dibandingkan pada masa-masa yang lalu: timbulnya pemasaran global. Penekanan pada keinginan pembeli, dan tren menuju persaingan non-harga.

Untuk melaksanakan tanggung jawab analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian, para manajer pemasaran membutuhkan Sistem Informasi Pemasaran (SIP), Peran SIP adalah untuk menilai kebutuhan informasi para manajer, menyusun informasi yang dibutuhkan, dan mendistribusikan informasi tersebut dengan tepat waktu.

SIP mempunyai empat komponen: (a) sistem pencatatan internal, yang meliputi informasi siklus pesanan-ke-pembayaran dan sitem pelaporan penjualan; (b)  sistem intelinjen pemasaran, serangkaian prosedur dan sumber yang digunakan oleh para manajer untuk memperoleh informasi harian tentang perkembangan lingkungan pemasaran (c) sistem riset pemasaran yang memungkinkan perancangan, pengumpulan, analisis, serta pelaporan data dan temuan secara sistematis yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu; serta (d) sistem pendukung keputusan pemasaran terkomputerisasi yang membantu para manajer dalam menafsirkan data dan informasi relepan serta menjadikan sistem itu sebagai dasar tindakan pemasaran.

Para perusahaan dapat melaksanakan riset pemasaran mereka sendiri atau menyewa perusahaan lain untuk melaksanakan riset bagi mereka. Riset pemasaran  yang baik bericirikan metode ilmiah, kreativitas , metode riset berganda, pembentukan model yang akurat, analisil biaya manfaat, sikap skeptis yang sehat, dan berfokus pada etika.

Proses itu terdiri dari mendefinisikan masalah dan tujuan riset, menyusun rencana riset, mengumpulkan informasi menganalisis informasi, dan menyajikan temuan tersebut kepada manajemen, Dalam melakukan riset, para perusahaan harus memutuskan apakah mereka akan mengumpulkan data sendiri atau menggunakan data yang sudah ada. Mereka juga harus memutuskan pendekatan riset mana (observasi, kelompok fokus, suvei data perilaku, atau eksperimen) yang harus digunakan. Selain itu, mereka harus mengambiil keputusan mengenai rencana pengambilan sampel dan metode kontak.

Salah satu alasan utama melaksanakan riset pemasaran adalah untuk menemukan peluang pasar. Setelah riset selseai, perusahaan tersebut harus mengevaluasi peluangnya dengan hati-hati dan memutuskan pasar mana yang akan dimasuki, Setelah berada di pasar, perusahaan itu baru menyiapkan ramalan penjualan berdasarkan estimasi pemintaan.

Terdapat dua tipe perminataan: permintaan pasar dan permintaan perusahaan. Untuk mengestimasi permintaan terkini, para perusahaan berusaha menentukan potensi pasar total, potensi pasar wilayah, penjualan industri, dan pangsa pasar. Untuk mengestimasi permintaan dimasa depan, para perusahaan dapat melakukan survey atas maksud pembeli, meminta masukan dari tenaga penjualnya, mengumpulkan pendapat para pakar, dan melakukan uji pasar. Model matematis, teknik statistik lanjutan, dan prosedur pengumpulan data yang terkomputerisasi menjade hal yang sangat penting bagi semua tipe peramalan permintaan dan penjualan.

BAB VI

Perusahaan yang berhasil menyadari bahwa lingkungan pemasaran memberikan serangkaian peluang dan ancaman yang tidak habis-habisnya. Tanggung jawab utama pemasar adalah mengidentifikasi perubahan yang signifikan di lingkungan makro perusahaan. Melebihi kelompok lain dalam perusahaan, manajer pemasaran harus menjadi pelacak tren dan pencari peluang.

Banyak peluang yang ditemukan dengan mengidentifikasi tren (arah atau urutan kejadian yang memiliki momentum dan kelangsungan bertahan) serta megatren (perubahan besar di bidang sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang memiliki dampak berkepanjangan).

Dalam situasi global yang berubah dengan cepat, para pemasar harus memantau enam kekuatan lingkungan utama: demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, hukum, dan sosial-budaya.

Dalam lingkungan demografi, para pemasar harus mengamati pertumbuhan populasi dunia; perubahan bauran usia, komposisi etnis, dan tingkat pendidikan, kebangkitan keluarga non-tradisi; pergeseran besar geografis populasi; dan peralihan ke pemasaran mikro serta penghindaran pemasaran masal.

Dalam arena ekonomi, para pemasar perlu memusatkan perhatian pada distribusi penghasilan dan level tabungan, utang, serta ketersediaan kredit.

Dalam lingkungan alam, para pemasar harus mengamati kekurangan bahan baku, peningkatan biaya energi dan tingkat polusi, serta perubahan peran pemerintah dalam perlindungan lingkungan hidup.

Dalam arena teknologi, para pemasar harus memperhitungkan percepatan perubahan teknologi, peluang inovasi, keragaman anggaran R&D, serta peningkatan peraturan pemerintah yang disebabkan oleh perubahan teknologi.

Dalam lingkuan politik-hukum, para pemasar harus tunduk pada berbagai perundang-undangan yang mengatur praktik bisnis dan pada beragam kelompok yang mempunyai kepentingan khusus.

Dalam arena sosial-budaya, para pamasar harus memahami pandangan orang terhadap diri, sesama, organisasi, masyarakat, alam sekitar, dan alam semesta. Mereka harus memasarkan produk yang terkait dengan nilai dasar dan nilai sekunder masyarakat; serta memikirkan dan mencari solusi atas kebutuhan sub-kultur yang berbeda-beda di dalam masyarakat.

BAB VII

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh empat faktor: budaya (budaya, sub-budaya, dan kelas sosial), sosial (kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status); pribadi (usia, tahap siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan konsep diri), dan psikologis (motivasi, persepsi, pembelajaran, keyakinan, dan sikap). Riset terhadap semua faktor-faktor itu dapat memberikan isyarat seperti bagaimana cara membuat orang menjadi konsumen dan melayani konsumen tersebut dengan lebih efektif

Untuk memahami cara konsumen membuat keputusan pembelian yang sebenarnya, para pemasar harus mengidentifikasi siapa yang membuat dan memberikan input keputusan pembelian: orang dapat menjadi pencetus, pemberi pengaruh, pengambil keputusan, pembeli, atau pemakai, dan kampanye pemasaran yang berbeda dapat diarahkan ke masing-masing jenis orang itu. Para pemasar juga harus menelaah tingkat keterlibatan pembeli dan jumlah merek yang tersedia untuk menentukan apakah konsumen terlibat dalam perilaku  pembelian yang rumit, perilaku pembelian pengurang disonansi/ketidaknyamanan, perilaku pembelian karena kebiasaaan, dan perilaku pembelian yang mencari variasi.

Proses pembelian yang lazim terdiri dari urutan kejadian berikut: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian. Tugas para pemasar adalah memahami perilaku pembeli pada tiap-tiap tahap. Sikap orang lain, faktor situasi yang tidak terantisipasi, serta risiko yang dipikirkan dapat mempengaruhi keputusan pembelian, demikian pula level kepuasan konsumen pasca pembelian dan tindakan perusahaan pasca pembelian.

Model proses keputusan pembelian lain mencakup model kesehatan dan model siklus aktivitas pelanggan.

BAB VIII

Pembelian organisasi merupakan proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh organisasi formal dalam rangka menentukan kebutuhan atas barang dan jasa yang akan dibeli, kemudian mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menetapkan pilihan dari berbagai alternatif merek dan pemasok. Pasar bisnis terdiri dari semua organisasi yang memperoleh barang dan jasa yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa lain yang akan dijual, disewakan, atau dipasok ke pihak lain.

Dibandingkan dengan pasar konsumen, pasar bisnis biasanya memiliki pembeli yang lebih sedikit namun lebih besar, hubungan pelanggan-pemasok yang lebih erat, dan pembeli yang lebih terkonsentrasi secara geografis. Permintaan dipasar bisnis diturunkan dari permintaan pasar konsumen dan berfluktuasi mengikuti siklus bisnis. Namun, permintaan total atas berbagai barang dan jasa bisnis agak tidak elastis terhadap harga. Para pemasar bisnis perlu menyadari peran pembeli profesional dan orang yang mempengaruhi mereka, serta pentingnya pembelian langsung, imbal balik, dan sewa guna usaha.

Pusat pembelian adalah unit pengambilan keputusan di organisasi tertentu yang melakukan pembelian. Pusat pembelian terdiri dari pencetus, pemakai, pemberi pengaruh, pengambil keputusan, pemberi persetujuan, pembeli, dan penjaga gerbang, Untuk mempengaruihi pihak-pihak itu, para pemasar harus memperhatikan faktor lingkungan, organisasi, antar pribadi, dan pribadi.

Proses pembelian terdiri dari delapan tahap yang disebut tahap pembelian (buyphases):

(1) pengenalan masalah,

(2) perumusan kebutuhan umum,

(3) spesifikasi produk,

(4) pencarian pemasok,

(5) permintaan pengajuan proposal,

(6) pemilihan pemasok,

(7) spesifikasi pesanan rutin, dan

(8) penilaian kinerja.

Pasar kelembagaan terdiri dari sekolah, rumah sakit, balai pengobatan, penjara, dan lembaga lain yang harus memberikan barang dan jasa ke orang-orang yang diurusnya. Pembeli pada organisasi pemerintah cenderung meminta pekerjaan administrasi yang sangat banyak  dari para pemasok dan cenderung lebih menyukai tender terbuka dan perusahaan domestik. Para pemasok harus bersiap-siap menyesuaikan penawaran mereka dengan kebutuhan khusus dan perosedur yang ada di pasar kelembagaan serta pasar pemerintah.

BAB IX

Untuk mempersiapkan strategi pemasaran yang efektif, perusahaan harus mempelajari pesaing serta pelanggan aktual dan potensial. Perusahaan-perusahaan perlu mengidentifikasi strategi, tujuan, kekuatan, kelemahan, dan pola reaksi pesaing. Mereka juga perlu mengetahui cara merancang sistem intelijen  persaingan yang efektif.

Pesaing-pesaing terdekat perusahaan adalah mereka yang berusaha memuaskan pelanggan dan kebutuhan yang sama serta mengajukan tawaran yang sama. Perusahaan juga harus memperhatikan pesaing latennya, yang mungkin menawarkan cara yang baru atau cara yang lain untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Perusahaan harus mengidentifikasi pesaingnya dengan menggunakan analisis industri dan analisis berdasarkan pasar.

Intelijen persaingan perlu dikumpulkan, diinterpretasikan, dan disebarluaskan secara terus-menerus. Manajer harus dapat menerima informasi yang tepat waktu mengenai pesaing.

Manajer harus melakukan analisis nilai pelanggan untuk mengunkap kekuatan dan kelemahan perusahaan sendiri relatif terhadap para pesaing. Sasaran analisi itu adalah menentukan manfaat yang diinginkan para pelanggan dan bagaimana mereka mempersepsikan nilai tawaran para pesaing.

Pemimpin pasar memiliki pangsa pasar terbesar di pasar produk yang relvan. Untuk tetap menjadi perusahaan dominan, pemimpin mencari cara untuk memperbesar permintaan pasar keseluruhan, berusaha melindungi pangsa pasarnya saat ini, dan barangkali berusaha memperbesar pangsa pasarnya.

Penantang pasar menyerang pemimpin pasar dan pesaing lain secara agresif untuk memperbesar pangsa pasar. Penantang dapat memilih dari lima jenis serangan umum: frontal, rusuk, pengepungan, penghidaran, gerilya, atau kombinasinya. Penantang harus juga memilih strategi khusus: mendiskon harga, memproduksi barang bergengsi, memperodusi berbagai ragam barang, berinovasi dibidang produk atau distribusi, memperbaiki pelayanan, menurunkan biaya manufaktur, atau beriklan secara intensif.

Pengikut pasar adalah perusahaan peringkat dua (di belakang pemimpin pasar) yang ingin mempertahankan pangsa pasarnya dan tidak ingin menimbulkan gejolak. Pengikut dapat berperan sebagai pemalsu, pengklon, peniru, atau pengadaptasi.

Pengisi relung pasar adalah perusahaan yang melayani segmen pasar kecil yang tidak dilayani oleh perusahaan besar. Kunci untuk menjadi pengisi relung adalah spesialisasi.

Sama pentingnya dengan orientasi ke pesaing di pasar global dewasa ini, perusahaan tidak boleh terlalu membesar-besarkan penekanan pada pesaing. Perusahaan harus mengelola keseimbangan yang baik antara pemantauan terhadap pelanggan dan pemantauan terhadap pesaing.

BAB X

Pemasaran sasaran mencakup tiga aktivitas: segmentasi pasar, penetapan pasar sasaran, dan penetapan posisi pasar.

Pasar dapat dibidik pada empat level: segmen, relung (niche), wilayang lokal, dan individual. Segmen pasar adalah kelompok besar yang dapat diidentifikasi di dalam pasar tertentu. Relung (niche) adalah kelompok yang didefinisikan secara lebih sempit. Para pemasar melokalisasi kampanye pemasaran khusus berdasarkan wilayah perdagangan, lingkungan tempat tinggal, dan toko tertentu. Akhirnya, semakin banyak perusahaan sekarang yang mempraktekkan pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individu tertentu secara masal. Di masa depan konsumen-konsumen perorangan lebih banyak berinisiatif dalam merancang produk dan merk mereka.

Ada dua dasar untuk melakukan segmentasi pasar konsumen: karakteristik konsumen dan tanggapan konsumen. Variabel segmentasi utama bagi pasar konsumen adalah geografis, demografis, psikografis, dan prilaku. Variabel-variabel itu dapat digunakan secara tunggal ataupun kombinasi. Pemasar bisnis juga menggunakan semua variabel ini, bersama variabel operasi, pendekatan pembelian, dan faktor situasi. Agar dapat berguna. segmen pasar harus dapat diukur, besar ukurannya, dapat diakses , dapat dibedakan, dan dapat dilaksanakan.

Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasarnya, ia harus mengevaluasi beragam segmen dan memututuskan berapa banyak dan segmen yang mana yang akan dijaidkan saaran. Dalam mengevaluasi semen-segme, ia harus memperhatikan indikator daya tarik segmen serta tujuan dan sumber daya perusahaan. Dalam memilih segmen mana yang dijadikan sasaran, perusahaan dapat memilih untuk memusatkan perhatian pada satu segmen, beberpa segmen, produk yang spesifik, pasar yang spesifik, atau seluruh pasar. Jika ia memutuskan untuk melayani seluruh pasar, ia harus memilih antara pemasaran yang terdiferensiasi dan yang tidak terdiferensiasi.

Pemasar harus memilih pasar sasaran dengan disertai tanggung jawab sosial. Pemasar juga harus memantau hubungan antar segmen, mencari lingkup segmen yang ekonomis dan potensi bisa atau tidak dilakukan pemasaran segmen super. Pemasar harus menyusun rencana serangan segmen-demi-segmen. Akhirnya, manajer segmen pasar harus bersiap untuk bekerja sama demi kepentingan kinerja perusahaan secara keseluruhan.

BAB XI

Banyak pemasar yang memilih untuk hanya mempromosikan satu manfaat produk, sehingga menciptakan proposisi penjualan unik ketika menetapkan posisi produk mereka. Orang-orang cenderung untuk mengingat “nomor satu.” Tetapi penetapan posisi dengan manfaat ganda dan tiga manfaat juga bisa berhasil, asalkan digunakan secara hati-hati.

Kunci bagi keunggulan bersaing adalah diferensiasi produk. Tawaran pasar dapat dideferensiasikan menurut lima dimensi: produk (bentuk, fitur, mutu kerja, mutu kesesuaian terhadap standar atau spesifikasi, daya tahan, keandalan, kemudahan perbaikan, gaya, rancangan), pelayanan (kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pelatihan pelanggan, konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan, pelayanan lain-lain), personalia, saluran pemasaran atau citra (lambang, media, suasana, dan event). Perbedaan patut diadakan asalkan perbedaaan itu penting, khas, unggul, komunikatif, terhindari dari peniruan, terjangkau harganya, dan menguntungkan.

Karena kondisi perekonomian berubah dan kegiatan persaingan berubah-ubah, perusahaan-perusahaan umumnya merasa perlu memformulasikan kembali strategi pemasaran mereka beberapa kali selama siklus hidup produk. Teknologi, bentuk produk, dan merek juga menunjukkan siklus hidup pada tahap yang khas. Urutan umum tahap-tahap tiap siklus hidup adalah perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan. Mayoritas produk saat ini berada pada tahap kedewasaan.

Walaupun banyak produk yang menunjukkan siklus hidup produk berbentuk bel. terdapat banyak pola lain, yang mencakup pola pertumbuhan-kemerosotan-kedewasaaan, pola siklus dan siklus-berulang, dan pola berlekuk, Siklus hidup produk untuk gaya, fashion, dan fads bisa sangat tak terduga; kunci keberhasilan di bidang itu adalah menciptakan produk yang senantiasa kuat.

Tiap tahap suklus hidup produk memerlukan strategi pemasaran yang berbeda. Tahap perkenalan ditandai oleh pertumbuhan lambat dan laba yang minimum, Jika berhasil, produk itu memasuki tahap pertumbhan yang dtandai dengan cepatnya pertumbuhan penjualan dan peningkatan laba. Perusahaan berusaha memperbaiki produk itu, memasuki segmen pasar dan saluran distribusi baru, serta sedikit mengurangi harga. Selanjutnya adalah tahap kedewasaan yaitu saat pertumbuhan penjualan melambat dan laba stabil. Perusahaaan mencari strategi inovatif untuk memperbarui pertumbuhan penjualan, yang mencakup modifikasi pasar, produk, dan bauran pemasaran. Akhirnya, produk itu memasuki tahap penurunan  yaitu saat hanya sedikit yang dapat dilakukan untuk menghentikan kemereosotan penjualan dan laba. Tugas perusahaan adalah mengidentifikasi produk yang benar-benar lemah; menyusun strategi untuk kelanjutan masing-masing produk, memfokuskan, atau memerah; dan akhirnya melepas produk lemah itu dengan cara yang meminimumkan kesulitan terhadap laba perusahaan, karyawan, dan pelanggan.

