Pendahuluan

Sumber sejarah menyebutkan bahwa kertas pertama kali ditemukan di China pada sekitar 100 AD. Beberapa abad kemudian formula untuk manufaktur kertas tersebar ke Eropah melalui jalur perdagangan dan pelayaran.

Pohon papyrus dan kertas papyrus
(Sumber : http://www.lib.umich.edu dan http://www.bangda.com.cn )

Kertas yang dalam bahasa Inggris disebut “paper” diperkirakan berasal dari kata “papyrus” yakni bahan alami (sejenis tumbuhan) yang berasal dari Mesir yang digunakan secara luas pada masa peradaban Greco Roman. Pada mulanya kertas digunakan orang untuk menulis dan mencetak

Sejalan dengan disempurnakannya proses industri kertas yang berkembang berabad-abad, penggunaan kertas terus berkembang pesat dikarenakan potensinya yang istimewa. Kertas dapat dibuat dari beragam serat, seperti serbuk gergaji, serutan kayu, daun kering, bubuk kayu, kulit jagung, dan sebagainya. Saat ini kertas digunakan untuk tujuan dan fungsi yang tak terbatas,

Berkreasi dangan kertas menarik dan mengasyikan untuk dieksperimentasikan, misalnya berkreasi dengan kertas berukuran terkecil hingga mencipta mural kertas berukuran besar, baik yang berupa karya 2 (dua) dimensi maupun 3 (tiga) dimensi.

Di situs ini Anda akan diberikan tips-tips praktis berkreasi dengan kertas limbah/ bekas yang ada di lingkungan sekitar. Projek yang akan Anda kerjakan bisa sederhana atau rumit tergantung keterampilan dan imajinasi Anda. Kualitas dan tipe kertas yang digunakan mempengaruhi aktivitas dan keberhasilan yang akan dicapai. Berkreasi dengan kertas limbah/bekas sangat atraktif dan inspiratif. Anda dapat mengolah sisi permukaan bidang kertas atau merubah tampilan fisik dari kertas melalui berbagai eksplorasi bahan dan teknik.

Jenis Kertas

Jenis kertas yang tersedia di pasaran dapat dibedakan menurut fungsi, tekstur, ukuran, ketebalan, dan warnanya. Berdasarkan fungsinya kertas dapat digunakan untuk fungsi yang sangat beragam, baik sebagai bahan dasar pembuatan produk fungsional, seperti : kertas kado, buku tulis, tas kertas, pembungkus, majalah, poster, brosur dan sebagainya atau sebagai bahan dasar pembuatan produk kriya, seperti kotak kado, bingkai foto, kertas daur ulang, kartu ucapan, topeng kertas dan lain-lain. Kertas juga dimanfaatkan sebagai medium artistik untuk membuat patung dan karya seni lainnya.

Produk dari Kertas Limbah
Gambar 2. Beragam jenis produk berbahan kertas, seperti kertas kado, tas kertas, kotak hias, dll.

Secara visual jenis kertas dapat dibedakan menurut sifat permukaan atau teksturnya, yaitu: kertas yang permukaannya halus (kertas gambar, kertas marmer, karton manila, kertas HVS, kertas tissue dan lain-lain), kertas yang permukaannya kasar (kertas roti, kertas daur ulang, kertas merang, kertas krep, dan lain-lain), kertas yang permukaannya licin (kertas film, art paper, kertas minyak, dan lain-lain),  kertas yang bergelombang (corrugated paper) dan sebagainya.

Kertas buatan pabrik

Gambar 3 . Beragam jenis kertas dengan corak, tekstur, dan warna yang variatif

Selain itu ukuran kertas juga variatif, seperti kertas dengan ukuran A-0, A-1, A-2, A-3, A-4; ketebalan kertaspun bervariasi, misalnya: kertas HVS dengan berat 60 gram, 70 gram, 80 gram;  kertas karton dengan ketebalan 2 milimeter, 3 milimeter, 4 milimeter dan 5 milimeter.

Di samping itu warna-warna kertas yang tersedia di toko juga sangat beragam, ada kertas yang menggunakan pewarna alam yang bernuansa natural, dan ada pula yang menggunakan pewarna sintetik (kimia) yang kaya warna dengan nuansa yang variatif.


