Mengelola, mengendalikan, memanfaatkan dan membimbing pegawai secara produktif itulah sasaran Manajemen SDM dan ternyata banyak sekali tantangan yang menyebabkan baik buruknya perusahaan ternyata dapat dilihat sejauhmana dalam penyeimbangan antara kebutuhan dan tuntutan serta kemampuan perusahaan.
Penataan keseimbangan antara perekrutan, penyeleksian, pengklasifikasian, penempatan pegawai sesuai dengan kemampuan, penataran dan pengembangan kariernya. selain menganalisa ketidakwajaran pegawai yang potensinya tinnggi tapi tidak bisa berprestasi dengan baik sehingga bisa dianalisis secara psikologis dari jabatan yang tidak cocok, lingkungan kerja yang mungkin tidak kondusif. sehingga bisa dikatakan manusia sumber potensi utama yang harus dikembangkan secara tepat karena sifatnya yang kompleks dan unik yang sangat berbeda sekali dengan mesin.
Perlu adanya tenaga ahli yang memahami cara mengselaraskan potensi dengan keahlian dan kemampuan para pegawai, sehingga melahirkan tingkat kerja, motivasi dan partisipasi kerja yang tinggi, selain komunikasi efektif, disiplin kerja baik seiiring dengan tanggungjawab dan salary yang proporsional dengan pekerjaan dan jabatannya.
Perencanaan SDM.
Dari semua pengelolaan SDM ini membutuhkan sebuah perencanaan strategis, dimana Andrew F. Sikula (1981:145) mengartikan sebagai”…as process of determining manpower requirements and the means for meeting those requirements in order to carry out the integrated plans of the organization” (perencaan SDM sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaan nya berintegrasi dengan rencana organisasi) sedang George Milkovich dan Paul C.Nystrom (1981:173) mengartikan: “…is the process (including forecasting, developing, implementing and controlling) by wich a firm ensures that is has the right number of people and the right places, at the economically most useful” (perencaan SDM adalah proses permalaan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang menajmain perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawaiu secara benar, waktu yang tepat yang secara ekonomis lebih bermanfaat)
Komponen Perencanaan SDM
terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan SDM yaitu :
Tujuan. Perencaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa datang.
  • Perencanaan organisasi. perencanaan organisasi sebagai aktifitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Selain aktifitas seperti permalan bisnis, perluasan dan pengembangan usaha, rancangan dan perubahan struktur, falsafah manajemen, peranan pemerintah dan produk serta kemampuan manusia.
  • Pengauditan SDM. pengauditan sebagai proses intensif, penyelidikan, penganalisaan dan pembandingan informasi yang ada dengan noerma stnadar yang berlalku sehingga perlu memperhatikan kualitas kekuatan kerja, penentuan kualitas, daftar kemampuan, tunover kerja dan perubahan secara internal.
  • Peramalan SDM. peramalan SDM hampir sama dengan pengauditan SDM perbedaanya terletak terletak pada kurun waktu analisa, peramalan biasanya untuk dimasa yang akan datang,penyesuaian terhadap perubahan eksternal organisasi dan dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi selain harus memperhatikan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran serta perencanaan karier sedangkan pengauditan SDM berhubungan dengan keadaan masa sekarang,penyesuaian internal organisasi.

Model perencanaan SDM

  • Model sistem perencanaan SDM. Model ini terdiri dari lima komponen yaitu tujuan SDM, perencaan organisasi, pengauditan SDM, perrmamalan SDM dan pelaksanaan program SDM.
  • Model sosio-economic Battele. Model ini lebih melihat dan mempelajari karakteristik kekuatan kerja.
  • Model sistem perencanaan SDM dari wayne Cascio. model ini adanya integrasi antara perencanaan strategik dan taktik bisnis dengan pasar tenaga kerja

About these ads