Seperti hanyal produk, pasar ber-evolusi melaui empat tahap: kemunculan, pertumbuhan, kedewasaan, dan penurunan.

Diambil dari buku Philip Kotler Manajemen Pemasaran” Edisi 12, PT Indeks kelompok Gramedia, 2007.

Slow down to speed up – cara baru berurusan dengan waktu


Dalam hal mengatur waktu penulis membagi manajemen waktu menjadi 2 kriteria yaitu:

  • Manajemen waktu sebagai manajemen kecepatan yaitu merupakan sebuah faktor strategis berharga berkaitan dengan kompetisi ketika perusahaan mempunyai teknik-teknik manajemen kecepatannya sendiri yang tepat,hal itu bisa mengatur struktur-struktur dan proses bisnisnya sendiri terhadap kondisi saat ini dan demikian akan bereaksi lebih cepat dan fleksibel terhadap perubahan-perubahan pada pasar.
  • Manajemen waktu sebagai kepemilikan waktu yaitu dimana seseorang hidup dalam keseimbangan waktu,memindahkan secara halus antara masa-masa beraktifitas dan masa-masa istirahat,ritme-ritme tubuh kita terbentuk secara alamiah membentuk ’’jam pribadi’’tiap-tiap orang.

Tipe manajemen waktu dibagi menjadi 2 yaitu:

  • Monochromic time manager yaitu jika seseorang hidup berdasarkan jam.Jam adalah standar utama seseorang dan mengatur waktu tersebut secara efisien berdasakan jadwal.
  • Polychromic time manajer yaitu jadwal harian seseorang cenderung ditentukan oleh faktor-faktor yang tidak bisa direncanakan seperti instuisi,kesempatan-kesempatan yang bersifat spontan dan emosi-emosi.

4 langkah untuk kepemilikan waktu pribadi dan keefektifan

1.Mengembangkan pertanyaan misi dan tujuan-tujuan hidup

Sebuah pertanyaan tentang misi dan visi anda akan membantu seseorang menjadi jelas tentang apa arti hidupnya dan arah manakah yang ingin dituju:

  • Mengerti benar apa yang benar-benar pentig untuk hidup orang itu sendiri.
  • Memprogram ”software” otak anda untuk meraih cita-cita hidup anda.
  • Mengorganisir perencanaan harian dan mingguan hingga dapat menggabungkan visi pribadi dengan sebuah cara yang konkrit ke dalam kehidupan profsional dan pribadi.

2.Mengenali peran-peran yang anda mainkan

  • Dalam kehidupan pribadi, yaitu peranan seseorang dalam kehiduan profesionalnya baik itu dengan atasan,rekan kerja, bawahan pelanggan dan lain-lain.
  • Dalm kehidupan pribadi ,yaitu peranan sseorang dalm kehidupan pribadinya baik itu dalam keluarga, lingkungan, sosial,spiritual dan peranan dalam organisasi-organisasi sosial.

Setiap orang harus bisa memposisikan diri dalm peran–peran yang sedang dijalaninya dan harus menyeimbangkan keduanya secara seimbang dengan memperhatikan visi dan misi hidup sebagai acuannya.

3.Perencanaan efektif untuk prioritas-prioritas mingguan

Dibagi menjadi beberapa urutan prioritas yaitu:

  • Penting dan mendesak
  • Penting tidak mendesak
  • Tidak penting dan mendesak
  • Tidak penting dan tidak mendesak

4.Mengurus tugas-tugas harian dengan efisien

Ada 7 langakah untuk merencanakan tuga-tugas harian anda:

  1. Mencatatnya,yaitu mencaat seluruh aktifitas ,tugas,janji-janji ke dalam perenanaan waktu anda supaya anda teap dengan apa yang terjadi dan menghabiskan waktu untuk hal yang benar-benar penting. .
  2. Merencanakan hari kerja semalam sebelumnya,ini memudahkan talenta-talenta krweatif dalm diri anda serta menghindari ketakutan dan ketidak tahuan tentang apa yang apa yang akan anda lakukan besok.
  3. Atur waqktu dan batasi waktu anda,aturlah waktu secara hati-hati seperti halnya mengatur keuangan sehingga akn memperolah keseimbangan waktu yang baik dan terhindar dari waktu yang sia-sia.
  4. Jangan merencanakan hari-hari anda disaat-saat terakhir,anda harus memastikan bahwa anda mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan-kegiatan salah satunya dengan menerapkan pola 60-20-20,60 persen untuk aktifitas anda,20 persen untuk pengembangan dan 20 persen lagi untuk sosial.
  5. Menggabungkan tugas-tugas yang saling berkaitan kedalam satu waktu yang sudah anda sediakan.gabungkan tugas-tugas yang bisa digabungkan namun haru tetap memperhatikan sisi fleksibilitas waktunya.
  6. Fokus dengan prioritas anda,selalu memulai sesuatu yang penting terlebih dahulu bukan yang mendesak ,selalu tanyakan pada diri anda sendiri sebelum melakukannya.
  7. Konsentrasi pada hal-hal positif,jangan lupa dengan keceriaan-keceriaan yang harus ada disetiap harinya. Kesuksesan akan bertahan lama jika terjadi keseimbangan antara pekerjaan dengan kegiatan di luar pekerjaan.

Kunci untuk keseimbangan pekerjaan dan hidup

Hidup dalam kefokusan terhadap diri sendiri dan yang seimbang

Siapapun yang dapat memfokuska terhadap diri sendiri maka akan terhindar dari kegilaan kecepatan dunia saat ini dan berani mengambil langkah manajemen untuk hidup yang seimbang.untuk memfokuskan diri,anda harus mempunyai dorongan-dorongan yang di gabungkan dalam aktifitas hidup anda:

  • Hadapi hidup anda saat ini dan jangan menunda-nunda mimpi anda.
  • Temukan visi dan misi hidup anda
  • Ambil inisiatif dengan mengabaikan penilaian orang lain dan lakukan apa yang baik buat anda
  • Berikan perhatian pada kesehatan anda karena merupakan aspek terpenting dalam kehidupan anda.
  • Sediakan waktu untuk keluarga dan teman-teman anda.
  • Hidup dalam kehidupan dengan kecepatan anda sendiri.

LOTHAR J. SEIWERT &Ann McGee-Cooper, Slow down to speed up

Animal Spirits:How Human Psychology Drives the Econoy and Why It Matters for Global Capitalism


George A. Akerlof & Robert J. Shiller, Animal Spirits: How Human Psychology Drives the Econoy and Why It Matters for Global Capitalism, Princeton University Press, Maret 2009, 230 Halaman.

Strategi manajemen organisasi sumber daya manusia (SDM) didalamnya termasuk bagaimana cara manusia itu meredam emosi, dalam hal ini di khususkan tentang bagaimana meredam nafsu kebinatangan dalam ekonomi.

Ekonom besar J.H.Keynes pernah mengatakan bahwa ekonomi tidak hanya dikendalikan oleh aktor ekonomi klasik, melainkan juga dipengaruhi oleh nafsu kebinatangan (animal spirit) yang ada diantara para individu pelaku ekonomi yang tidak rasional. Manusia ternyata memiliki pula motivasi nonekonmi dalam tindakan ekonomi, dan manusia tidak selalu rasional dalam memenuhi kepentingan ekonominya. Dalam pandangan Keynes, nafsu kebinatangan yang ada pada pelaku ekonomi inilah yang serinh kali menimbulkan gejolak ekonomi, tetapi factor nonekonomi ini sering berada di luar pertimbangan para ahli ekonomi.

Pembahasan mengenai nafsu kebinatangan dalam ekonomi yang pernah di ungkap oleh Keynes tahun 1930-an diungkapkan lagi dan merupakan bahasan inti dari buku ini. Lebih lanjut dikatakan, jika kata kunci dalam ekonomi klasik menurut Adam Smith adalah tangan yang tidak kelihatan (invisible hand), maka kata kunsi ekonomi versi Keynes adalah nfsu kebinatangan yang telah memberi sudut pandang yang berbeda dalam memandang ekonomi kapitalis.

Berbeda dengan Adam Smith yang percaya pada kedigdayaan tangan-tangan yang tidak kelihatan dalam mengatur ekonomi, sehingga menciptakan teori tentang peran minimal pemerintah dalam lapangan ekonomi, Keynes berpendapat bahwa peran pemerintah dalam lapangan ekonomi adlah sama dengan peran orang tua dalam sebuah keluarga. Seperti halnya orang tua, pemerintah juga berkewajiban member rumah yang menyenangkan bagi anggota keluarga, dimana mereka bisa member kebebasan pada anak-anaknya sekaligus juga mampu melindunginya dari tindakan tercela dari anak-anak itu. Pemerintah harus bisa mengatur dan mengendalikan para pelaku ekonomi dari watak jelek yang kemungkinan muncul.

Secara khusus Arkelof dan Shiller menyebutkan terdapat lima kelompok nafsu kebinatangan yang ada pada diri manusia.

Pertama , kepercayaan (confidence). Manusia dalam mengambil keputusan tidaklah benar-benar rasional, melainkan lebih berdasarkan keyakinan dari keputusan yang diambil. Walaupun dia memproses informasi yang datang kepadanya secara rasional, manusia masih saja bisa bertindak secara irasional. Manusia bertindak tidak semata-mata berdasarkan hal-hal yang rasional , melainkan bertindak sesuai atas dasar keyakinan bahwa apa yang diputuskan adalah sesuatu yang diyakini paling benar , dan hal ini sering terjadi.  Dari sini kemudian muncul istilah pengganda kepercayaan (confidence multiplier) yang diperlukan untuk mengatasi krisis yang terjadi. Oleh karenanya dalam mengatasi krisis ekonomi sekarang ini bukan hanya injeksi modal dalam lapangan ekonomi tetapi diperlukan pula injeksi kepercayaan. Jika kepercayaan telah ada, kepercayaan itu akan mengganda untuk kembali menggerakkan roda ekonomi. Paket ijeksi ekonomi dalam paket besar yang telah disediakan pemerintah saat ini, tidak akan berarti tanpa adanya kepercayaanyang memadai dari apra pelaku ekonomi bahwa kondisi ekonomi menuju pada arah perbaikan.

Kedua , keadilan (fairness). Pertimbangan akan masalah diperlakukan adil atau tidak ternyata dapat lenih berpengaruh daripada motivasi ekonomi yang rasional.

Ketiga, keyakinan yang buruk (bad faith). Ini yang menjelaskan kenapa bisa terjdi kasus skandal korupsi yang semakin marak akhir-akhir inI.

Kempat , ilusi uang (money illusion). Ekonom pada umumnya berasumsi bahwa orang akan mempertimbangkan masalah inflansi, padahal sebenarnya tidak. Orang secara umum tidak akan mempertimabngkan masalah inflansi , khisusnya ketika tingkat inflansi rendah.

Kelima, cerita (stories). Asumsi yang telah berurat berakar sering dipandang sebagai sesuatu yang benar padahal tidak selamanya demikian. Sebagai contoh , bhawa harga rumah akan selalu naik, menjadikan orang sangat mudah mengambil keputusan untuk membeli rumah, padahal kenyataannnya harga rumah bisa saja turun.

Kelima factor ekonmi yang lebih bersifat psikologis, tetapi berpotensi besar dalam mempengaruhi perilaku ekonomi sesorang. Selain membahas tentang cirri nafsu kebinatangan dalam ekonomi, buku ini juga menbahas berbagai solusi atas pemasalahan ekonomi dengan menggunakan sudut pandang yang terkait dengan cirri-ciri yang terdapat dalam nafsu keinatangan manusia. Terdapat 9 permasalahan ekonomi yang dibahas dalam buku ini. Dari masalah mengapa ekonomi mengalami depresi hingga mengapa kemiskinan selalu melanda kelompok minoritas. Masing-masing persoalan ekonomi kontemporer itu dijawab dengan elegan dan mengasikkan berdasarkan sudut pangan yang baru yang terkait dengan masalah nafsu kebinatangan yang ada dalam ekonomi.

Terkait dengan kapitalisme, penulis buku ini menyatakan bahwa kita telah lupa akan pelajaran yang bisa diambil dari krisis besar yang terjadi pada tahun 1930-an. Kapitailsme memag daoat mendatangkan kemakmuran. Namun hal itu hanya akan terjadi jika pemerintah menetapkan suatu aturan dan betindak sebagai wasit yang adil. Kapitalisme harus hidup  dalam kerangka aturan tertentu. Tidak bisa bebas seenaknya saja. Pasalnya dalam ekonomi terdapat nafsu kebinatangan yang merusak , yang hanya bisa dikendalikan oleh aturan permainan yang dokeluarkan oleg pemerintah.

Teori ekonomi perilaku selama ini hanya diterapkan dalam kancah ekonomi mikro. Buku ini memberikan pendapat yang kuat bahwa teori ekonomi perilakudfapat pula diterapkan dalam ekonomi makro. Ditengah krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini , merupakan alas an yang tepat untuk mengkaji teori ekonomi perilaku untuk member solusi permasalahan ekonomi makro, yang beberapa diantaranya telah diungkapkan dalam buku ini.

Buku ini penting dibaca oleh para pengambil kebijakan dalam dunia ekonomi, karena disamping dapat member pandangan alternative terhadap solusi masala ekonomi, juga karena ditulis oleh orang yang b erpengalaman dalam bidangnya, George A.Arkelof adalah perintis ekonomi perilaku (behavioral economic) dari University of California Berkeleydan penerima hadiah nobel ekonomi tahun 2001. Sementara Robert J.Shiller adalah professor ekonomi dari Yle University dan pengaranh buku best seller dalam ilmu ekonomi perilaku yang berjudul Irrational Exuberance.

Buku ini merupakan salah satu buku terkini yang mencoba mengedepankan teori ekonomi perilaku dalam mengatasi tanyangan ekonomi yamg ada.

Karya : Dian Sukma Kurnianingtyas (Sastra Jepang / Semester 2, STBA JIA Bekasi, Juli 2010)

RESUME : “Napoleon on Project Management”


Jerry Manas, Napoleon on Project Management, terj. Rini Moestopo, Pionir Jaya, jakarta, 2009, 303 halaman

Keterampilan-keterampilan Untuk Berhasil

Tujuanku adalah untuk berhasil, dan aku ahli dalam hal ini. Aku menciptakan puisiku dengan tindakan-tindakanku, dan menciptakannya hari demi hari – Napoleon

Napoleon Bonaparte mungkin telah mencapai sasaran-sasarannya dengan keberhasilan yang mengagumkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan siapapun dalam sejarah. Ia mengusahakan suatu upaya untuk mendatangkan ketertiban pada Prancis dalam masa kekacauan pasca revolusi. Ia memimpin sejumlah besar peperangan dan terus-menerus mengalami kemenangan, bahkan kerap kali melawan angkatan-angkatan perang musuh yang jumlahnya lebih besar. Ia bangkit dari keadaanya yang relative tidak dikenal kemudian menjadi penguasa di seluruh Eropa barat hanya dalam beberapa tahun saja, dengan cara menggunakan angkatan perang yang sebelumnya tak pernah mencapai kejayaan yang seperti itu. Ia mengimplementasikan upaya-upaya untuk menggalang sekutu-sekutu yang akhirnya meningkatkan angkatan perangnya dengan kekuatan enam ratus ribu, kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menciptakan civil code (hokum perdata) yang masih digunakan sampai kini dan yang telah memberikan ilham bagi banyak hokum-hukum perdata di seluruh dunia.

ALAT-ALAT NAPOLEON YANG ABADI BAGI MANAJEMEN PROYEK

Gelar resmi sebagai manajer proyek tidak diperlukan guna mendapatkan manfaat dari pelajaran-pelajaran manajemen proyek. Sebaliknya, siapapun yang harus memimpin suatu prakarsa – apakah sebagai seorang CEO, pelatih suatu cabang olah raga, sutradara film, atau jenis-jenis kepemimpinan lainnya – dapat memperoleh manfaat dari pelajaran-pelajaran yang universal ini. Jadi, ketika kita menyebutkan istilah manajer proyek, sebenarnya kita sedang menunjukan kepada semua pemimpin yang memilih untuk mengelola usaha mereka sebagai “proyek”. Dan, menurut para pakar zaman kini, mulai dari Tom Peters sampai pada Gartner Group, manajemen-berdasarkan-proyek merupakan jalan yang terpasti untuk mencapai tujuan-tujuan organisasional (dan ya, bahkan tujuan pribadi sekalipun).Pelajaran-pelajaran dari kebangkitan maupun kejatuhan Napoleon bisa menunjukkan pada kita bagaimana bisa mencapai keberhasilan dengan pendekatan ini baik dalam organisasi kita maupun dalam kehidupan pribadi kita.

Berikut ini adalah kutipan dari biografi Napoleon yang ditulisnya saat ia merenungkan kemampuan-kemampuan dan nilai-nilai yang dirasa membuatnya berhasil : mengembangkan keterampilan yang solid, seperti ingatan yang kuat dan pengetahuan tentang matematika, menjunjung nilai-nilai penting, seperti bersikap tenang dan pasti (predictability) sosok kita terlihat oleh mereka yang berada dibawah kepemimpinan anda, dam memahami sifat-sifat politik.

INGATAN YANG BAIK

Hal yang menonjol dalam diriku adalah ingatanku. Ketika aku masih kecil, aku tahu logaritma dari tiga puluh atau empat puluh bilangan di Prancis, aku tidak hanya tahu nama-nama dari perwira-perwira dari semua resimen, tetapi, aku juga tahu di mana korps-korps  itu direkrut, apa yang membedakan mereka masing-masing, aku bahkan tahu spirit mereka. NAPOLEON

Napoileon tahu sebagaimana yang juga diketahui oleh orang-orang yang bergerak dalam bidang penjualan dizaman modern, bahwqa ingatan yang baik adalah hal yang penting dalam membangun hubungan. Orang yang berprofesi sebagai penjual yang terbaik tidak hanya tahu nama-nama dari pelanggan mereka namun, mereka juga tahu nama-nama dari anggota keluarga mereka, hal-hal apa yang mereka sukai atau tidak sukai, hobi mereka dan berbagai informasi kecil pendekatan yang bisa mendorong suatu hubungan.