Gambar 4 . Kertas daur ulang
dengan nuansa warna natural

Gambar 5 . Kertas buatan pabrik dengan
warna-warni yang cemerlang

Beragam bentuk dasar kertas dapat dipilih sesuai kebutuhan, antara lain: persegi panjang, bujur sangkar, lingkaran, kerucut, silinder, garis-garis panjang, bentuk tak beraturan, Dalam berkreasi Anda dapat bebas memanfaatkan kertas-kertas bekas yang ada atau mengkombinasikannya dengan jenis kertas lain atau menambahkan elemen dekorasi seperti renda, payet, kancing, pita, daun kering, benang emas, dan lain sebagainya.

Sifat Kertas

Potensi kertas sungguh tak terbatas dan pada hakekatnya sifat kertas sungguh unik karena dapat diubah tampilan fisiknya dengan beragam teknik sesuai jenis kertasnya. Kertas dapat diubah tampilannya dengan berbagai cara : diremas, dilinting, dipotong (lurus/ panjang), dilem, interlock/berkaitan, saling menutup, dibuat bubur kertas/ paper mache, digulung, digores/ditoreh, dilubangi, dilipat, dipotong/disobek-sobek, dijalin, dijahit dan sebagainya.

Gambar 6. Beragam sifat kertas yang unik dan istimewa menjadikan kertas memiliki peranan besar dalam kehidupan manusia. Sebagai contoh, kertas dapat menyerap air, kertas dapat dianyam, kertas dapat dikerat dan dilubangi, dan sebagainya.

Anda akan menikmati kegiatan mengolah kertas dengan cara-cara tak lazim. Hal ini menarik untuk dieksperimentasikan, mulai dari berkreasi dengan kertas berukuran terkecil hingga mural kertas berukuran sangat besar, baik dengan bentuk 2D (lembaran) kertas maupun bentuk 3D. Proyek yang digarap bisa sederhana atau rumit, bergantung imajinasi dan keterampilan kreatur. Kualitas dan tipe kertas yang digunakan mempengaruhi aktivitas dan keberhasilan yang dicapai.

Beragam jenis kertas dapat digunakan untuk fungsi yang berbeda baik sebagai bahan dasar pembuatan produk fungsional seperti; bungkus kado, buku tulis, tas kertas, poster, atau sebagai bahan-bahan dasar pembuatan produk kriya, bahkan media artistik dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan karya seni atau material patung. Berkreasi dengan kertas sungguh merupakan pengalaman yang menarik

Macam -Macam Kertas

Bermacam-macam kertas tersedia di toko dengan berbagai sebutan, misalnya: Art paper, Alumunium foil, Kertas Cellophane, Karton, Duplex, Kertas Majalah, Tas Kertas, Kertas Serbet, Kertas Pastel, Kertas Merang, Kertas Tissue, Wallpapers, Watercolor Paper, Kertas Minyak, Kertas Metalik, Kertas Daur Ulang.


Gambar 7. Beragam jenis kertas

Berkreasi dengan Kertas Limbah

Berkreasi mengolah dan memanfaatkan kertas limbah atau kertas bekas menjadi beragam produk kriya atau karya seni yang bernilai artistik merupakan aktivitas kreatif yang menyenangkan.  Anda terlebih dahulu perlu mensortir atau memilah jenis kertas yang akan diolah, misalnya jenis kertas alumunium dipisahkan dari kertas majalah, jenis wallpapers dipisahkan dari kertas minyak dan sebagainya.

Apabila sudah terkumpul jumlah yang memadai selanjutnya Anda dapat mengolah kertas tersebut dengan berbagai teknik, misalnya: menghancurkan kertas menjadi bubur kertas atau memotong dan menjalin kertas lalu dianyam dan sebagainya. Berikut ini akan dipaparkan proses berkreasi dengan kertas limbah yang telah diolah menjadi papier mache (paper pulp)

Pengertian Papier Mache (paper pulp)

Istilah papier mache berasal dari bahasa Perancis yang berarti “bubur kertas” (paper pulp). Media ini popular digunakan di Perancis selama abad ke 17. Papier mache merupakan metode seni untuk membangun suatu bentuk 3 dimensi atau bentuk relief datar. Selain, Perancis, masyarakat Jepang, China dan Mexico acapkali memanfaatkan papier mache untuk kebutuhan festival topeng, membuat patung-patung binatang untuk festival atau ritual, dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan tema-tema hari libur. Beragam produk komersial dari negara-negara ini memanfaatkan medium ini sebagai bentuk ekspresi atau ungkapan seni.