KEKUATAN DARI MATEMATIKA

Untuk menjadi seorang jendral yang baik, seseorang harus mengetahui matematika. Karena itu bisa menolong memperjelas gagasan-gagasan seseorang, Mungkin aku mendapatkan keberhasilanku Karen konsepsi-konsepsi matematikaku, seorang jendral jangan hanya menerka-nerka hal-hal saja. Itu adalah hal yangt paling fatal. Bakatku yang menonjol, hal yang paling mencirikanku adalah bahwa aku melihat hal-hal dengan jelas, sma halnya dengan kefasihanku berbicara, karena aku bisa membedakan apa yang esensial dalam suatu pertanyaan dari setiap sudut pandang.

Matematika mungkin bukan kemahiran penting yang ditempatkan dalam daftar teratas untuk dikembangkan oleh kebanyakan manajer proyek dan para pemimpin. Meski demikian, hampir semua fase dari suatu proyek- penyeleksian proyek, perkiraan tugas, analisa resiko, pengambilan keputusan selama pelaksanaan proyek dan lain-lainnya membutuhkan semacam keteranpilan matematis.

TETAP TENANG DAN MENGUASAI DIRI

Syarat pertama dalam diri seorang panglima jendral adalah berkepala dingin- yaitu kepala yang menerima hanya kesan-kesan dan menilai hal-hal serta obyek-obyek berdasarkan nilai yang sebenarnya. Ia tidak boleh membiarkan dirinya melambung terlalu tinggi oleh berita-berita baik, ataupun terlalu tertekan saat mendengar berita-berita yang tidak menggembirakan. Penilaian-penilaian yang diterimanya…haruslah diklasifikasikan sehingga itu hanya memenuhi suatu tempat yang tepat didalam pikirannya yang memang layak untuk ditempati. Karena adanya kesan-ksan yang berbeda maka kekuatan bernalar dan melakukan penilaian yang benar bergantung pada perbandingan dan pertimbangan yang adil dari substansinya…

Aku bisa mendengar berita mengenai kematian istriku, anakku, atau semua keluargaku, tanpa ada perubahan roman muka. Tak ada sedikitpun hal-hal yang menunjukkan emosi, atau perubahan air muka, yang bisa terlihat. Segala sesuatu akan tampak seperti biasa saja dan tenang. Tetapi ketika aku berada sendirian di kamarku, pada saat itulah aku merasa menderita. Kemudian perasaan-perasaan itu meluap keluar.

Secara mengejutkan ternyata Napoleon kerap kali berterus terang tentang perasaannya dalam otobiografinya seperti dalam kasus ini Ia menyingkapkan bagaimana ia merasa menderita dalam batin meskipun di hadapan orang-orang lain ia terlihat tenang dan tegar. Kerap kali ia berbicara mengenai hal-hal ini sebagai suatu sifat yang diperlukan bagi seorang pemimpin yang berjiwa besar. Ini merupakan contoh yang ekstrim dan mungkin terlalu dibesar-besarkan. Namun intinya adalah bahwa seorang pemimpin tidak bisa terlihat begitu rapuh dihadapan bawahan-bawahannya atau yang lebih buruk lagi terlihat sebagai orang yang berubah-ubah atau tidak bisa ditebak. Orang-orang tidak akan mempercayai seorang pemimpin yang tidak konsisten, yang irasional, atau yang lemah.

BERADA DI TENGAH-TENGAH PARA PRAJURIT

Alam membentuk semua manusia itu sama derajatnya. Sudah merupakan kebiasaanku berada di tengah-tengah para prajurit dan rakyat jelata, untuk bercakap-cakap dengan mereka, mendengarkan kisah-kisah mereka, dan berbicara secara bersahabat dengan mereka hal ini ternyata memberikan manfaat yang terbesar bagiku.

Salah satu hal yang membuat Napoleon begitu terkenal di antara para pasukannya adalah bahwa sosoknya selalu bisa dilihat. Ia kerap kali pergi ke garis depan dan berbaur dengan pasukannya, yang pertama-tama adalah untuk menyemangati mereka, namun yang kedua adalah untuk memahami bagaimana perasaan mereka dan apa yang ada di dalambenak mereka. Ini berkaitan dengan membina hubungan dengan cara mendapatkan hal-hal detail dari kehidupan anggota tim andfa. Banyakperusahaan dalam atmosfir dunia usaha masa kini memiliki kebijakan “be visible” yang ditujukan bagi para manajer mereka. Sebagian perusahaan menyebutnya “management by wandering around” atau MBWA (manajemen berkeliling) suatu istilah yang digunakan di perusahaan Hewlett-Packard dan dipopulerkan dalam buku yang terkenal In search of Exellence yang ditulis oleh Tom Peters dan Robert Waterman. Sebagaimana korelasinya dengan teori-teori Napoleon bisa menunjukkan ini merupakan suatu pendekatan yang baik untuk diadopsi.

Ada tiga hal tujuan utama yang tercakup dalam tindakan pembauran dengan tim anda :

  1. Untuk membuna hubungan dengan tim, yang pada gilirannya akan membangun kepercayaan.
  2. Untuk melihat bila ada penghalang-penghalang yang bisa anda hilangkan bagi tim tersebut
  3. Untuk mendapatkan pengertian dari semangat juang tim tersebut.

POPULARITAS

Apa itu popularitas? Apa itu kelemahanku? Seseorang haruslah mengabdi kepada bangsanya dengan cara yang terpuji, tetapi jangan berusaha keras untuk merayu rakyatnya. Untuk memenangakan hatinya, anda harus melakukan apa yang baik nagi mereka, Karena tak ada hal-hal yang lebih berbahaya selain menirukan pendapat orang dan mengatakan hanya apa yang ingin mereka dengar. Ketika sesudahnya, mereka tidak mendapatkan semua yang mereka inginkan, mereka menjadi resah dan merasa yakin bahwa anda telah ingkar janji. Dan bila anda menentang mereka, mereka membenci anda sebanding dengan penipuan yang mereka piker dilakukan kepada mereka.

Sekilas pandang mengenai gagasan-gagasan Napoleon kelihatannya bertentangan satu dengan yang lainnya menyadari akan suara rakyat atau opini public tetapi jangan hanya menirukannya di dalam keputusan-keputusan anda. Putuskannlah apa yang kelihatannya terbaik bagi rakyat dan jangan sekedar mendengarkan saja apa yang mereka katakana. Napoleon mengakui bahwa menyadari suara rakyat adalah hal yang vital, namun Ia mengingatkan bahwa supaya jangan mengikutinya secara membabibuta. Hanya karena mayoritas merasakan hal itu. Meski demikian, Napoleon mengatakan bahwa kebijakannya adalah untuk berkuasa menurut mayoritas.

Visi yang Meyakinkan

Muncul dari masyarakat kelas bawah, aku menjadi kaisar, karena situasi, dan suara rakyat, mendukung aku- Napoleon

Napoleon Mendapatkannya dengan mudah. Ia memiliki visi yang ambisius tentang yang merdeka dan bersatu, tidak dibatasi oleh kerajaan dan visi itu menjadi satu secara sempurna dengan keinginana rakyat Perancis. Dalam kekacauan menyusul terjadinya Revolusi Perancis dengan para pemberontak dan kaum royalis yang masih saling berperang, rakyat sudah sangat siap untuk menerima seseorang yang bisa memberi mereka kesan adanya ketertiban serta harapan dan yang juga masih bisa memenuhi kebutuhan mereka akan persamaan hak. Ini adalah hal yang ditawarkan Napoleon. Bagaimanapun juga Napoleonlah yang berkata, “Seorang pemimpin adalah penyalur harapan.”

PERINTAH UNTUK BERGERAK

MENDEFINISIKAN PERMASALAHAN

Selalu mulai dengan mendefinisikan masalah atau kebutuhan yang sedang ditangani.

  • Menggunakan Five Why’s (pertanyaan Mengapa sebanyak lima kali) tanyakanlah “Mengapa?” lima kali sampai anda mendapatlkan akar dari permasalahan tersebut.
  • Mempertimbangkan business case yang formal sebagai bagian dari proses request/governance. Ini menolong mengkonfirmasi seberapa penting dan validnya permasalahan tersebut.
  • Menuliskan pernyataan misi yang menyatakan permasalahan yang sedang ditangani alas an keberadaan proyek tersebut.

MENGEMBANGKAN STRATEGI

Teratur agar sukses

  • Membentuk tim inti dan pemimpin-pemimpin sub-tim sebanyak yang diperlukan
  • Berbicara langsung dengan para stakeholder sedini mungkin dan sering
  • Mendefinisikan dan menyampaikan prinsip-prinsip pedoman
  • Menentukan proses, system dan alat-alat
  • Mempertahankan momentum, mencari sumber-sumber untuk memotivasi

Membuat strategi pada solusi

  • Menentukan kebutuhan-kebutuhannya
  • Menganalisa situasi dengan memfokuskan pada isu-isu yang penting. Ini mungkin membutuhkan analisa preliminary risk.
  • Merumuskan strategi-strategi alternative dan memilih yang terbaik.

MENCIPTAKAN VISI

Menyusun visi yang jelas dan komprehensif.

  • Bila anda bukan dalam posisi untuk menciptakan visi, pastikanlah bahwa anda mengerti dan bisa mengartikulasikan visinya.
  • Ingat SMART- Specific, Measurable, Aligned, Realistic, Time- Bound (Spesifik, Terukur, Selaras, Realistis, Terikat waktu)
  • Membangun visi yang dirasakan dan diciptakan atau ketakutan yang ditangani oleh proyek. Bagikan visi itu dengan contoh-contoh dan kisah-kisah yang jelas menunjukkan kebutuhan.
  • Bila pengurangan biaya harus menjadi strategi yang positif, tujuan-tujuan serta milestones lainnya yang membesarkan hati.

Memerikasa visi anda dengan pemeriksaan visi secara periodic

  • Tanyakanlah apakah visi tersebut berada pada jalurnya dan masih tepat
  • Sesuaikanlah visi seperlunya
  • Bila anda bukan pemegang kendali dari visi tersebut, pikirkanlah untuk mengajukan permintaan perubahan lingkup proyek seperlunya.

Diplomasi dan Mengembangkan Jaringan

Dalam operasi-operasi militer aku tidak berkonsultasi kepada siapapun, dalam berdiplomasi aku berkonsultasi kepada setiap orang- Napoleon

Ketika orang mendengar nama Napoleon, diplomasi biasanya adalah hal terakhir yang muncul dalam pikiran kita. Meskipun demikian, dibandingkan dengan keahliannya bertempur, diplomasi dan networking-lah yang membuatnya naik ke jabatan Konsul Pertama seumur hidup dan pada akhirnya posisi kaisar.

Begitu ia menjadi Konsul Pertama, focus Napoleon dipusatkan pada perdamaian. Ini nyata dalam pertemuan-pertemuannya dengan Dewan Negara, surat-surat diplomasinya yang tak ada akhirnya, dan perjanjian-perjanjian dengan Gereja dan bahkan dengan lawan utamanya Inggris. Perdamaian memang dicapainya untuk beberapa waktu lamanya. Itu bukan prestasi kecil bila dilihat bahwa kekaisarannya mengubah cara hidup hampir seluruh Eropa.

PERINTAH UNTUK BERGERAK

MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK KEBERHASILAN DIPLOMASI

Manfaat perubahan

  • Bila organisasi anda sedang bergerak kea rah tertentu, dengan asumsi ke arah yang berpegang pada prinsip-prinsip yang baik, manfaatkanlah. Ceburkan diri anda ke dalamnya.
  • Jangan takut untuk melakukan prakarsa besar yang mungkin kelihatannya sangat sulit bagi anda. Gunakan sebaik-baiknya para pakar dalam bidang yang menjadi pokok bahasan.

Bergaul dengan orang-orang di setiap tingkatan.

  • Banyak pekerjaan  berhasil diselesaikan atau tidak, didasarkan pada hubungan dengan rekan-rekan sejawat, bawahan dan manajemen.
  • Cobalah melakukan networking dengan berbagai kelompok di dalam dan di luar organisasi anda. Ini bisa dalam bentuk kelompok-kelompok formal atau pertemuan-pertemuan sosial informal.
  • Banyak hubungan yang positif dibangun selama berada dalam suatu kelas atau kelompok.

Berbicaralah menyuarakan pendapat

  • Jangan takut menyampaikan pandangan untuk sesuatu yang anda yakini akan membuat atau menghancurkan keberhasilan proyek anda, khususnya ketika penyampaian itu mengikuti prinsip-prinsip yang baik. Namun terlebih dahulu dengarlah pihak-pihak lain untuk memastikan anda memiliki gambaran yang utuh.
  • Fokuskanlah pada hl yang positif berbicaralah dari pengalaman dan slalu datang siap dengan suatu solusi.

Berusaha slalu mencapai kesatuan komando guna menghindari perselisihan-perselisihan yang tidak perlu.

  • Tentukan siapa yang memegang komando keseluruhan ketika ada berbagai operasi yang saling bergantung satu sama lainnya. Secara ideal, sebaiknya pada akhirnya hanya ada satu manajer proyek saja.
  • Pikirkanlah untuk mengelompokkan proyek-proyek yang saling terkait di bawah satu program di mana setiap proyek bisa mempunyai manajer proyeknya sendiri-sendiri tetapi pengawasan tingkat program mengkonsolidasikan upaya-upaya yang berlebihan dan memastikan penyesuaian.

MENCIPTAKAN SEKUTU-SEKUTU

Carilah apa yang penting bagi orang-orang

  • Kumpulkan para stakeholder sedini mungkin untuk mendapatkan pendanan yang luas akan kebutuhan tersebut.
  • Lakukan proses tertulis untuk mewawancarai para stakeholder dan mengkonfirmasikan tujuan-tujuan dari proyek anda.

Dengarkan para stakeholder anda

  • Mengkategorikan para stakeholder berdasarkan pada pandangan atau kebutuhan
  • Membuat prioritas dari daftar permintaan keseluruhan berdasarkan pada tingkat kepentingan dari stakeholder
  • Membuat prioritas elemen-elemen rancangan anda berdasarkan permintaan-permintaan tersebut.
  • Cobalah menggunakan pendekatan House of Quality untuk mengaitkan elemen-elemen rancangan dengan permintaan-permintaan.

MELAKSANAKAN PERTEMUAN-PERTEMUAN DENGAN EFEKTIF

Libatkan orang-orang yang tepat pada waktu yang tepat

  • Jangan libatkan ribuan orang bila mereka tidak semuanya perlu dilibatkan sekaligus.

Libatkan orang-orang dengan cara yang benar.

  • Sebagian orang mungkin hanya diundang ke suatu pertemuan yang lain mungkin cukup diberi informasi terbaru melalui e-mail saja
  • Cobalah membuat perencanaan berkomunikasi untuk mendaftarkan semua jenis komunikasi, juga pendengarnya untuk tiap-tiap jenis frekuensinya dan metodanya.
  • Cobalah table peran dan tanggung jawab RACI yang bisa menolong memberikan masukan dalam perencanaan komunikasi. Untuk setiap deliverable utama ini merincikan siapa yang bertanggung jawab, siapa yang berakuntabilitas, dan siapa yang diberi informasi.

Pelajaran-pelajaran dari Aksi-aksi Militer yang Hebat

Anak laki-lakiku harus sering membaca dan merenungkan sejarah, itu adalah satu-satunya filosofi yang sejati. Dan Ia harus membaca dan merenungkan aksi-aksi militer dari Kapten-kapten Besar. Ini adalah satu-satunya cara untuk mempelajari seni berperang- Napoleon

Kita telah menyaksikan pembentukan Koalisi Ketiga, naiknya Napoleon menjadi kaisar, struktur Grande Armrr-nya, dan prestasi-prestasinya yang terbesar di Ulm dan Austerlitz, yang semuanya telah memberi kita pelajaran-pelajaran yang bisa digunakan dalam kehidupan kita sehari-hari. Khususnya dari Ulm, kita telah melihat bagaimana gabungan antara kesiagaan dan bergerak cepat, tim yang fleksibel, namun menyatu dan sumber-sumber daya yang difokuskan pada pekerjaan yang paling utama bisa menghasilkan keberhasilan yang luar biasa. Dari Austerlitz, kita telah belajar bagaimana berkomunikasi dengan efektif yang dimulai sebelum pelaksanaan proyek kepada tim kita bisa memberi kesan pertama yang baik dan bagaimana mengumpulkan sumber-sumber daya kunci kita ke dalam tim-tim yang mobile bisa memberi kesan bahwa kita memiliki lebih banyak orang dari yang sebenarnya. Tentu saja, pelajaran-pelajaran ini bisa diterapkan pada masa kini sama seperti zaman Napoleon dulu dan menang banyak diantaranya sudah diringkaskan dalam terobosan-terobosan masa kini seperti Theory of Constraints dari Eli Goldratt dan Critical Chain Project Management. Meski demikian masih ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik dari aksi-aksi militer ini dan dari segala sesuatu yang telah kpahami sejauh ini.

PERINTAH UNTUK BERGERAK

PELAJARAN-PELAJARAN DARI AKSI MILITER ULM

Tetap siaga bertindak dengan cepat

  • Pergunakan tim anda dan atau kolega-kolega anda untuk memperoleh masukan mengenai peristiwa-peristiwa yang baru terjadi
  • Dengan cepat menentukan resikonya atau biaya bila tidak melakukan proyek tersebut. Ini bisa digunakan dalam business case.
  • Putuskan dengan cepat bila tindakan memang diperlukan, karena penundaan-penundaan kecil sekalipun bisa mengakibatkan implikasi yang luas.

Memungkinkan penyusunan rencana dan administrasi yang terpusat

  • Pastikan penyusunan rencana dan administrasi yang terpusat serta doktrin tungal untuk semua upaya yang saling berkaitan.
  • Dimana memungkinkan kelompokkanlah upaya-upaya yang saling terkait dalam satu proyek.
  • Cobalah membentuk tim inti untuk menangani komunikasi terpusat perencanaan, operasi, manajemen risiko dan pokok permasalahan, serta kepemimpinan keseluruhan pada semua upaya-upaya yang terkait.
  • Cobalah mengelola upaya-upaya yang terkait sebagai proyek-proyek yang sendiri-sendiri di dalam suatu program, khususnya ketika ada kebutuhan memfasilitasi untuk memulai dan mengakhiri proyek-proyek yang beragam di sepanjang siklus pelaksanaan upaya tersebut, atau bila proyek-proyek yang sendiri-sendiri itu memerlukan kepemimpinan dan perencanaan yang intensif did lam diri mereka sendiri dan hanya memiliki touch point yang sedikit di antara mereka.

Memungkinkan pengambilan keputusan yang desentralisasi

  • Berikan arahan-arahan yang luas tetapi jelas
  • Komunikasikan tujuan, sasaran, dan nilai serta prinsip yang menjadi pedoman
  • Memungkinkan komunikasi yang teratur untuk memastikan agar tim-tim mendapat informasi terbaru mengenai kejadin yang berubah

Memfokuskan sumber-sumber daya anda pada hal yang penting.

  • Konsentrasikan sumber daya anda pada pekerjaan yang paling penting
  • Libatkan semua sumber daya anda namun gunakan kelebiha-kelebihan sumber daya secara strategis baik itu untuk menambahkan pekerjaan yang non-kritis atau untuk keburuhan strategis nantinya di dalam proyek

PELAJARAN-PELAJARAN DARI AKSI MILITER AUSTERLITZ

Membuat pidato untuk memulai proyek yang membangkitkan semangat.

  • Sampaikan pendekatan proyek dan kehandalan dari pendekatan tersebut.
  • Nyatakan kepercayaan anda terhadap tim
  • Jangan takut untuk meminta bantuan tim
  • Tekankan pentingnya proyek dan komitmen anda akan berhasil proyek tersebut
  • Lukiskan gambaran kesuksesan yang akan terjadi
  • Diskusikan hasil-hasil dari proyek tersebut apa yang akan terjadi begitu proyek ini selesai yang berkaitan dengan hal-hal yang akan ditindaklanjuti segala sesuatu yang akan menjadi manfaat untuk para anggota tim dan sebagainya.

Memaksimalkan sumber-sumber daya anda

  • Identifikasi sumber-sumber daya anda yang penting khususnya sumber-sumber daya yang tidak banyak tersedia
  • Salurkan sumber-sumber daya kunci ke semua proyek
  • Jangan berusaha untuk memberi terlalu banyak tugas pada waktu yang sama kepada sumber daya kunci- jadwalkan tugas-tugas proyek di sekitar ketersediaan mereka.
  • Gunakan sumber daya kunci sebagai unit yang mobile, berpindah dari satu proyek ke proyek lainnya untuk tugas yang memerlukan jasa pelayanan mereka
  • Tanganilah proyek-proyek yang dimulai dari tanggal target penyelesaian yang paling dahulu
  • Kembangkan atau beli suatu system untuk memberikan visibilitas yang luas di keseluruhan proyek yang sedang berjalan.

Pengenalan pada Enam Prisip Kemenangan

Buatlah prinsip-prinsip anda dengan jelas. Sisanya hanyalah mengenai masalah detail.- Napoleon

Meskipun sangat penting untuk mengkaji hal-hal yang telahdipelajari dari proyek-proyek yang terdahulu, hal yang pada akhirnya membuat kita berhasil adalah untuk secara teratur kita menggunakan prinsip-prinsip fundamental dan abadi yang bisa diterapkan pada keahlian kita dengan peringatan bahwa mungkin dengan sengaja kita menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut bila keadaan menentukannya. Dan prinsip-prinsip ini tidak bisa dijumpai di mana pun selain dalam penelaahan mengenai kenaikan Napoleon ke tampuk kekuasaan.

Berita baiknya adalah bahwa pelajaran-pelajaran yang utama yang secara umum bisa diterapkan pada siapapun yang memimpin orang, prinsip-prinsip yang bisa digunakan sebagai pedoman bagi kita agar secara konsisten mengarahkan proyek-proyek kita ke tempat berlabuhnya dengan aman.

ENAM PRINSIP KEMENANGAN NAPOLEON

  • Keakuratan, kesiagaan, penelitian dan perencanaan yang kontinyu
  • Bergerak cepat- mengurangi perlawanan/resistansi, meningkatkan urgensi dan memberikan focus
  • Fleksibilitas- membangun tim-tim yang bisa menyesuaikan, mempunyai daya juang dan menyatu
  • Kesederhanaan- jelas, sasaran-sasaran yang sederhana, pesan-pesan dan proses-proses
  • Karakter- Integritas, ketenangan, dan tanggung jawab
  • Kekuatan moral- memberikan perintah, tujuan, penghargaan,dan imbalan

Ketepatan

Bila aku selalu tampak siap, itu karena sebelum memulai tugas, aku lama bermeditasi dan telah memperkirakan apa yang mungkin akan terjadi. Bukan roh halus yang menyingkapkan kepadaku dengan tiba-tiba dan secara rahasia mengenai apa yang harus aku lakukan dalam situasi-situasi yang tak diperlukan oleh orang-orang lain. Itu melalui pikiran dan meditasi. _Napoleon

Pada awal pasal ini, kita menetapkan untuk memperlihatkan bagaimana kita bisa mencapai ketepatan- menunjukkan presisi- melalui peningkatan kesiagaan, penelitian yang ekstensif dan perencanaan yang kontinyu, termasuk manajemen resiko. Nyata sekali bahwa gabungan unsure-unsur ini membentuk toolbox yang luar biasa untuk membuat proyek kita tetap pada targetnya. Sebelum kita beranjak ke prinsip berikutnya, marilah kita mengulang kembali unsure-unsur ini.

Pertama, dengan kesiagaan, kita maksudkan visibilitas terhadap proyek, peristiwa organisasional, orang dan informasi eksternal, pengamatan dan analisa informasi itu, pengalaman yang cukup untuk mengetahui apa yang relevan, dan melaui semua itu, intuisi strategis agar mampu membuat keputusa secepatnya- apa yang kita sebut dengan kesiagaan situasional atau coup d’oeil.

Selain itu, apada kesiagaan yang luas ini, kita perlu melakukan penelitian yang spesifik dan memiliki target untuk proyek yang menjadi pokok bahasan. Ini membawa kita lebih dekat pada tujuan kita mengenai presisi yang tepat. Dengan penelitian, kita maksudkan penelitian detail terhadap “Medan” itu- istilah-istilahnya, orang dan budaya-budaya yang akan kita hadapi.

PERINTAH UNTUK BERGERAK MAJU

MEMBANGUN KESIAGAAN

Visibilitas- mempertahankan visibilitas pada proyek kejaian organisasional, orang, dan kejadian-kejadian eksternal.

  • Untuk proyek, gunakan tempat penyimpanan yang umum dan enterprise project management / portofolio management software.
  • Untuk kejadian organisasional, lihat intranet sites dan tingkatkan jaringan hubungan.
  • Untuk orang, gunakan software manajemen sumber daya di samping kontak temu muka yang lebih banyak
  • Untuk kejadian eksternal, berlangganan majalah perdagangan, publikasi-publikasi bisnis dan ikut PMI.

PENGAMATAN DAN ANALISA

  • Untuk proyek, gunakan petunjuk-petunjuk yang memiliki makna, jangan hanya indikator-indikator merah, kuning, hijau
  • Untuk peristiwa organisasional, masalah-masalah yang berkaitan dengan orang dan informasi eksternal, pengalaman diperlukan agar mampu memisahkan apa yang relevan dan atau apa yang perlu ditangani.

Pengalaman menimba pengalaman, karena hanya pengalaman yang dapat mengatakan pada kita informasi apa yang relevan. Dan hanya pengalaman yang bisa memungkinkan kesiagaan sesungguhnya intuisi strategis.

  • Gunakan prinsip-prinsip itu. Cobalah untuk menerapkan “pemeriksaan prinsip” secara berkala untuk memastikan prinsip-prinsip tersebut benar-benar digunakan.

Kesiagaan Situasional (coup d’oeil) tingkatkan intuisi strategis diperlukan untuk membuat keputusan yang tepat dalam waktu yang cepat. Lakukan hal ini melalui visibilitas yang luas, pengamatan dan analisa yang tajam, pengalaman dan komunikasi dua arah yang teratur.

  • Tetap memperhatikan peristiwa-peristiwa terbaru yang relevan.
  • Jagalah agar tim dan para stakeholder anda tetap memperhatikan kejadian-kejadian yang berubah-ubah.
  • Mintalah pemberitahuan secara teratur mengenai penyelesaian tugas yang terbaru dari anggota tim
  • Frekuensi laporan tim bergantung pada sifat proyek dan budaya organisasi tetapi, paling tidak harus dilakukan mingguan
  • Untuk setiap tugas, mintalah pada ti anda untuk melaporkan waktu yang sudah dipakai sampai saat ini (untuk mencatat anggaran) wktu yang tersisa untuk persentase penyelesaian (untuk perencanaan) dan berbagai pokok permasalahan(untuk hal-hal yang tak terduga dan penanganan resiko)

LAKUKAN PENANGANAN YANG EKSTENSIF

Meneliti medan.

  • Baca dengan seksama tentang bisnis dan atau teknologi yang sesuai
  • Mencari tahu siapa para stakeholder yang akan terlibat dan hal-hal yang mereka sukai atau tidak sukai
  • Cobalah menyusun suatu rencana politis, uraikan budaya organisasi peran-peran stakeholder, pokok-pokok permasalahan yang harus ditangani dan pendekatan-pendekatan yang diambil
  • Baca dengan seksama mengenai budaya fungsional atau geografis dari orang-orang yang akan kita hadapi

Pelajari proyek-proyek terdahulu

  • Pelajari proyek-proyek yang hampir sama dan juga yang melibatkan pemain-pemain yang sama. Keduanya bisa memberi pelajaran-pelajaran yang unik.
  • Cobalah membuat database untuk pelajaran pelajaran yang didapat, yang bisa dicari berdasarkan kategorinya.

Mengidentifikasi resiko-resiko awal

  • Cobalah menggunakan checklist resiko atau kuesioner
  • Waspadalah terhadap kelumpuhan analisa. Jangan bermaksud untuk mengetahui segala sesuatu ketika mencapai 60 sampai 80 persen dari informasi yang anda butuhkan mulailah kerjakan.

PRAKTIKKAN PERENCANAAN YANG KONTINYU

Gunakan metoda penjadwalan rolling wave dengan merencanakan setiap horizon saat itu mendekati tindak pelaksanaannya.

  • Mulai dengan Work Breakdown Structure daftar berhierarki dari semua pekerjaan yang membentuk proyek itu dan sebuah rencana induk kerangka waktu dan milestone tingkat tinggi. Kemudian buatlah jadwal induk.
  • Bagilah proyek anda ke dalam tahap-tahap(umumnya masing-masing sembilan puluh hari)
  • Sejak awal rencanakan tahap pertama secara rinci dan tahap-tahap berikutnya pada tingkat yang lebih tinggi.
  • Pada setiap pertengahan tahap, sempurnakan tahap berikutnya dengan lebih detail.
  • Bila penyempurnaan menyebabakan penyimpangan dari waktu, biaya, atau lingkup yang telah dijanjikan, cobalah memecahkan permasalahan tersebut dengan menumpangtindihkan tugas-tugas atau menambah sumber-sumber daya.
  • Bila itu tampaknya terlalu beresiko, rundingkanlah perubahannya dalam hal lingkup, waktu atau biaya dengan pesponsor proyek.

Masukkan deliverable dalam setiap tahap ke dalam rencana proyek anda.

  • Ini memungkinkan manfaat-manfaat bisa dicapai lebih awal dan mengurangi resiko penyelesaian yang tanpa hasil bila secara tak terduga proyek dibatalkan.
  • Cobalah untuk menggunakan Earned Value Management untuk mengukur nilai dari pekerjaan yang telah dilaksanakan (deliverable yang telah dicapai) versus waktu dan biaya yang telah dikeluarkan. Ini memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kesehatan proyek tersebut.

Praktikkan risk management yang kontinyu.

  • Gunakan titik-titik pengecekan (checkpoint) yang telah ditentukan sebelumnya di sepanjang proyek anda.
  • Identifikasi resiko-resiko yang baru, nilailah probabilitas dan dampaknya dan kembangkan respons-respon yang sesuai penghindaran, mitigasi, transfer, menerima tanpa ada rencana insidental.

Kecepatan

Hilangnya waktu adalah hal yang tak bisa digantikan dalam peperangan. Alasan-alasan yang diberikan orang selalu buruk, karena operasi-operasi militer bisa berjalan tak semestinya hanyakarena terjadinya penundaan-penundaan. Seninya terdapat dalam mempercepat waktu ketika orang hanya memiliki kekuatan-kekuatan yang lebih lemah (dari lawan) Napoleon

Sangat jelas bahwa Napoleon selalu menjaga kesiagaan yang luas terhadap kejadian-kejadian yang digabungkan dengan penelitian terhadap target dan perencanaan yang kontinyu serta manajemen resiko, sehingga memungkinkannya untuk membuat keputusan-keputusan yang tepat  dan dengan demikian bisa mencapai ketepatan yang sering dibicarakannya. Namun, ketepatan hanyalah bagian dari persamaan matematis tersebut. Napoleon mampu mengejutkan jendral Mack di Ulm karena Grand Armee bergerak dengan cepat dan bergerak melintasi Eropa Barat. Gerakan cepat seperti inilah yang memungkinkan pasukan Napoleon untuk mendapatkan keuntungan dari keterlambatan pasukan Rusia. Demikian pula, gerakan yang cepat ke Austerlitz yang dilakukan oleh pasukan cadangan Napoleon menjadi bagian yang penting dari rencana Napoleon.

Kecepatan berarti jauh melebihi hanya sekedar mengejutkan kompetisi, seperti yang sangay disadari oleh Napoleon. Banyak hal bisa berjalan tidak semestinya karena penundaan-penundaan proyek baik dalam peperangan atau pun dalam bisnis:

  • Keadaan lingkungan politik, ekonomi, atau organisasional bisa berubah
  • Jendela kesempatan bisa hilang
  • Tim bisa kehilangan fokus
  • Oposisi bisa membangun diri
  • Minat stakeholder bisa memudar
  • Resiko-resiko baru lama-kelamaan bisa muncul
  • Tenggang waktu yang penting bisa terlewat sehingga menyebabkan efek domino

Fleksibilitas

Rencana-rencana aksi militer mungkin bisa dimodifikasi tanpa batas bergantung pada situasi-situasi, kecerdasan sang jenderal, karakter pasukan, dan cirri khas Negara itu. Napoleon

John Lennon berkata, “Hidup adalah apa yang terjadi pada anda ketika anda sibuk membuat rencana-rencana lain.” Napoleon mengetahui benar hal ini dan menganggap penting untuk selalu siap terhadap situasi-situasi yang berubah-ubah. Mengetahui bahwa rencana-rencana tidak berguna kecuali dibiarkan berubah-ubah, ia membuat rencana secara kontinyu dan tetap waspada terhadap situasi di sepanjang waktu. Kita telah melihat buktinya. Namun, hal yang sama pentingnya, ia memastikan agar pasukannya tersruktur untuk fleksibel yang maksimum. Ia memastikan agar mereka bisa dengan cepat beraksi dalam berbagai situasi, namun masih bertindak sesuai dengan rencana yang strategis. Ada beberapa cara yang dilakukan dalam hal ini:

MEMASTIKAN TIM ANDA MAMPU BERADAPTASI

Pastikan bahwa sumber-sumber daya anda digunakan bersama dan mobile (bisa cepat dan mudah bergerak)

  • Mulailah dengan menyatukan sumber-sumber daya yang digunakan bersama yang berlawanan dengan memiliki sumber daya yang sepenuhnya diperuntukkan untuk departemen-departemen khusus.
  • Buatlah tingkat kepentingan dari proyek-proyek dalam kaitannya. Dengan tujuan lainnya ini mungkin membutuhkan tingkat tata pamong/ governance tertentu.
  • Melakukan negosiasi untuk sumber-sumber daya yang anda butuhkan dan menjadwalkan proyek-proyek di sekitar ketersediaan waktu mereka, bebaskan mereka dari segala tugas saat pekerjaan mereka tuntas.
  • Cobalah menggunakan kelompok-kelompok sumber daya yang saling berkaitan sebagai mobile unit (unti yang cepat dan mudah bergerak) berpindah dari satu proyek ke proyek lain secara berurutan untuk melakukan pekerjaan mereka.

PASTIKAN TIM ANDA DIBERDAYAKAN

Sampaikan konsep proyek seawal mungkin dalam proyek itu.

  • Masukan situasi atau masalah yang tengah ditangani, apa yang diharapkan dari peristiwa-peristiwa yang terjadi, sasaran-sasaran misi dan pendekatannya, bagaimana menangani berbagai kemungkinan scenario, dan prinsip-prinsip pedoman yang dipegang.

Sampaikan arahan-arahan yang jelas, bukan rincian instruksi how to

  • Cobalah menggunakan paket-paket kerja deliverable pada tingkat tinggi di mana pemegang paket kerja mengelola tugas-tugas yang detail di luar jadwal induk.
  • Pastikan pemegang paket kerja bisa memahami konsep dan kebutuhan secara keseluruhan dan bisa menjalankan paket kerja menuju penuntasan.
  • Pastikan paket kerja memiliki pedoman-pedoman dan instruksi-instruksi yang dibutuhkan untuk menuntaskan deliverable secara akurat.
  • Mintalah masukan dari pemegang paket kerja mengenai bagaimana melaksanakan deliverable.
  • Mintalah pada pemegang paket kerja untuk memberi informasi terbaru mengenai kemajuan pekerjaan dan hal-hal yang harus diwaspadai ketika suatu perubahan akan mempengaruhi rencana proyek keseluruhan milestone atau deliverable.