Gambar 8. Topeng dari paper mache

Bahan dasar papier mache

  1. Kertas koran bekas, dan serbet kertas atau tissue gulung putih untuk lapisan terakhir dari badan penyangga (armatures).
  2. Lem wallpaper dapat diganti dengan 1 cup tepung tapioca atau tepung maizena dicampur 2 cup air dan 1 bagian (sendok makan) lem putih  (dicampur merata).
  3. Jika anda gunakan tepung dan air, perlu tambah 1 sendok makan garam untuk menghindari larutan pasta jadi basi.
Gambar 9. Bahan-bahan dalam pembuatan papier mache

Peralatan papier mache

  1. Wadah plastik ukuran sedang untuk mengolah adonan papier mache
  2. Cat akrilik atau cat poster untuk finishing touch produk
  3. Kuas cat berujung persegi ukuran sedang untuk memulas lem pada potongan/sobekan kertas.
  4. Varnish atau shellac atau pilox untuk melindungi cat agar tidak cepat pudar.
  5. Amplas halus untuk meratakan permukaan benda
  6. Material penunjang dekorasi, seperti: renda emas/perak, manik-manik, payet, dsb.
Gambar 10. Peralatan dalam pembuatan papier mache

Tipe – Tipe Armateur / Rangka untuk Papier Mache

  1. Remasan kertas berbentuk bola atau bentuk-bentuk yang bulat padat yang menyerupai bentuk tubuh, manusia, membuat figur binatang, manusia atau serangga. Koran dapat dipilin atau diplintir dan dibentuk lingkaran, untuk memperkuat bentuk dapat disisipi kawat didalamnya, hingga pilinan kertas dapat ditekuk-tekuk dan bentuknya tetap kuat. Jika sudah ada kawat dapat di gunakan tali yang dililit-lilit sekeliling konstruksi kaki atau kepala agar tidak berubah posisi saat papier mache ditumpuk melapisi rangka (armateur).
  2. Pada tahap pemula, papier mache lebih mudah dibentuk dengan rangka dari botol atau benda lainnya sebagai rangka.
  3. Botol detergen cair untuk membuat bentuk-bentuk figur manusia. Botol plastik sebelum digunakan terlebih dahulu dapat diisi dengan sedikit pasir untuk membuat botol stabil.
  4. Gunakan mangkuk plastik untuk membuat pot tanaman atau untuk membuat bentuk keranjang.
  5. Wadah ice cream dan kaleng minuman bekas dalam berbagai ukuran dapat jadi penyangga atau rangka yang kokoh namun ringan.
  6. Balon tiup yang ditiup tidak lebih dari 7,5 cm diameternya, dapat dipakai sebagai rangka tapi pastikan bentuknya tidak melebihi telapak tangan agar tidak butuh waktu lama untuk membentuknya.
  7. Alumunium foil mudah dibentuk dan dapat diremas. Bahan aluminium tepat digunakan untuk membuat acuan cetak atau rangka topeng. Bagian dalam foil diisi remasan kertas koran sebagai penyangga yang kuat saat proses pembentukan. Lalu lapisi aluminium foil dengan papier mache.
  8. Kemasan susu dari kertas, bola, styrofoam, atau gulungan karton dan bagian dalam tissue gulung adalah alternatif rangka yang baik.
  9. Gelas plastik kecil dan cup ice cream dapat direkat atau diselotip keduanya sebagai rangka untuk membuat tempat lilin.