PASTIKAN TIM ANDA BERSATU

Tentukan seperangkat proses dan pedoman yang umum pada tingkat-tingkat organisasional, program dan proyek yang sesuai.

  • Cobalah menggunakan suatu PMO untuk menentukn metodologi manajemen proyek yang umum.
  • Untuk berbagai proyek yang berkaitan , cobalah mengelompokkan proyek-proyek itu sebagai suatu program dengan prinsip-prinsip umum di seluruh proyek dalam program tersebut.
  • Untuk proyek-proyek yang menjangkau berbagai batas-batas geografis atau organisasional, pastikan untuk menentukan terminology dan protocol yang umum termasuk zona waktu, unit ukuran, dan lain-lain.

Pastikan kesatuan komando.

  • Tentukan siapa penanggung jawab tertinggi dari berbagai proyek yang saling berkaitan dan bila perlu bawa pihak-pihak tersebut bersama-sama untuk memfasilitasi kesepakatan pada satu pemegang wewenang.
  • Bila diminta untuk bersama-sama memimpin suatu proyek, dengan sopan mintalah agar satu orang diberi tanggung jawab atau wewenang untuk penanganan konflik dan akuntabilitas tertinggi.

Kesederhanaan

Seni berperang tidak membutuhkan maneuver-manuver yang rumit, yang paling sederhana adalah yang terbaik, dan akal sehat hal yang mendasar. Berdasarkan akal sehat orang mungkin bertanya-tanya bagaimana jenderal-jenderal bisa membuat kekeliruan, itu karena mereka berusaha untuk menjadi pintar. Napoleon

Kekuatan dari keseluruhan bersifat eksponensial. Kesederhanaan menghilangkan kebingungan, meningkatkan moral, dan secara umum mendorong kemajuan. Kecenderungan Napoleon terhadap sasaran-sasaran yang mudah dimengerti, pesan-pesan yang jelas dan terfokus serta proses-proses yang efisien membuat hidup lebih mudah, tidak hanya bagi tentara dan stafnya, tetapi juga untuk dirinya sendiri. Kitapun bisa menuai banyak hasil dengan mempraktikkan kesederhanaan pada proyek-proyek, pesan-pesan dan proses-proses kita.

Kita bisa mencapai sasaran-sasaran yang sederhana dengan berfokus pada akar dari permasalahan dan berusaha mencapai cara termudah untuk memecahkannya yang kerap kali berarti berbicara kepada mereka yang telah melakukan hal ini sebelumnya. Kita bisa menyederhanakan komunikasi dengan memastikan agar pesan-pesan kita jelas, singkat dan terfokus satu demi satu secara berurutan. Dan pada akhirnya, kita bisa menyederhanakan proses kita dengan tetap menempatkan rencana-rencana kita pada tingkat tinggi, berfokus hanya pada aturan-aturan dan prinsip-prinsip yang pokok, mengefisiensikan metodologi-metodologi kita, dan menerapkan manajemen waktu yang baik dengan administrasi dan system personal yang teratur.

PERINTAH UNTUK BERGERAK

SASARAN-SASARAN YANG SEDERHANA

Berusaha mencapai pendekatan yang paling sederhana.

  • Ingatlah masalah yang sedang berusaha dipecahkan, dan pikirkan cara yang paling sederhana untuk memecahkannya.
  • Jangan lupa bertanya kepada orang-orang lain yang pernah “berada pada posisi itu dan pernah melakukannya.”

PESAN-PESAN YANG SEDERHANA

Pastikan pesannya jelas.

  • Bila pesan itu bisa salah dimengerti, kemungkinan besar memang akan menjadi salah dimengerti.
  • Jangan mencampur-campuradukkan antara ‘ringkas’ dengan ketidakjelasan. Singkat namun jelas.

Berfokus pada satu pesan demi satu pesan secara berurutan.

  • Detail-detail yang mendukung bisa digunakan, tetapi jangan detail-detail yang terlalu berlebihan.
  • Ingat prinsip Beckwith: Berkata banyak biasanya tidak mengkomunikasikan apa pun.

PROSES YANG SEDERHANA

Tetap membuat rencana pada tingkat tinggi

  • Gunakan paket kerja untuk mendelegasikan hal-hal detail pada orang lain yang menjadi pengemban tugas atau pemimpin tugas.

Karakter

Seorang pemimpin militer harus memiliki karakter yang sama besarnya dengan kecerdasannya. Orang yang luar biasa cerdas namun karakternya lemah adalah orang yang paling tidak cocok, lebih baik orang yang memiliki karakter kuat meski kurang cerdas. Napoleon

Sifat-sifat seperti berintegritas, tenang dan bertanggungjawab kerap kali dihubungkan dengan pemimpin-pemimpin besar di sepanjang sejarah. Napoleon bukan pengecualian. Didorong oleh ambisinya untuk memberikan pengaruh positif di dunia ia selalu mempertahankan kehormatan dan integritasnya. Ia tahu bahwa setiap penjarahan atau perampasan yang dilakukan oleh tentaranya akan meninggalkan noda yang permanent pada citra dirinya, dan ia berupaya keras untuk mendorong rasa hormat terhadap latar belakang budaya yang berbeda. Kesetaraan selalu menjadi hal utama dalam pikirannya dan nilai yang menjadi pedoman bagi pemerintahannya. Setiap perlakuan buruk terhadap individu atau kelompok yang didasarkan pada warisan budaya akan tidak selaras dengan nilai itu-itu akan menunjukkn tidak adanya integritas. Ia selalu berpegang pada prinsip-prinsipnya, melakukan hal yang benar sekalipun mendapat tekanan untuk melakukan hal yang sebaliknya. Ia cukup berpikiran terbuka untuk meminta opini dari orang-orang lain secara umum, namun ia tegas ketika itu menyangkut tindakan-tindakan yang melanggar inti dari prinsip kesetaraan.

PERINTAH UNTUK BERGERAK

INTEGRITAS

Pastikan bahwa tindakan-tindakan anda dan tindakan-tindakan tim anda sejalan dengan nilai-nilai utama anda.

  • Libatkan tim anda dalam mengembangkan nilai-nilai utama. Cobalah membuat tenggang rasa dan rasa hormat sebagai bagian penting dari nilai-nilai itu.
  • Sering-seringlah mendengungkan nilai-nilai anda, sehingga budaya yang benar menyebar melaui tim anda.
  • Ambil tindakan kolektif bila seseorang dalam tim anda menyimpang dari nilai-nilai utama ingatkan orang itu akan nilai-nilai dengan sikap yang tenang namun tegas.

KETENANGAN

Jangan terlalu bersikap berlebihan ketika mendengar berita yang baik atau menjadi panic mendengar berita buruk.

  • Secara logis pikirkan situasinya matang-matang dan dampaknya.
  • Jangan pikiran anda teralihkan oleh kejadian-kejadian yang tidak relevan. Pandangan terhadap gambaran besar (big picture) bisa menolong untuk tetap menempatkan hal-hal pada perspektifnya.
  • Kaji fakta-fakta sebelum mengembangkan teori-teori
  • Pertahankan sikap yang tenang, mengambil nafas dalam-dalam bisa menolong.
  • Jangan menjadi terlalu percaya diri setelah memperoleh prestasi-prestasi yang sifatnya sementara, rasa puas diri bisa menghancurkan semua hal baik yang telah di peroleh. Tanganilah segala sesuatu dengan sikap yang tenang.

TANGGUNG JAWAB

Bertanggung jawablah atas tindakan-tindakan anda.

  • Terimalah akuntabilitas yang penuh terhadap hasil-hasil proyek anda.
  • Lakukan hal yang benar, lakukan lobi bila memang diperlukan.
  • Bertekadlah untuk menguibah apa pun yang akan memberikan proyek anda peluang kesuksesan yang kurang dari 50%
  • Upayakan kesejahteraan tim anda.
  • Mempraktikkan empati dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh ketika berkomunikasi.

Kekuatan Moral

Dalam peperangan, segala sesuatu bergantung pada semangat juang, dan semangat juang serta opini publik membentuk sebagian besr realita- Napoleon

Menirukan pernyataan Napoleon bahwa “perbandingan antara moral dan fisik adalah tiga berbanding satu,” tidak diragukan lagi bahwa rencana terhebat di dunia pun akan sia-sia kalau kita tidak memiliki tim yang termotivasi di belakang kita. Kita bisa memberikan motivasi ini dengan memberikan tim kita perasaan adanya stabilitas, menanamkan perasaab memiliki tujuan pasti dan hal banyak mengandung arti, memberi pengakuan atas upya-upaya mereka di depan publik, dan memberikan penghargaan-penghargaan yang abadi.

PERINTAH UNTUK BERGERAK

KETERTIBAN

Memberikan lingkungan kestabilan

  • Buatlah peraturan-peraturan, ketentuan-ketentuan dasar, kebijakan
  • Pastikan tim anda terlatih dengan baik dan terampil
  • Tunjukkan karakter yang baik dan memimpin dengan memberikan contoh.
  • Tetap selalu berada pada posisi satu langkah di muka.

TUJUAN

Pastikan orang-orang merasa pekerjaan mereka bermanfaat dan penting.

  • Ingatlah MMFI (Make me feel important: Buat saya merasa penting)
  • Gunakan ketakutan hanya dalam cara “mengumpulkan pasukan” contohnya, untuk mengidentifikasi alternative yang lebih suram bila proyek tidak selesai, bukan dengan cara “lakukan ini, kalau tidak…”

Mengobarkan massa dari bawah.

  • Bangkitkan minat pada orang-orang yang paling antusias terlebih dahulu, kemudian kepada mereka yang berpengaruh yang memiliki agenda yang didukung proyek kita dan berikutnya kepada para stakeholder pada umumnya.
  • Bacalah tulisan Geoffry Moore, Crossing the Chasm untuk memformalisasikan pendekatan ini.

Timbulkan kesadaran akan tujuan yang dirasakan bersama.

  • Libatkan para stakeholder kunci sebelum proyek dimulai.
  • Promosikan kekuatan tim anda, tingkatkanlah ini dengan masuk akal, dan karenanya mereka akan bertindak sesuai citra itu.

PENGAKUAN

Membuat pujian anda efektif

  • Menyatakan pujian untuk tim dalam bentuk tulisan yang memaparkan prestasi-prestasi mereka secara spesifik dan menyatakan pentingnya hasil-hasil yang telah mereka capai.
  • Berikan mereka pujian penuh atas prestasi-prestasi itu.
  • Tegaskan imbalan-imbalan apa yang akan diberikan selanjutnya.
  • Umumkan prestasi-prestasi itu secara umum.
  • Ingatlah memberi pengakuan akan menanamkan keyakinan pada kemampuan diri, memberikan perhatian yang memang layak dan dibutuhkan dan membangkitkan ambisi.

IMBALAN PENGHARGAAN

Jangan lupa untuk memberi imbalan kepada tim anda untuk pekerjaan yang telah diselesaikan dengan baik.

  • Imbalan dalam bentuk uang itu baik, tetapi harus disertai dengan sesuatu bentuk penghargaan yang nyata, bisa dilihat dan abadi.
  • Rincian-rincian yang bisa dipromosikan dengan nama organisasi dan proyek biasanya dalam hampir semua kasus bisa berjalan dengan baik.
  • Imbalan-imbalan seharusnya sebanding dengan ukuran proyek, proyek-proyek  besar harus diberikan imbalan lebih signifikan lagi.
  • Individu-individu bisa diberikan imbalan dengan diberikan promosi atau posisi pada proyek yang didambakan, bila cocok.

Apa yang Salah?

Kesalahan terbesar dalam karierku adalah campur tangan dalam urusan-urusan di Spanyol…semua kesalahanku bersumber di sini. Napoleon

PERINTAH UNTUK BERGERAK

WASPADA DENGAN SEKUTU-SEKUTU YANG DIPAKSAKAN

Jangan menggunakan mentalitas yang cenderung menuruti kata orang.

  • Jangan abaikan perspektif mereka yang mungkin tidak kita anggap penting, mereka bisa datang kembali menghantui kita dikemudian hari.
  • Begitu suatu perubahan baru diimplementasikan, tindaklanjuti dengan menangani masalah-masalah dan frustasi yng muncul yang dialami orang-orang akibat perubahan.
  • Curahkan waktu dalam perubahan budaya sampai itu benar-benar bisa diterima jangan merasa bahwa itu pasti bisa diterima hanya karena mengatakan itu pasti bisa.

JANGAN MELAKUKAN SENDIRIAN

Jangan memisahkan diri dari tim anda dan tim kepemimpinan

  • Infrastruktur memang perlu, khususnya untuk proyek-proyek besar, tetapi tetaplah menjadi sosok yang bisa dilihat oleh tim anda dan mudah ditemui oleh tim kepemimpinan anda.
  • Ingatlah bahwa sentuhan pribadi sangat penting bagi semangat juang.
  • Jangan lupakan para pakar yang menolong anda berada pada posisi anda sekarang, semakin tinggi anda naik, semakin sering anda membutuhkan mereka.

PERHATIKAN SECARA KHUSUS BAHAYA-BAHAYA BERPOLiTIK

  • Opsi terbaik adalah berusaha memfasilitasi pihak-pihak tersebut untuk memecahkan masalah dengan pendekatan yang menguntungkan kedua belah pihak.
  • Bila pihak tersebut tidak mencapai kesepakatan dan mereka berada dalam lingkup pengaruh anda, maka tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang benar, yang mungkin nerarti mungkin memihak pada satu pihak atau membuat keputusan eksekutif.

JANGAN MEREMEHKAN PENTINGNYA ASPEK ORANG

Jangan biarkan ideal-ideal, asumsi-asumsi anda, atau keharusan untuk bertindak terburu-buru menyebabkan anda mengabaikan aspek manusia dalam upaya-upaya anda.

  • Supaya berhasil, kita harus waspada terhadap dampaknya pada orang, tidk hanya berfokus pda deliverable kita saja.

Jangan lupa pada kebutuhan untuk membina pemimpin-pemimpin yang efektif.

  • Lawanlah godaan untuk membuat orang yang berkinerja paling baik menjadi pemimpin. Kepemimpinan membutuhkan keahlian dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan orng, kemampuan analitis dan perencanaan, kecerdasan dalam berfikir strategis, dan keahlian-keahlian lainnya.
  • Tanpa pemimpin-pemimpin yang efektif, kita tak bisa mengatur upaya-upaya yang lebih luas dan akhirnya kita mulai micromanaging agar tetap bisa mengendalikan.

KARYA : Dina Fitriani, Department    : English/ 4th semester, STBA JIA Bekasi, Juli 2010.

#HAKIKAT MANAJEMEN


Pengertian dan Pentingnya manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu (Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan).

Pada dasarnya manajemen itu penting, sebab:

  1. Pekerjaan itu berat dan tidak dapat dikerjakan sendiri, sehingga diperlukan pembagian tugas, kerja dan tanggungjawab dalam penyelesaiannya.
  2. Perusahaan dapat berhasil baik jika manajemen diterapkan dengan baik.
  3. Manajemen yang baik akan meningkatkan daya guna dan hasil guna semua potensi yang dimiliki.
  4. Manajemen yang baik akan mengurangi pemborosan-pemborosan.
  5. Manajemen menetapkan tujuan dan usaha untuk mewujudkan dengan  memanfaatkan 6M dalam proses manajemen tersebut.
  6. Manajemen perlu untuk kemajuan dan pertumbuhan.
  7. Manajemen mengakibatkan pencapaian tujuan secara teratur.
  8. Manajemen merupakan suatu pedoman, pikiran, dan tindakan.
  9. Manajemen selalu dibutuhkan dalam setiap kerja sama sekelompok orang.

Filsafat dan Asas-Asas Manajemen

Filsafat manajemen adalah kerjasama saling menguntungkan, bekerja efektif dan dengan metode kerja yang terbaik dan mencapai hasil yang optimal (Drs. H. Malayu S. P. Hasibuan).

Menurut F. W. Taylor, filsafat manajemen adalah kumpulan pengetahuan dan kepercayaan yang memberikan dasar atau basis yang luas untuk menentukan pemecahan terhadap masalah-masalah manjer.

Asas-asas manajemen menurut Henry Fayol:

  1. Division of work (asas pembagian kerja)
  2. Authority and responsibility (asas wewenang dan tanggungjawab)
  3. Discipline (asas disiplin)
  4. Unity of command (asas kesatuan perintah)
  5. Unity of direction (asas kesatuan jurusan atau arah)
  6. Subordination of individual interest into general interest (asas kepentingan umum di atas kepentingan pribadi)
  7. Renumeration of personnel (asas pembagian gaji yang wajar)
  8. Centralization (asas pemusatan wewenang)
  9. Scalar of chain (asas hierarki atau asas rantai rantai berkala)
  10. Order (asas keteraturan)
  11. Equity (asas keadilan)
  12. Initiative (asas inisiatif)
  13. Esprit de corps (asas kesatuan)
  14. Stability of turn-over personnel (asas kestabilan masa jabatan)

Ilmu dan Seni manajemen

Ilmu manajemen, science management (manajemen ilmiah) adalah suatu kumpulan pengetahuan yang disistematisasi, dikumpulkan, dan diterima menurut pengertian kebenaran-kebenaran universal mengenai manajemen.

Ciri-ciri scientific management:

  1. Tersusun secara sistematis/teratur
  2. Dapat dipelajari dan diajarkan
  3. Menggunakan metode-metode ilmiah
  4. Dapat dijadikan suatu teori
  5. Objektif dan rasional

Seni manajemen meliputi kecakapan untuk melihat totalitas dari bagian-bagian yang terpisah dan berbeda-beda, kecakapan untuk melihat sesuatu gambaran tentang visi tertentu, kecakapan untuk menyatukan visi tersebut dengan skills (keterampilan) atau kecakapan efektif.