Gambar 11. Balon sebagai rangka

Proses Pembuatan Papier Mache

1. Sobek/gunting kertas koran menjadi potongan kertas memanjang dengan lebar 0,5 inch dan masukan dalam baskom yang didalamnya berisi larutan pasta. Air dapat ditambahkan karena pasta dapat mengering saat proses pembentukan. Kertas disobek
2. Sapukan cairan pasta ke permukaan kertas dengan jari-jari tangan. Perlahan-lahan tutup armateur dengan sobekan kertas hingga rata kira-kira 1 – 4 lapis. Rangka bagian dalam akan menentukan hasil akhir. Jaga agar pasta tetap dalam kondisi cair seperti cream selama proses melapisi rangka dengan sobekan kertas. Menyapukan pasta
3. Pasta dapat diganti dengan bahan lain seperti tepung maizena dan air yang diaduk hingga agak kental dengan perbandingan 1 : 1 atau dapat pula diganti dengan adonan lem putih dicampur air dengan perbandingan 1 : 1.
4. Buatlah 3-4 lapisan kertas melapisi rangka. Kertas koran dan tissue gulung/tissue serbet adalah material yang sering digunakan. Rekatkan sobekan kertas saling menutup dari berbagai arah untuk menambah kekuatan tissue mandi paling baik digunakan sebagai lapisan paling atas / terakhir.
5. Biarkan kertas kering secara perlahan / alami untuk beberapa hari atau dapat diangin-angin dekat fan. Agar lebih cepat kering, letakkan rangka di atas botol atau kotak tepung agar angin bisa masuk dari bagian bawah dan rangka tidak limbung/oleng.
6. Lalu lepas kerangga dari objek lalu keringkan dan amplas permukaannya supaya lebih halus. Lalu lapisi permukaan bentuk dengan cat akrilik putih (cat tembok). Kemudian dekorasi bentuk dengan hiasan lukis. Jika gunakan cat poster, tambah sedikit maizena agar cat lebih permanen.
7. Jika anda tidak mencampur cat poster dengan maizena maka anda dapat semprotkan pilox atau melapisi dengan varnish atau shellac agar warna tidak pudar dan kuat melekat.
8. Jangan buat karya papier mache dalam ukuran besar  agar cepat selesai kerjanya
9. Tambahkan cairan detergen kedalam cat poster agar cat mudah dibersihkanProses Pembuatan Bubur Kertas (Papier Mache Pulp)

1. Sobek / gunting kertas koran bekas atau tissue menjadi potongan-potongan kecil / halus. Jumlahnya cukup mengisi baskom plastic.
2. Masukan secukupnya potongan kertas ke dalam baskom lalu siram dengan air hangat lalu rendam untuk 1-2 hari hingga lunak.
3. Masukkan garam 1 sendok the untuk menghindari dari kertas busuk. Kemudian saring kertas yang telah hancur dengan kain lalu pegang ke empat tepi kain dan plintir untuk membuang air (pisahkan air dengan ampasnya)
4. Tuang atau buang air dalam wadah plastik, lalu masukkan kembali potongan kertas-kertas yang sudah lunak ke dalam wadah lalu remas-remas sampai hancur. Beri sedikit air waktu meremasnya.
5. Pada baskom lainnya, campurkan 2 sendok atau lebih tepung kanji dengan air secukupnya untuk membuat larutan pasta. Jika terlalu cair  dapat tambahkan tepung.
6. Campur larutan pasta dengan adonan kertas tadi dan remas-remas hingga lumat menjadi adonan bubur kertas. Uleni bubur kertas hingga liat mudah dibentuk.
7. Berbagai jenis bentuk dapat Anda kreasikan. Disarankan untuk membuat figur-figur binatang/ manusia dalam ukuran kecil. Hindari bentuk yang sarat dengan detail-detail bentuk yang rumit. Sebaiknya buat bentuk-bentuk yang lebih sederhana.
8. Setelah itu bentuk-bentuk hiasan gantung tersebut biarkan kering secara alami dengan dijemur/ diangin-angin atau Anda dapat gunakan hair dryer (pengering rambut) untuk mengeringkannya. Selanjutnya bisa diamplas agar permukannya halus.
9. Hiasan-hiasan gantung sebelum didekorasi sesuai selera Anda sebaiknya dicat putih dulu. Untuk mempertahankan kualitas warnanya anda dapat melapisi dengan shellac /pilox.
About these ads