Tujuan, Bidang dan Mazhab Manajemen

Tujuan Manajemen

Tujuan merupakan hal terjadinya proses manajemen dan aktifitas kerja, tujuan beraneka macam, tetapi harus ditetapkan secara jelas, realistis dan cukup menantang berdasarkan analisis data, informasi dan pemilihan dari informasi-informasi yang ada. Kecapakan manajer dalam menetapkan tujuan dan kemapuannya memanfaatkan peluang, mencerminkan tingkat hasil yang dapat dicapainya.

Perlu diketahui dan dihayati bahwa intisari manajemen adalah mencapai tujuan yang optimal dengan meningkatkan daya guna serta hasil guna dari potensi-potensi yang dimilikinya.

  1. Bidang-Bidang Manajemen
  2. Manajemen sumber daya manusia (MSDM)

Ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja, agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan.

  1. Manajemen permodalan : Mengelola/mengatur dana/uang, supaya mendapatkan keuntungan yang wajar.
  2. Manajemen akuntansi biaya : Membahas masalah pemakaian material, supaya efisien dan efektif sehingga pemborosan dapat dihindarkan seminimal mungkin.
  3. Manajemen produksi : Membahas pengertian produksi, tata ruang perusahaan, perawatan dan lain sebagainya.
  4. Manajemen pemasaran : Mengaqtur bagaimana barang dan jasa dapat terjual seoptimal mungkin dan dengan mendapat laba yang wajar.

Mazhab-Mazhab Manajemen

Menurut G.R. Terry mazhab-mazhab manajemen itu adalah:

  1. Mazhab manajemen berdasarkan kebiasaan
  2. Mazhab manajemen ilmiah
  3. Mazhab perilaku
  4. Mazhab sosial
  5. Mazhab manajemen sistem
  6. Mazhab manajemen berdasarkan keputusan
  7. Mazhab pengukuran kuantitatif
  8. Mazhab proses manajemen
  9. Mazhab manajemen menurut keadaan.

Sistem, Pendekatan dan Fungsi-Fungsi Manajemen

  1. Sistem-Sistem Manajemen
  2. Manajemen bapak

Setiap usah dan aktifitas organisasi para pengikut (bawahan) selalu mengikuti jejak bapak. Apa yang dikatakan (diperintahkan) bapak itulah yang benar. Tidak ada alternatif lain kecuali mengikuti perintah bapak.

Manajemen tertutup

Manajer tidak memberitahukan atau menginformasikan keadaan perusahaan kepada para bawahannya walaupun dalam batasan-batasan tertentu saja. Keputusan diambil tanpa melibatkan partisipasi para bawahannya dalam proses pengambilan keputusan.

Manajemen terbuka

Atasan banyak menginformasikan keadaan perusahaan kepada bawahannya, sehingga bawahan dalam batas-batas tertentu mengetahui keadaan perusahaan (organisasi). Manajer mengajak para bawahan berpartisipasi dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, keputusan terakhir tetap berada di tangan manajer.

Manajemen demokrasi

Pelaksanaan manajemen demokrasi hampir sama dengan manajemen terbuka, khususnya dalam proses pengambilan keputusan, para anggota/bawahan diajak dan diikutsertakan berpartisipasi memberikan saran-saran, pemikiran-pemikiran dan cara-cara pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi.

Pendekatan-Pendekatan Manajemen

    1. Pendekatan berdasarkan kebiasaan
    2. Pendekatan berdasarkan kelakuan antar individu
    3. Pendekatan berdasarkan kelakuan kelompok
    4. Pendekatan sistem kerjasama sosial
    5. Pendekatan sistem sosio teknik
    6. Pendekatan teori keputusan
    7. Pendekatan pusat komunikasi
    8. Pendekatan matematis
    9. Pendekatan situasional
    10. Pendekatan sumber daya manusia
    11. Pendekatan kombinasi

Fungsi-Fungsi Manajemen

Fungsi-fungsi manajemen yang diungkapkan para penulis tidak sama. Hal ini disebabkan latarbelakang penulis, pendekatan yang dilakukan tidak sama. Berikut perbandingan fungsi-fungsi manajemen yang dikemukakan para ahli, sebagai bahan perbandingan.

Menurut:

G.R. TERRY JOHN F. MEE LOUISE A. ALLEN MC NAMARA
1 Planning Planning Leading Planning
2 Organizing Organizing Planning Programming
3 Actuating Motivating Organizing Budgeting
4 Controlling Controlling Controlling System
HENRY FAYOL HAROLD KOONTZ & CYRIL O’DONNEL DR. S.P. SIAGIAN PROF. DRS. OEY LIANG LEE
1 Planning Planning Planning Perencanaan
2 Organizing Organizing Organizing Pengorganisasian
3 Commanding Staffing Motivating Pengarahan
4 Coordinating Directing Controlling Pengkoordinasiaan
5 Controlling Controlling Evaluating Pengontrollan
W.H. NEWMAN LUTHER GULLICK LYNDALL F. URWICK JOHN D. MILLEY
1 Planning Planning Forecasting Directing
2 Organizing Organizing Planning
3 Assembling resources Staffing Organizing Facilitating
4 Directing Directing Commanding
5 Controlling Coordinating Coordinating
6 ————- Reporting Controlling
7 ————- Budgeting —————

Pemimpin dan Pengambilan Keputusan

Pengertian dan Tugas Pemimpin

Pemimpin adalah seseorang dengan wewenang kepemimpinannya mengarahkan bawahannya untuk mengerjakan sebagian dari pekerjaanya dalam mencapai tujuan. Manajer adalah seseorang yang mencapai tujuannya melalui kegiatan-kegiatan orang lain.

Pemimpin adalah sumber aktifitas dan mereka harus merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, dan mengendalikan semua kegiatan, agar tujuan tercapai. Pemimpin harus memberikan arah kepada perusahaan/organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin harus memikirkan secara tuntas misi perusahaan/organisasi, menetapkan sasaran-sasaran, strategi, dan mengorgasisasi sumberdaya-sumberdaya untuk tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

  1. Beberapa Pendekatan tentang Manajer
  2. Pendekatan tingkatan dan tugas-tugas manajer
  3. Pendekatan luas pekerjaan manajer
  4. Pendekatan sifat kerja manajer
  5. Pendekatan sifat-sifat seorang manajer

Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah proses bagaimana menetapkan suatu keputusan yang terbaik, logis, rasional, dan ideal berdasarkan fakta, data, dan informasi dari sejumlah alternatif untuk mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dengan resiko terkecil, efektif, dan efisien untuk dilaksanakan pada masa yang akan datang.

Pengambilan keputusan oleh manajer biasanya didasarkan atas:

  1. keyakinan
  2. intuisi (suara hati)
  3. fakta-fakta
  4. pengalaman
  5. kekuasaan

Wewenang, Tanggungjawab, dan Pendelegasian Wewenang

  1. Wewenang (Authority)

Wewenang adalah kekuasaan yang sah dan legal yang dimiliki seseorang untuk memerintah orang lain, berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Wewenang merupakan dasar untuk bertindak, berbuat, dan melakukan kegiatan/aktifitas dalam suatu perusahaan.

Jenis-jenis wewenang (authority):

  1. Wewenang garis (line authority)
  2. Wewenang staf (staff authority)
  3. Wewenang fungsional (functional authority)
  4. Wewenang wibawa (personal authority)

Sumber-sumber wewenang:

  1. Teori wewenang formal
  2. Teori penerimaan wewenang
  3. Wewenang diperoleh seseorang karena situasi
  4. Wewenang karena jabatan/posisi dalam organisasi
  5. Wewenang diperoleh seseorang karena keahlian khusus  sebagai akibat dari pengalaman, popularitas, kemampuan mengambil keputusan yang jitu
  6. Wewenang diperoleh seseorang karena hukum atau undang-undang

2. Tanggung Jawab

Tanggung jawab adalah keharusan melakukan semua kewajiban/tugas-tugas yang dibebankan kepada seseorang zsebagai akibat dari wewenang yangt dimiliki atau diterimanya. Setiap wewenang akan menimbulkan hak tanggung jawab, kewajiban-kewajiban untuk melaksanakan dan mempertanggungjawabkan. Tegasnya tanggung jawab tercipta karena pemberian wewenang. Wewenang mengalir dari atasan ke bawahan sedangkan tanggung jawab mengalir dari bawah ke atas.

3. Pendelegasian Wewenang

Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang kepada seseorang untuk dilaksanakan atas nama pemberi pekerjaan atau wewenang( delegator). Seorang pemimpin walaupun telah mendelegasikan sebagian tugas-tugas dan wewenangnya masih tetap memiliki wewenang tersebut. Hal i nilah yang menyebabkan seorang pemimpin masih punya hak memerintah, mengkoordinasi, dan mengintegrasikan tugas-tugas dalam organisasi.

Asas-asas pendelegasian wewenang:

  1. Asas kepercayaan
  2. Asas hasil yang diharapkan
  3. Asas penentuan fungsi atau asas kejelasan tugas
  4. Asas rantai berkala
  5. Asas tingkat wewenang
  6. Asas kesatuan komando
  7. Asas keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
  8. Asas pembagian kerja
  9. Asas kemutlakan tanggung jawab

Koordinasi Manajemen

Arti dan Pentingnya Koordinasi

Koordinasi adalah adalah suatu upaya yang dilakukan seseorang agar pekerjaan/program berlangsung melalui suatu proses yang telah ditentukan sebelumnya.

Tujuan koordinasi:

  1. Mengarahkan dan menyatukan semua tindakan serta pikiran ke arah tercapainya sasaran perusahaan.
  2. Menjuruskan keterampilan spesialis ke arah sasaran perusahaan
  3. Menghindari kekosongan dan tumpang tindih pekerjaan
  4. Menghindari kekacauan dan penyimpangan tugas dari sasaran
  5. Mengintegrasikan tindakan dan pemanfaatan 6M ke arah sasaran organisasi atau perusahaan
  6. Menghindari tindakan overlapping dari sasaran perusahaan
  7. Syarat-Syarat Koordinasi
  8. Sense of cooperation (perasaan untuk bekerjasama), ini harus dilihat bagian per bagian bidang pekerjaan, bukan orang per orang.
  9. Rivalry, diadakan persaingan antar bagian, agar bagian-bagian ini berlomba-lomba untuk mencapai kemajuan.
  10. Team spirit, satu sama lain dalam setiap bagian harus saling menghargai.
  11. Esprit de corps, bagian-bagian yang diikutsertakan atau dihargai, umunya akan menambah kegiatan yang bersemangat.
  12. Cara-Cara Mengadakan Koordinasi
  13. Memberikan keterangan langsung dan secara bersahabat.
  14. Mengusahakan agar pengetahuan dan penerimaan tujuan yang akan dicapai oleh anggota tidak menurut masing-masing individu dengan tujuannya sendiri-sendiri.
  15. Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
  16. Mendorong para anggota untuk berpartisipasi dalam tingkat perumusan dan penciptaan sasaran.
  17. Membina human relation yang baik antara sesama karyawan.
  18. Manager sering melakukan komunikasi informal dengan para bawahan.

Perencanaan dan Rencana

Pengertian Perencanaan dan Rencana

Perencanaan adalah fungsi dasar managemen karena organizing,staffing,directing,dan controling harus lebih dahulu direncanakan. perencanaan ini ditujukan pada masa depan yang tidak pasti karena adanya perencanaan kondisi dan situasi.

Rencana adalah produk dari sebuah perencanaan. Dalam suatu rencana ditetapkan tujuan yang ingin dicapai dan pedoman-pedoman untuk mencapai tujuan itu.

Asas-Asas Perencanaan (Princple of Planning)

1.         Harus ditujukan pada pencapaian tujuan

2.         Efisien,tujuan dicapai dengan biaya yang sekecil-kecilnya

3.         Azas pengutamaan perencanaan

4.         Azas pemerataan perencanaan

5.         Azas patokan perencanaan

6.         Azas kebijakan pola kerja

7.         Azas waktu

8.         Azas tata hubungan perencanaan

9.         Azas alternative

10.     Azas pembatasan factor

11.     Azas keterikatan

12.     Azas fleksibilitas

13.     Azas ketetapan arah

14.      Azas perencanaan strategis

Jenis-Jenis Rencana

1.            Tujuan (objektif),harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat difahami dan ditafsirkan dengan mudah,wajar,rasional,ideal,dan cukup menantang.

2.            Kebijakan (policy),rencana yang memberikan bimbingan berfikir dan arah dalam pengambilan keputusan.

3.            Prosedur,rentetan tindakan yang diatur secara kronologis atau berurutan.

4.            Rule,aturan-aturan yang telah ditetapkan dan harus ditaati.

5.            Program,merupakan usaha-usaha untuk mengefektifkan rangkaian tindakan yang harus dilaksanakan menurut bidangnya masing-masing.

6.            Budget,rencana yang menggambarkan penerimaan dan pengeluaran yang akan dilakukan pada setiap bidang.

7.            Metode,penentuan cara pelaksanaan suatu tugas dengan suatu pertimbangan yang memadai menyangkut tujuan.

8.            Strategi,penentuan cara yang harus dilakukan agar memungkinkan memperoleh hasil yang optimal,efektif,dan dalam jangka waktu singkat serta tepat menuju tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

Prediction and Primacy Planning

Planning prediction merupakan perencanaan yang tidak didasarkan atas analisis dan  perhitungan ilmiah dari data,informasi,dan fakta tetapi hanya didasarkan perkiraan.

Planning premisis adalah perencanaan ilmiah yang didasarkan atas ramalan-ramalan yang menyatakan suatu latarbelakang dari kejadian-kejadian yang akan terjadi diperkirakan akan mempengaruhi rencana.

Keuntungan dan Kerugian Perencanaan

Keuntungan perencanaan :

1.      Tujuan menjadi jelas, objektif,dan rasional

2.      Semua aktifitas terarah,teratur dan ekonomis

3.      Menggambarkan keseluruhan perusahaan

4.      Meningkatkan dayaguna dan hasilguna semua potensi yang dimiliki

5.      Memperkecil resiko yang dihadapi perusahaan.

Kerugian perencanaan :

1.      Membatasi tindakan dan inisiatif para bawahan,karena mereka harus bekerja sesuai dengan pola yang telah ditetapkan.

2.      Menyebabkan terlambatnya tindakan yang perlu diambil dalam keadaan darurat.

3.      Informasi yang dibutuhkan untuk meramalkan masa yang akan datang belum tentu tepat,sehingga manager tidak akan dapat secara pasti meramalkan apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

4.      Perencanaan mempunyai penghalang-penghalang psikologis, karena orang lebih memperhatikan masa sekarang daripada masa yang akan datang.

Perencana (Planner)

Perencanaan diproses oleh perencana dan hasilnya berupa rencana. Perencanaan sifatnya dinamis, sedangkan rencana sifatnya statis yang di dalamnya telah ditetapkan tujuan dan pedoman pelaksanaannya.

Pada dasarnya semua manajer melaksanakan perencanaan dan menjadi perencana (planner). Perbedaannya hanya terletak pada luasnya rencana yang disusunnya. Semakin tinggi posisi pejabat dalam satu organisasi semakin luas rencana yang disusunnya, seperti rencana menyeluruh (master plan), rencana bagian, dan rencana teknik pelaksanaan.

Pengorganisasian dan Organisasi

Pengertian Pengorganisasian dan Organisasi

Pengorganisasian adalah fungsi manajemen dan merupakan suatu proses yang dinamis, sedangkan organisasi adalah merupakan alat atau wadah yang statis. Pengorganisasian dapat diartikan penentuan pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan, pengelompokan tugas-tugas dan membagi-bagikan pekerjaan kepada setiap karyawan, penetapan deepartemen-departemen (subsistem) serta penentuan hubungan-hubungan.

Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur, dan terkoordinasi dari sekelompok orang yang bekerjasama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya merupakan alat atau wadah saja ( Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan).

Organisasi terdiri dari:

1.      Pengaturan yang berorientasi sasaran, orang-orang dengan tujuannya

2.      Orang-orang yang berinteraksi dalam kelompok

3.      Orang dengan menggunakan pengetahuan dan teknik

4.      Interaksi kegiatan-kegiatan yang terstruktur serta orang-orang bekerjasama dalam hubungan-hubungan yang berpola

Asas-Asas Organisasi

Untuk mewujudkan suatu organisasi yang baik, efektif, efisien, serta sesuai dengan kebutuhan, harus didasarkan pada asas-asas organisasi sebagai berikut:

1.         Asas tujuan organisasi, harus jelas dan rasional

2.         Asas kesatuan tujuan, harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai

3.         Asas kesatuan perintah, bawahan menerima perintah dan mempertanggungjawabkannya hanya kepada seorang atasan.

4.         Asas rentang kendali, manajer hanya bisa memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu, misalnya 3 orang atau 9 orang.

5.         Asas pendelegasian wewenang, pendelegasian wewenang dari seseorang kepada orang lain harus jelas dan efektif, sehingga ia mengetahui wewenangnya.

6.         Asas keseimbangan wewenang dan tanggungjawab, wewenang yang diberikan dengan tanggungjawab yang timbul karenanya harus sama besarnya.

7.         Asas tanggungjawab, harus sesuai dengan garis wewenang.

8.         Asas pembagian kerja

9.         Asas penempatan personalia

10.     Asas jenjang berangkai, saluran perintah atau wewenang dari atas ke bawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas dan tidak terputus-putus serta menempuh jarak terpendek.

11.      Asas efisiensi

12.     Asas kesinambungan

13.     Asas koordinasi

Proses (Langkah-Langkah) Pengorganisasian

1.         Manajer harus mengetahui tujuan organisasi yang ingin dicapai, profit motive atau service motive

2.         Penentuan kegiatan-kegiatan

3.         Pengelompokan kegiatan-kegiatan

4.         Pendelegasian wewenang

5.         Rentang kendali

6.         Peranan perorangan

7.         Tipe organisasi

8.         Struktur organisasi

Rentang Kendali

Rentang kendali sangat perlu dalam pengorganisasian karena berhubungan dengan pembagian kerja, koordinasi, dan kepemimpinan seorang pemimpin (manajer). Selain itu karena adanya keterbatasan manusia, yaitu keterbatasan waktu, pengetahuan, kemampuan, dan perhatian.

Faktor-faktor yang membatasi besar kecilnya rentang kendali:

1.         Sifat dan terincinya rencana

2.         Latihan-latihan dalam perusahaan

3.         Posisi pemimpin dalam struktur organisasi

4.         Dinamis atau statisnya organisasi

5.         Kemampuan dan kecanggihan komunikasi

6.         Tipe pekerjaan yang dilakukan

7.         Kecakapan dan pengalaman manajer

8.         Tingkat kewibawaan dan energi manajer

9.         Dedikasi dan partisipasi bawahan

Dasar Pendepartemenan

Setiap organisasi terdiri dari beberapa departemen. Banyaknya bagian suatu organisasi tergantung dari kebutuhan perusahaan yang bersangkutan.

Dasar-dasar pendepartemenan:

1.      Fungsi-fungsi perusahaan

2.      Fungsi-fungsi manajemen

3.      Proses produksi

4.      Dasar produk/hasil

5.      Dasar pasar/langganan

6.      Dasar wilayah/tempat

7.      Dasar waktu/shift

8.      Dasar jumlah

9.      Combination

10.  Matriks

Macam-Macam Organisasi

Berdasarkan proses pembentukannya

1.         Organisasi formal

2.         Organisasi informal

Berdasarkan kaitan hubungannya dengan pemerintah

1.      Organisasi resmi

2.      Organisasi tidak resmi

Berdasarkan ukuran

1.      Organisasi besar

2.      Organisasi sedang

3.      Organisasi kecil

Berdasarkan tujuan

1.      Organisasi sosial

2.      Organisasi perusahaan

Berdasarkan bagan orgaqnisasi

1.      Berbentuk segitiga vertikal

2.      Berbentuk segitiga horisontal

3.      Berbentuk kerucut vertikal/horizontal

4.      Berberntuk lingkaran atau setengah lingkaran

5.      Berbentuk bulat telur

Berdasarkan bentuknya

1.      Organisasi lini

2.      Organisasi lini dan staf

3.      Organisasi fungsional

4.      Organisasi lini, staf, dan fungsional

5.      Orgnaisasi komite

Teori-Teori Organisasi

Untuk mempelajari perkembangan organisasi dilakukan melalui pendekatan-pendekatan sebaqgai berikut :

1.      Pendekatan klasik, didasarkan pada teori mesin, yang onderdilnya setiap saat dapat diganti dan  setiap bagian mempunyai tugas tertentu sesuai fungsinya. Pokok utama dari teori mesin adalah konsep spesialisasi tugas.

2.      Pendekatan tingkahlaku, menekankan pentingnya aspek manusia secara utuh dalam mendesain suatu struktur organisasi. Pendekatan tingkahlaku ini menyatakan bahwa organisasi dapat terus ditingkatkan efisiensinya dengan memperlakukan manusia sebagai manusia.

3.      Pendekatan struktur, organisasi harus dirancang untuk mencapai tujuan bisnis serta untuk memberikan pedoman penempatan tenaga kerja dalam struktur. Drucker membahas dua kaidah struktural, yaitu disentralisasi federal dan disentralisasi fungsional.

4.      Pendekatan sistem, organisasi bukanlahsuatau sistem tertutup tetapi suatu sistem terbuka yang harus berinteraksi dengan lingkungan. Terdapat dua interaksi,yaitu interaksi internal dan interaksi eksternal.

5.      Reorganisasi dan Restrukturisasi Organisasi

Reorganisasi adalah penyudunan kembali suatu organisasi, baik anggaran dasar, anggaran rumah tangga, maupun strukturnya, agar lebih efektif dalam mencapai tujuan.

Restrukturisasi adalah perubahan struktur suatu organisasi baik secara vertikal maupun horizontal, agar lebih efektif membantu tercapainya tujuan.

Fungsi Pengisian Jabatan

Pengertian

Fungsi pengisian jabatan atau fungsi stuffing adalah kegiatan mencari karyawan yang efektif untuk mengisi jabatan-jabatan diorganisasi /perusahaan.

Pokok masalah pada fungsi pengisian jabatn adalah :

  1. Pengadaan
  2. Penarikan
  3. Seleksi
  4. Penempatan
  5. Pemberhentian
  6. Pengadaan

Proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang kualitas maupun kuantitasnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Penarikan (Recruiting)

Kegiatan mencari dan mempengaruhi tenaga kerja agar mau melamar lowongan pekerjaan yang masih kosong diperusahaan. Mencari artinya menetapkan sumber-sumber tenaga kerja yang akan ditarik. Mempengaruhi artinya menetapkan cara-cara penarikannya, seperti melalui iklan atau melalui karyawan yang telah ada.

Seleksi

Suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang diterima atau ditolak untuk menjadi karyawan perusahaan.  metode seleksi dikenal atas metode ilmiah dan non ilmiah.

Prosedur seleksi :

1.         Seleksi surat-surat lamaran

2.         Pemeriksaan referensi

3.         Wawancara pendahuluan

4.         Seleksi ilmu pengetahuan

5.         Tes psikologi

6.         Tes kesehatan

7.         Wawancara akhir dengan atasan langsung

8.         Memutuskan diterima atau tidak

9.         Penempatan

Kegiatan menempatkan orang-orang yang telah lulus seleksi pada jabatan-jabatan tertentu sesuai dengan uraian pekerjaan dan klasifikasi-klasifikasi pekerjaannya. Dalam penempatan karyawan harus dilakukan orientasi dan induksi. Orientasi artinya memberitahukan hak dan kewajiban karyawan serta tugas dan tanggungjawabnya. Induksi artinya mempengaruhi karyawan agar mentaati peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.

Pemberhentian

Pemutusan hubungan kerja karyawan dengan suatu perusahaan. Pemberhentian ini disebabkan oleh keinginan perusahaan, keinginan karyawan, kontrak kerja habis, peraturan perburuhan, pensiun, dan atau meninggal dunia. Setiap karyawan yang berhenti selalu membawa biaya-biaya, seperti biaya penarikan, seleksi, dan pelatihan yang merugikan perusahaan. Jika turn over karyawan satu perusahaan sering terjadi, ini menunjukkan bahwa manajemen perusahaan itu kurang baik.

Fungsi Pengarahan

Pengertian Pengarahan

Fungsi pengarahan adalah fungsi managemen yang terpenting dan paling dominan dalam proses manajemen. Penerapan fungsi ini sangat sulit, rumit, dan kompleks karena karyawan tidak dapat dikuasai sepenuhnya.

Pengarahan adalah mengarahkan semua karyawan agar mau bekerjasama dan bekerja efektif dalam mencapai tujuan perusahaan. Pengarahan dapat dilakukan dengan cara persuasif dan instruktif tergantung cara mana yang efektif.

Pokok-pokok masalah yang dipelajari pada fungsi pengarahan :

  1. Tingkahlaku manusia
  2. Hubungan manusiawi
  3. Komunikasi
  4. kepemimpinan
  5. Motivasi

Motivasi berasal dari bahasa latin mavere yang berarti dorongan atau daya penggerak.

Pengertian motiv dan motivasi :

1.      Motiv adalah suatu perangsang keinginan dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang

2.      Motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang, agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala dayaupayanya untuk mencapai kepuasan.

Tujuan pemberian motivasi :

1.   Mendorong gairah dan semangat kerja karyawan

2.   Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan

3.   Meningkatkan produktivitas kerja karyawan

4.   Mempertahankan loyalitas dan kestabilan karyawan perusahaan

5.   Meningkatkan kedisiplinan menurunkan tingkat absensi karyawan

Asas-asas motivasi :

1.      Asas mengikutsertakan

2.      Asas komunikasi

3.      Asas pengakuan

4.      Asas wewenang

5.      Asas adil dan layak

6.      Asas perhatian timbalbalik

Jenis-jenis motivasi :

1.      Motivasi positif

2.      Motivasi negativ

Metode-metode motivasi :

1.      Metode langsung

2.      Metode tidak langsung

Model-model motivasi :

1.   Model tradisional

2.   Model hubungan manusia

3.   Model sumberdaya manusia

Teori-teori motivasi :

1.   Teori kepuasan

2.   Teori proses

3.   Teori pengukuhan

Fungsi Pengendalian

Pengertian dan Tujuan Pengendalian

Pengendalian adalah pengukuran dan perbaikan terhadap pelaksanaan kerja bawahan, agar rencana-rencana yang telah dibuat untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan dapat terselenggara.

Tujuan pengendalian :

1.      Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari rencana

2.      Melakukan tindakan perbaikan jika terdapat penyimpangan

3.      Supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencana

Asas-Asas Pengendalian

1.      Asas tercapainya tujuan

2.      Asas efesiensi pengendalian

3.      Asas tanggungjawab pengendalian

4.      Asas pengendalian terhadap masadepan

5.      Asas pengendalian langsung

6.      Asas refleksi rencana

7.      Asas penyesuaian dengan organisasi

8.      Asas pengendalian individu

9.      Asas standar

10.  Asas pengendalian terhadap strategis

11.   Asas kekecualian

12.  Asas pengendalian fleksibel

13.  Asas peninjauan kembali

14.  Asas tindakan

Jenis-Jenis Pengendalian

1.      Pengendalian karyawan

2.      Pengendalian keuangan

3.      Pengendalian produksi

4.      Pengendalian waktu

5.      Pengendalian teknis

6.      Pengendalian kebijaksanaan

7.      Pengendalian penjualan

8.      Pengendalian inventaris

9.      Pengendalian pemeliharaan

10.  Proses dan Cara-Cara Pengendalian

Proses pengendalian :

1.         Menentukan standar yang akan digunakan

2.         Mengukur pelaksanaan atau hasil yang telah dicapai

3.         Membandingkan pelaksanaan atau  hasil dengan standar dan menentukan penyimpangan jika ada

4.         Melakukan tindakan perbaikan

Cara-cara pengendalian :

1.      Pengawasan langsung

2.      Pengawasan tidak langsung

3.      Pengawasan berdasarkan kekecualian

4.      Sifat dan Waktu Pengendalian

Sifat dan waktu pengendalian dibedakan atas  :

1.      Prefentif kontrol, pengendalian yang dilakukan sebelum kegiatan dilakukan

2.      Refresif kontrol, pengendalian yang dilakukan setelah terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya

Pengendalian saat proses dilakukan

1.      Pengendalian berkala

2.      Pengendalian mendadak (sidak)

3.      Pengamatan melekat

Macam-Macam Pengendalian

1.      Internal kontrol

2.      Eksternal kontrol

3.      Format kontrol

4.      Informal kontrol

Alat-Alat Pengendalian

Budget, anggaran suatu ikhtisar hasil yang akan diharapkan dari pengeluaran yang disediakan untuk mencapai hasil tersebut.

Tipe-tipe budget :

1.         Sales budget

2.         Production budget

3.         Cost production budget

4.         Step budget

5.         Purchasing budget

6.         Labor budget/personnel budget

7.         Cash and financial budget

8.         Master budget

9.         Non budget

Alat pengendalian non budget :

1.      Personal observation

2.      Report

3.      Financial statement

4.      Statistik

5.      Break even point

6.      Internal audit

Sistem Informasi Manajemen

Pengertian

Sistem informasi manajemen adalah pendekatan-pendekatan yang direncanakan dan disusun untuk memberikan bantuan yang piawai agar memudahkan proses managerial kepada pejabat pimpinan.

Sistem Informasi Manajemen, Komputer, dan Manajemen

Seperti telah diketahui bahwa informasi adalah data yang telah diolah. Jadi untuk memperoleh informasi tindakan pertama adalah mengumpulkan data lalu mengolahnya menjadi informasi.

Teknik mengumpulkan data :

a. Melalui pengamatan  langsung

b. Melalui wawancara

c. Melalui perkiraan koresponden

d. Melalui daftar pertanyaan

Operasi dan pengolahan data

Ada 10 operasi dasar yang menghasilkan keluaran penting :

1.      Capturing

2.      Pemeriksaan (verifying)

3.      Penggolongan (classifying}

4.      Penyusunan atau penyortiran

5.      Peringkasan

6.      Penghitungan

7.      Penyimpanan

8.      Pengambilan kembali

9.      Reprodukisi

10.  Penyebaran pengkomunikasian

Metode pengolahan data :

1.      Metode manual

2.      Metode electromechanical

3.      Metode punched card equipment

4.      Metode electronic computer

Penggunaan Komputer dalam Sistem Informasi Manusia

Komputer adalah suatu perlengkapan elektronik yang digunakan untuk mengolah data mampu menerima masukan dan keluaran, dan mempunyai sifat seperti kecepatan yang tinggi, ketelitian dan mampu menyimpan instruksi-instruksi untuk memecahkan masalah.

Manajemen dan Sistem Informasi Manusia

Manajemen dipandang sebagai suatu kegiatan yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan untuk mencapai tujuan. Dalam hubungannya antara manajemen dan sistem informasi manusia adalah untuk mengambil keputusan.

Unsur pengambilan keputusan :

1.      Model ,

2.      Kriteria ,

3.      Pembatas ,

4.      Optimalisasi

5.      Pengambilan keputusan yang terprogram

6.      Pengambilan keputusan yang tidak terprogram

Tingkat-tingkat pengambilan keputusan :

1.      Pengambilan keputusan tingkat strategis ,

2.      Pengambilan keputusan tingkat taktis ,

3.      Pengambilan keputusan tingkat teknis

SUMBER :

Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah,  Bumi Aksara, Soft Cover, Edisi Revisi, 2009, cetakan kedelapan,  266 hal.

 

See Jane Lead: 99 Kiat Sukses Memimpin bagi Perempuan


RESUME : See Jane Lead: 99 Kiat Sukses Memimpin bagi Perempuan, Lois P. Frankel, Ph.D·, Gramedia Pustaka Utama, 2006,  265 halaman.

Pengalaman kerja dan hidup memungkinkan perempuan mengembangkan keterampilan menonjol dalam menyeimbangkan visi dan strategi, mengambil risiko, mempengaruhi orang lain, memotivasi orang lain untuk mencapai yang terbaik, membangun tim berkinerja tinggi, serta menggunakan EQ—semua bahan baku penting untuk menjadi pemimpin saat ini.

Buku dari hasil jerih payah Lois P. Frankel, Ph.d. ini bertujuan membuat Anda melihat bahwa Anda adalah seorang pemimpin dan Anda benar-benar mempunyai apa yang diperlukan untuk memimpin sebuah keluarga, proyek, tim, departemen, perusahaan, atau negara. Tiap-tiap bab dalam buku See Jane Lead: 99 Kiat Sukses Memimpin Bagi Perempuan menjelaskan bahwa perilaku pemimpin tercakup dalam satu set keterampilan yang dimiliki oleh sebagian besar perempuan, cara Anda menunjukkan perilaku ini dalam keseharian, serta bagaimana Anda dapat menyempurnakan perilaku itu dengan mengikuti contoh dan kiat pelatihan yang diberikan di sepanjang dan akhir setiap bab.

Dalam buku ini disertakan kisah-kisah mengenai pemimpin perempuan. Namun, tidak seperti buku-buku lainnya, buku ini bukanlah mengenai mereka—buku ini mengenai Anda. Pengalaman pemimpin perempuan yang dibagikan dalam buku ini hanya dimaksudkan untuk memberi Anda bayangan tentang bagaimana Anda bisa menerapkan perilaku yang sama dengan yang membuat mereka sukses sambil belajar dari kesalahan mereka.
Melalui buku ini, Dr. Lois P. Frankel, seorang penulis bestseller yang sering menulis tentang pengembangan diri perempuan, mencoba menegaskan bahwa perempuan melalui sifat-sifat alamiahnya, memang terlahir menjadi seorang pemimpin.

Dalam buku-buku dia sebelumnya, Nice Girls Don’t Get the Corner Office dan Nice Girls Don’t Get Rich, Frankel menuliskan 176 kesalahan yang dilakukan perempuan dalam mengejar tujuan finansial maupun profesional mereka. Buku yang baru ini tidak lagi memfokuskan diri pada kesalahan, melainkan pada strategi yang membantu para perempuan memunculkan kemampuan kepemimpinan mereka dalam berbagai situasi.

Bukan berarti para perempuan tidak lagi melakukan kesalahan dalam hal kepemimpinan. Ya, mereka masih melakukannya. Tempatkanlah seorang gadis manis dalam sekelompok laki-laki dan perempuan, maka perempuan pasti akan menunggu seorang laki-laki –atau, perempuan yang lebih berkuasa– untuk mengambil kendali. Farah Juniliana – Industrial Marketing UAS – July 2010

Mintalah seorang gadis manis untuk mengambil keputusan untuk suatu kelompok, maka dia akan mengambil suara sebelum bertindak. Berikanlah sekelompok orang untuk dipimpin kepada seorang gadis manis, maka dia akan memperlakukan mereka seperti keluarga. Bukan, sekelompok orang yang mengandalkannya untuk kepemimpinan yang mampu membuat keputusan cepat dan percaya diri tapi manusiawi. Dan, dengan itu, dia menyangkal karunia bakat yang dimilikinya, yang bisa dimanfaatkan untuk menjadikannya seorang pemimpin teladan. Kaum perempuan selalu memimpin setiap saat –mereka hanya tidak menyebutnya kepemimpinan.

Dengan istilah yang tidak teoritis dan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, buku ini menunjukkan kepada Anda berbagai hal dan kualitas kepemimpinan yang sudah Anda perlihatkan. “Saya menulis buku ini karena saya ingin Anda melihat bahwa Anda seorang pemimpin dan Anda benar-benar mempunyai apa yang diperlukan untuk memimpin sebuah keluarga, proyek, tim, departemen, perusahaan atau negara,” demikian tulis Frankel dalam Pendahuluan bukunya.

Feminisasi Kepemimpinan
Frankel berpendapat, jika ada satu waktu dalam perjalanan sejarah di mana kepemimpinan perempuan benar-benar diperlukan, maka sekaranglah saatnya. Karena, masa kepemimpinan yang bercorak perintah dan kendali pada masa sekarang semakin tidak bisa dipertahankan. Saat ini, dibutuhkan kualitas-kualitas kepemimpinan yang banyak di antaranya kualitas-kualitas alamiah seorang perempuan. Selama berabad-abad, perempuan tanpa sadar menyempurnakan kualitas penting yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang sukses. Entah didapatkan dari lahir atau dari pola asuh, perempuan mahir membangun hubungan, mendorong dan memotivasi orang lain untuk berhasil, membentuk cara berkomunikasi mereka dengan hati-hati, serta menciptakan lingkungan yang saling percaya dan aman.

Di sisi yang lain, fakta menunjukkan kepemimpinan perempuan masih sangat sedikit. Buku ini mengutip penelitian yang dilakukan Catalyst, kelompok penelitian perempuan terbaik di Amerika yang menemukan, walaupun perempuan merupakan 46,4 % dari tenaga kerja, hanya ada 8 CEO perempuan di perusahaan kategori Fortune 500. Serta, hanya 5,2 % perempuan yang termasuk dalam jajaran orang berpenghasilan tertinggi dan hanya 7,9 % yang menyandang jabatan tertinggi dalam perusahaan-perusahaan itu. Namun, isyarat akan adanya perubahan positif ditunjukkan oleh penelitian Catalyst yang lain, yang mendapati bahwa perusahaan dengan posisi manajemen senior sebagian besar dipegang oleh perempuan mempunyai laba atas ekuitas 35 % lebih tinggi, dan total laba atas investasi pemegang saham 34 % lebih tinggi. Dari data-data ini kita dapat melihat peluang yang besar bagi perempuan untuk memaksimalkan potensinya sebagai pemimpin.

Model Kepemimpinan Perempuan
Frankel mengemukakan enam nilai yang menjadi model kepemimpinan perempuan yang menurutnya adalah model kepemimpinan yang diperlukan pada saat ini. Keenam nilai itu adalah penetapan arah, mempengaruhi orang lain, pembentukan tim, pengambilan resiko, kemampuan memotivasi, dan kecerdasan emosi. Membaca buku ini mengingatkan saya pada buku-buku psikologi populer yang pernah meledak di pasaran Indonesia maupun dunia, seperti Personality Plus karangan Florence Littauer, atau Emotional Intelligence dari Daniel Goleman, karena dalam buku ini banyak sekali teori-teori kepemimpinan yang mendalam, namun disajikan dengan cara yang sangat mudah dimengerti. Buku ini juga dilengkapi test untuk mengukur seberapa baiknya Anda dalam keenam nilai di atas. Setelah mengetahui titik kelemahan dan kekuatan kita dalam nilai-nilai kepemimpinan itu, Frankel mengajari kita bagaimana membenahi kemampuan-kemampuan tersebut yang menurutnya pada dasarnya merupakan kapasitas alamiah seorang perempuan

KARYA : Farah Juniliana – STBA-JIA BEKASI, July 2010

Winning the Mom Market in Indonesia



Buku karya Hermawan Kartajaya ini secara khusus mengupas tentang Gender Marketing, yaitu tentang perbedaan prilaku berbelanja antara wanita dan pria. Riset telah dilakukan di AS, dan ternyata hasilnya sangat mengejutkan, 80% pengeluaran rumah tangga diatur oleh wanita, dalam hal ini Ibu. Sungguh suatu peluang pasar yang sangat besar bila dapat kita taklukan.

Ibu adalah sosok yang sangat mendominasi dalam pengambilan keputusan belanja rumah tangga. Tanpa izin dari seorang ibu, akan sulit bagi seorang anak membeli produk kita. Lebih hebatnya, Ibu dapat juga memicu adanya Domino Effect, yaitu dimana seorang ibu dapat juga mempengaruhi pembelian keluarga lain, misalnya keluarga suami, tante, sepupu, dan tentu saja tetangga.

Seperti yang kita ketahui, banyak ibu-ibu yang hobby ngerumpi. Hobby ini merupakan salah satu kekuatan juga bagi marketing, yang harus kita catat. Karena ada suatu survey yang mendapatkan bahwa Ibu cenderung merekomendasikan produk produk yang dirasa cocok kepada lawan bicaranya dalam rumpian tersebut. Dalam hal ini disebut Viral Marketing, yaitu promosi dari mulut ke mulut yang pastinya dapat lebih meyakinkan.
Untuk dapat meraih pasar Ibu ini, langkah terpenting yang pertama adalah melakukan Segmentasi Pasar untuk mengetahui perilaku pembelian mereka. Namun untuk mengetahui prilaku Ibu, para pemasar harus terlebih dahulu tentang nilai nilai yang mereka pegang teguh, karena berdasarkan nilai nilai tersebutlah mereka dapat memutuskan pembeliannya.

S E G M E N T A S I P A S A R
Ibu Tradisional dan Ibu Modern.

  • Ibu tradisional adalah kelompok ibu yang memiliki keinginan untuk mendarmabaktikan seluruh hidupnya untuk kepentingan keluarga.
  • Ibu modern adalah kelompok ibu yang memiliki pandangan berbeda tentang anak. Mereka ingin sesuatu yang terbaik untuk anak anak mereka tetapi mereka juga tidak ingin kerepotan dalam mengurus semua itu.
  • Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga
  • Ibu bekerja, ada dua motivasi yang membuat ibu memilih untuk bekerja :
  1. Karena adanya tuntutan ekonomi.
  2. Karena adanya keinginandari dalam diri mereka.
  • Ibu rumah tangga, yaitu ibu yang menghabiskan seluruh waktunya untuk mengatur seluruh kebutuhan rumah.
    Menurut Leo Burnet, Ada dua variabel yang dapat membagi pasar Ibu, yaitu:

    • Tingkat Aktualisasi Diri Ibu, berarti meskipun seorang wanita telah menjadi ibu mereka tetap memiliki keinginan dan cita cita diluar rutinitas sebagai seorang ibu misalnya bekerja di kantor, atau bahkan memiliki bisnis sendiri.
    • Keterlibatan Bapak, berkaitan dengan seberapa jauh peranan bapak dalam kehidupan keluarga bukan hanya dalam segi financial, tetapi juga dalam hal membesarkan anak anak.

Berdasarkan kedua variabel diatas, Leo Burnett kemudian mengelompokkan para ibu menjadi empat segmentasi, yaitu :

  • Segment June Cleaver : The Sequel, adalah para ibu yang percaya akan pembagian tugas antara bapak dengan ibu. Bapak bekerja dan ibu fokus kepada urusan intern rumah. Oleh karena itu, ibu tipe ini membutuhkan produk yang dapat membantu mereka mengaktualisasikan diri mereka.
  • Segment Tug of War : Hampir sama dengan segment sebelumnya. Hanya saja umumnya mereka memiliki tingkat penghasilan yang rendah, yang pada akhirnya memaksa mereka untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. Didalam benak mereka selalu muncul perasaan bersalah apabila tidak memberikan yang terbaik bagi anak mereka.
  • Segment Strong Shoulders : Yaitu para ibu yang kurang mendapat support dari suami dalam hal financial ( dapat disebut juga Single Mom ). Dengan kondisi seperti ini mereka membutuhkan produk yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi mereka.
  • Mother of Invention : Yaitu para ibu yang berpandangan bahwa Bapak adalah Equal Partner dalam membesarkan anak anak mereka dan ikut andil dalam perkembangan anak mereka.

Setelah kita mengetahui segmentasi – segmentasi dalam pasar ibu ini, maka selanjutnya kita harus mempelajari cara untuk membidik dan menaklukan pasar ini. Pertama tama dengan mencari tahu prilaku pembelian Ibu. Kita harus terlebih dahulu tahu tentang nilai nilai yang mereka pegang teguh, karena berdasarkan nilai nilai inilah mereka dapat memutuskan pembeliannya.

Nilai nilai yang dijunjung tinggi ibu yang mempengaruhi prilaku berbelanja antara lain :

  • Penghematan Waktu. Dengan tugas ibu yang begitu banyak, waktu menjadi begitu berharga. Sehingga mereka bersedia mengeluarkan sejumlah uang demi menghemat waktu.
  • Value. Ibu rumah tangga dapat disebut sebagai Smart Customer. Karena dalam membeli, mereka tidak hanya sebatas melihat harga yang murah tetapi juga membandingkan kualitas dan manfaat yang didapatkan.
  • Kesehatan dan Keamanan Keluarga. Bagi seorang ibu, kesehatan setiap anggota keluarga merupakan nomor satu. Oleh karena itu untuk produk yang menunjang kesehatan keluarga, biasanya ibu tidak terlalu peka terhadap harga.
  • Perkembangan Anak. Seorang ibu menginginkan anaknya dapat tumbuh cerdas, sukses, dan bahagia. Jika seorang ibu membeli mainan yang mendidik untuk anaknya, dia pasti akan merasa bahagia karena telah melakukan sesuatu yang berharga bagi anaknya.

Sebagai marketing, kita harus dapat menempatkan diri dalam hati kaum Ibu untuk merasakan apa yang mereka rasakan. Kegagalan suatu perusahaan yang menarget kaum Ibu umumnya disebabkan oleh ketidakpahaman mereka tentang apa yang sesungguhnya diinginkan kaum Ibu.

Beberapa prinsip dasar yang dapat digunkan dalam membidik pasar Ibu antara lain :

• Family First, Help Her Passing the Legacy. Yaitu dengan memposisikan merek anda sebagai merek keluarga, yang telah dan akan diwariskan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Contohnya “Pepsodent” dengan slogan “Pasta Gigi Keluarga”, dan “Kijang” dengan slogan “Mobil Keluarga Indonesia”.

• Touch to Heart. Sentuhlah hati ibu melalui iklan yang bertemakan keluarga. Karena seorang Ibu pasti akan selalu mendedikasikan hidupnya untuk kebaikan keluarganya, terutama anaknya. Seperti iklan Pepsodent, yang menyentuh hati dengan menampilkan sosok keluarga bahagia dan anak yang lucu.

• Securing Her Trust. Kaum Ibu, umumnya, memiliki tingkat kepekaan emosional yang lebih dari kaum Bapak. Oleh karena itu produk kita harus memiliki Kredibilitas dan Integritas yang tinggi. Jangan pernah berbohong kepada Ibu dengan memberikan produk yang tidak sesuai dengan apa yang kita janjikan. Karena jika itu terjadi, maka sesungguhnya nyawa merek anda tinggal 5%.

• Saving Her Time. Seperti yang kita ketahui, ibu merupakan sosok yang sangat sibuk. Mulai dari merawat anak, suami, dan dirinya sendiri. Oleh karena itu, produk yang ditawarkan haruslah yang praktis dan menghemat waktu. Contohnya adalah “Carrefour” yang menyediakan one stop shopping, yang membantu ibu dalam menghemat waktu belanja plus menyediakan arena bermain untuk anak anak. Ada juga “Royco” yang memudahkan ibu dalam memasak.

• Capture Word of Moms. Melakukan pendekatan terhadap komunitas Ibu. Ibu – ibu paling suka membentuk komunitas, seperti arisan atau PKK. Didalam komunitas tersebut umumnya mereka sangat intens dan saling mempercayai. Maka ketika salah seorang Ibu menawarkan suatu produk didalam komunitasnya, ibu lain serta merta akan membelinya.Karena mereka percaya penuh bahwa produk yang direkomendasikan tersebut sudah pasti bagus.
Demikianlah beberapa strategy dan taktik yang disampaikan Hermawan Kartajaya dalam buku ini, yang akan dapat membantu kita, sebagai marketing, dalam membidik dan menaklukan pasar ibu yang sangat menjanjikan.

Resume karya :

Diana Aprilliani – Industrial Marketing – STBA JIA 2010 yang diambil dari buku “Winning the Mom Market in Indonesia, Hermawan Kartajaya, Gramedia Pustaka Utama (GPU), 2005, 209 halaman

DEGRADASI KEPEMIMPINAN NINIK MAMAK


SAKIT HATI


Jangan bertanya bagaimana rasanya sakit hati. Jangan pula bertanya siapa yang membuat hati terasa pedih, perih, dan nyeri. Sulit diungkapkan, tapi sangat jelas menyayat dada bagian dalam. Sakit hati adalah sakit dari segala sakit. Mungkin Anda pernah mengalaminya. Sakit hati tidak selalu disebabkan oleh putus cinta, tetapi bisa juga disebabkan oleh perbedaan pendapat atau pertentangan dengan teman atau anggota keluarga. Namun, sakit hati hampir sama rasanya dengan putus cinta, demikian juga dampaknya.

Siapa pun Anda, pasti ingin dicintai, mencintai, dipercayai, dan mempercayai orang lain. Tetapi, ketika sakit hati tiba, sulit bagi Anda untuk kembali memaafkan dan mempercayai orang yang melakukannya. Bahkan Anda mungkin merasa sulit untuk membuka hati dan perasaan kepada orang lain yang tidak tahu apa-apa. Ini adalah dilema yang harus dihadapi. Terserah Anda, memilih untuk berjalan sendiri atau melanjutkan hubungan setelah apa yang terjadi. Satu hal yang pasti, hidup akan terus berjalan dengan atau tanpa sakit hati.

Berdasarkan pengalaman beberapa sumber dapat disimpulkan bahwa belajar untuk membuka kembali hati, perasaan cinta dan rasa percaya kepada orang-orang yang pernah menyakiti anda, merupakan hal yang penting. Kenapa ? Karena cepat atau lambat, setiap orang akan menyakiti dan disakiti hatinya. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila Anda menyadari bahwa tidak ada satu orang pun di dunia ini yang luput dari sakit hati, termasuk Anda.Tanpa bermaksud mengurangi rasa percaya kepada orang-orang yang Anda cintai, ada baiknya Anda menyadari bahwa siapa pun dia, teman biasa, sahabat, pacar atau keluarga dan sebaik apa pun dia, suatu saat nanti akan menjadi orang yang menyakiti Anda – walaupun mungkin tidak disengaja. Oleh sebab itu, ada baiknya apabila Anda menganggap bahwa mereka tidak serius dengan ucapannya. Anda bisa menganggapnya angin lalu atau bisa mengatakan kepada diri bahwa perbuatan mereka sebenarnya tidak ditujukan kepada Anda. Cuek saja, jangan dimasukkan ke hati.

Belajar untuk bertanggung jawab dan menghargai orang lain juga sangat penting. Coba bertanya pada diri, apa yang tidak dinginkan dalam hubungan Anda, apa yang bisa membuat Anda sakit hati, dan apa yang Anda ingin orang lain lakukan. Buatlah daftarnya dan coba utarakan hal itu kepada orang-orang di sekitar Anda. Apabila Anda sakit hati lagi, ada baiknya mengingat cara mengatasi sakit hati terdahulu. Tetapi mencoba keluar dari masalah dan melupakannya dengan cepat, akan sangat membantu. Apabila perlu, hang-out bersama teman-teman dan alihkan perhatian kepada pekerjaan atau olah raga.

Anda juga perlu mengetahui bahwa kata kunci untuk menyelamatkan diri dari sakit hati adalah bukan percaya kepada orang lain tetapi percaya kepada diri sendiri dan perasaan Anda. Ingatlah bahwa tidak ada jaminan orang lain tidak akan menyakiti perasaan Anda. Berusahalah menjadi orang baik, sopan,
bijak, peduli kepada orang lain dan dapat dipercaya. Untuk menjadi itu semua, tentu saja Anda harus dapat mempercayai diri sendiri agar Anda merasa bebas berbuat dan menentukan hubungan. Berkomunikasi secara efektif dan lugas sangat penting. Ungkapkan perasaan Anda, apa yang disukai dan apa yang dibenci. Hal itu sangat membantu orang lain mengerti Anda dan berusaha untuk tidak melakukan tindakan yang mungkin bisa menyakiti hati Anda.

Belajar mempercayai opini sendiri mengenai diri, tindakan dan perbuatan Anda adalah lebih penting dari mempercayai opini orang lain. Bisa jadi Anda justru bertambah sakit hati dengan opini mereka. Belajarlah untuk percaya dan hargai diri Anda sendiri. Hal paling utama yang harus Anda lakukan adalah belajar memaafkan kesalahan orang lain karena memaafkan adalah hal paling baik dalam sebuah hubungan. Dan teruslah selalu berpikir positif terhadap suatu kritik / tindakan orang lain yang mungkin bisa menyebabkan anda sakit hati, karena pikiran positif akan membuat sakit hati menjadi normal kembali

KERJA ADALAH KEHORMATAN


Seorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju restoran jalanan dan iapun menyantap makanan yang telah dipesan. Saat pemuda itu makan datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, “Pak mau beli kue, Pak?”

Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab “Tidak, saya sedang makan”.
Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab: “Tidak dik saya sudah kenyang”.

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada bapak itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang di rumah”. Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini.

Saat pemuda tadi beranjak pergidari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangan. “Pak mau beli kue saya?”, pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 2000,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja.
“Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik”.

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah dikasihkan kepada orang lain. “Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?. Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibu di rumah,ingin menjualkan kue buatan ibu, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibu kalau kue buatan ibu terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibu hasil usaha kerja keras saya. Ibu saya tidak suka saya jadi pengemis”.

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa “kerja itu adalah sebuah kehormatan”, kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibunya mempunyai nilai yang kurang. Suatu pantangan bagi ibunya, bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu “kerja adalah sebuah kehormatan”, ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.

Makna yang bisa diambil :
Kerja bukanlah masalah uang semata, namun lebih mendalam mempunyai sesuatu arti bagi hidup kita. Kadang mata kita menjadi “hijau” melihat uang, sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki.

Bukan masalah tinggi rendah atau besar kecilnya suatu profesi, namun yang lebih penting adalah etos kerja, dalam arti penghargaan terhadap apa yang kita kerjakan. Sekecil apapun yang kita kerjakan, sejauh itu memberikan rasa bangga di dalam diri, maka itu akan memberikan arti besar.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 495 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: